Blog ini berisi tentang kiat menuju sukses Anda

Jumat, 02 April 2010

Pernik-Pernik Pembelajaran Biologi ( pembelajaran Inovatif )

Oleh : WAHYU ARIATI
Guru Biologi SMA Negeri I Galis,Pamekasan
Sumber :Jawa Pos Sabtu,19 Januari 2008

Belajar Biologi ?,Aduh,boring deh ! banyak hafalan dengan ahasa latin yang rumit ! Terlalu absurd ! Gurunya membosankan karena menulis melulu!
Kalimat tersebut merupakanungkapan yang sering kita dengar saat siswa diminta pendapat tentang pembelajaran biologi di sekolah.Memang sebuah jawaban yang wajar.Sebab,belajar biologi dengan guru yang tidakj kreatif akan memberikan cap bahwa biologi identik dengan pelajaran hafal-menghafal.

Padahal,biologi merupakan ilmu eksakta,mempelajari maklhuk hidup,termasuk manusia.Sangat aneh bila kita sebagai makhluk hidup tidak mampu menyebutkanorgan-organ yang berperan dalam proses sirkulasi darah,misalnya.

Untuk mengatasi kebosanan siswa dalam belajar biologi,penulis berusaha menerapkan berbagai model pembelajaran.Diharapkan dengan penerapan berbagai metode itu,siswa menjadi lebih berminat dan bersemangat belajar.Bahkan mampu menarik konsep melalui sumber-sumber belajar yang digunakan.

Berikut contoh beberapa metode pembelajaran yang dilakukan penulis,penulis mencoba mengevaluasinya dengan melihat kelebihan serta kekurangan selama selama pelaksanaan.Rekan-rekan guru yang lain bisa mengantisipasi kelemahan dan menyesuaikan dengan kondisi sekolah.

1. Metode Matching Math
Pada metode ini,siswa dibagi dalam 10 kelompok (beranggotakan 4 orang).Setiap kelompok diskusi (KD) memperoleh tiga bendel kartu.Misalnya ,pada KD system sirkulasi darah,bendel 1,berisi nama-nama organ sirkulasi darah berikut gambarnya.bendel 2, berisi fungsi organ penyusun system sirkulasi darah,bendel 3, berisi soal-soal pengembangan tentang system sirkulasi darah.

Kemudian siswa diminta menjodohkan kartu nama yang bisa digolongkan dalam satu kelompok,sambil menjawab soal-soal yang diperoleh.Hasil pengelompokan ditempelkan pada papan Styrofoam (supaya lebih menarik ), lalu diperiksa guru.

Keunggulan metode itu :
a. Terjalin kerja sama dalam kelompok
b. Masing-masing anggota kelompok tidak ingin dicap sebagai “parasit”,sehingga siswaselalu berusaha aktif menyelesaikan tugas kelompoknya,
c. Mendorong siswa membaca buku pegangan secara cermat dan teliti,sehingga mampu mengambil intisari bacaan dan akhirnya bisa digunakan menjawab soal-soal.
d. Tercipta persaingan sehat antar k.Hal ini tampak,misalnya,saat ada kelompokA menyelesaikan tugas dan setelah diteliti guru ternyata betul.Maka kelompok lain tidak ingin menyontek hasil karya. kelo,mpok A tersebut.
e. Siswa merasa dihargai saat diberikan penilaian atas keberhasilan mereka menyelesaikan tugas.Bahkan,ada kelompok yang ekspresif meluapkan kegembiraannya dengan toas tangan.

Kelemahan metode tersebut

a. Butuh waktu lebih banyak agar siswa bisa mencatat semua semua hasil tugas tadi.Solusinya,salah seorang siswa mencatat,yang lain melakukannya diluar jam pelajaran.
b. Menuntut guru kreatif dalam membuat kartu dan isinya,disesuaikan dengan kemampuan siswa.

2. Metode Bertukar Pasangan

Pada KD system sirkulasi darah hewan,misalnya,siswa dibagi dalam kelompok mempelajari system sirkulasi pada ikan,amfibi,reptile,aves,mamalia,molusca,cacing tanah.Kemudian masing-masing anggota kelompok membentuk baru,sehingga kelompok baru itu siswa dari grup ikan,ampibi dan seterusnya.
Dalam kelompok baru tersebut setiap siswa menerangkan tentang apa yang telah dipelajari.Ada penilaian antar siswa dalam kelompok baru tersebut.Meliputi,keaktifan dalam diskusi serta kemampuan menerangkan dan kemampuan menjawab pertanyaan.

Keunggulan
a. Setiap siswa termotivasi untuk menguasai materi.
b. Menghilangkan kesenjangan antara yang pintar dengan yang tidak,anatara guru dengan siswa,karena siswa lebih berani bertanya bila ada materi yang tidak dimengerti.
c. Mendorong siswa tampil prima karena membawa nama baik nama kelompok lamanya.

Kelemahan

a. Ada siswa yang takutdiintimidasi bila member nilai jelek kepada anggotanya ( bila kenyataannya siswa lain kurang mampu menguasai materi ). Solusinya,lembar penilaian tidak diberi nama si penilai.


3. Metode Bermain Ular Tangga

Guru mengajak siswa membentuk lingkaran.Siswa diajak menyanyi sambil berjalan pelan-pelan.Bersamaan dengan itu,guru membangikan kartu.Ada yangberisi soal,ada yang berisi jawaban.setelah bernyanyi sejenak,guru memberikan aba-aba agar siswa menjodohkan antara soal dengan jawaban.Pasangan siswa yang benar mendapat poin.

Keunggulan

Tercipta suasana gembira dalam belajar.Dengan demikian,saat metode tersebut diterapkan pada jam pelajaran terakhir pun,siswa tetap antusias belajar.

Kelemahan

Ada siswa yang mengambil jalan pintas dengan meminta tolong kepada temannya untuk mencarikan jawaban.Solusinya,mengurangi poin bagi siswa yang membantu dan yang dibantu.

4. Metode Mencari Jejak
Siswa dibagi secara berpasangan.Cara bermain seperti dalam kegiatan pramuka.Perbedaannya,siswa diminta memecahkan soal biologi.Misalnya,saat membahas system gerak pada manusia dan hewan,siswa mendapat tugas menyebutkan nama-nama tulang,macam sendi, serta semacam tulang rusuk memakai model rangka.
Kelebihan

a. Siswa termotivasi belajar biologi,sekaligus menerapkannya lewat pemecahan soal yang didapatkan.
b. Terjalin kerja sama serta tercipta tenggang rasa dengan pasangannya
(belajar sambil erolahraga,lelah tapi senang).

Kekurangan
a. Memerlukan ruang lebih luas agar kegiatan belajar lancer.
b. Memerlukan konsentrasi penuh dari guru untuk memantau siswa supaya tidak ada siswa yang terlalaikan.
,penulis yakin penulis yakin setiap anak pasti cerdas untuk itu.
Contoh tersebut merupakan beberapa temuan yang didapatkan penulis saat menerapkan metode-metode pembelajaran di sekolah.Sekedar informasi tambahan,Sekolah penulis adalah ada di SMAN Galis.Pamekasan,Madura dengan sarana laboratorium yang sangat terbatas.Mayoritas siswa berasal dari keluarga petani yang pas-pasan.Kesadaran orangtua dalam memperhatikan pendidikan anaknya juga masih rendah.Dengan keterbatasan yang ada penulis yakin setiap anak pasti cerdas untuk itu..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar