Blog ini berisi tentang kiat menuju sukses Anda

Minggu, 11 April 2010

Belajar IPA Sistem Belanja ( inovasi Pembelajaran SMP )

Ole: Haryaningtyas (guru SMP Darul Madinah Madiun )
Sumber :Jawa Pos Selasa 3,Februari 2009

IPA termasuk mata pelajaran yang dianggap sulit,menakutkan,tidak ada komunikasi verbal dua arah,dan sering diikuti dengan terpaksa.Akibatnya ,siswa tidak mampu menunjukkan kemampaun maksimal,kecuali yang memang tertarik belajar IPA.

Karena itu diperlukan inovasi strategi pembelajaran yang mampu menampung keinginan siswa.Bagaimana,apa,dan kemana siswa siswa belajar IPA ?.Dengan begitu,tumbuh motivasi siswa untuk mengenal IPA lebih jauh.

Keinginan itulah yang melatari niat penulis melahirkan strategi agar pembelajaran IPA diterima siswa dengan rasa suka,,proses pembelajaran IPA menjadi menyenangkan,dan muncul inovasi baru dari siswa.

Dalam strategi tersebut,siswa dilibatkan sejak awal,tengah hingga akhir pembelajaran.Siswa diajak”berbelanja” paket-paket IPA untuk dikonsumsi bersama atas keinginan sendiri.Siswa terus terlibat dalam apa dan bagaimana mereka beajar IPA.Inovasi itu disebut “Sistem Belanja Paket”.Sebab strategi yang digunakan mengambil prinsip jual beli di pasar atau supermarket.

Kegiatan tersebut meliputi dua tahap :
Tahap pertama diaksanakan di awal pertemuan semester dan tahap kedua di awal kegiatan pada tiap tatap muka.Guru melibatkan siswa untuk bersama-sama berbelanja paket-paket SK,KD materi pokok yang tersedia,diurutkan,ditata rapid an dikonsumsi selama satu semester.

Tentu ketikamenyantap aket-paket belanjaannya siswa merasa lebih nikmat karena barang-barang itu adalah pilihan mereka sendiri.Dalam hal memilih paket belanja yang berisi SK,KD dan materi pokok,guru tetap member arahan dan penguatan.Terutama SK,KD dan materi pokok mana yang saling berhubungan dan mana yang bisa saling lepas.Juga SK,KD,dan materi pokok mana yang perlu mendapat perhatian khusus.

Tentu pilihan siswa tidak sama.Namun setelah proses kunjung karya dan diskusi klasikal,biasanya ada persamaan pilihan dan minat dalam menyusun urutan SK,KD dan materi pokok selama satu semester.Guru tinggal membimbing untuk membuat kesimpulan dan kesepakatan bersama guna dilaksanakan dalam proses belajar mengajar IPA di kelas.

Tahap kedua,yang dilakukan di awal proses pembelajaran tiap tatap muka.,masih terkait dengan tahap sebelumnya.Urutan pertemuan disesuaikan dengan materi yang dipilih siswa.

Sistem belanja tersebut diberlakukan pada awal kegiatan,yang dalam RPP masuk bagian motivasi dan apersepsi.Dalam 10-15 menit,siswa dipersilahkan berbelanja paket-paket berisi indikator,kegiatan pembelajaran dan penilaian yang akan menjadi “bahan masakan” dalam proses pembelajaran dalam tatap muka saat itu.Dengan demikian siswa merasa terlibat untuk menentukan ,apa,bagaimana, dan kemana proses pembelajaran yang dijalani.

Dalam system belanja itu,guru dituntut kreatif.Sebab dalam tiap tatap muka,guru harus menyediakan “paket-paket belanjaan” yang harus dibeli siswa.Guru harus juga meyiapkan semua perangkat dari semua paket belanjaan.

Pertanyaannya,mungkin, mengapa “paket belanjaan “ harus diberikan awal pembelajaran pada setiap tatap muka ?..Pertimbangannya,saat KBM terjadi,kondisi siswa tidak sama.Bisa jadi,pada waktu tertentu,siswa ingin belajar di kelas, di laboratorium, bahkan ingin belajar di kantin.Kondisi inilah yang mendapat perhatian dalam proses pembelajaran.Guru tak hanya menuntut siswa memahami apa yang disampaikan,tanpa melihat aspek dari pribadi siswa.

Sistem belanja inisangat membantu guruuntuk mengetahui bagaimana kondisi siswa saat KBM berlangsung,sehingga mempermudah peyampaian materi dan proses penilaian.Berdasar beberapa pertemuan yang sudah penulis uji cobakan,hasil evaluasi akhir menunjukkan prestasi siswa meningkat.Minat terhadap pelajaran IPA juga terus naik,indikasinya,siswa mulai bertanya,”Kapan kita belanja lagi ? “.Akhirnya,terjadi peningkatan proses pemahaman siswa tentang, apa,bagaimana,dan mau kemana belajar IPA.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar