Blog ini berisi tentang kiat menuju sukses Anda

Rabu, 24 Maret 2010

Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir ( SPPKB )

Hakikat dan Pengertian Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir


Model strtegi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir(SPPKB ) ,adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaah,fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajukan.

Terdapat beberapa hal yang terkandung dalam pengertian di atas :

Pertama,SPPKB adalah model pembelajaran yang bertumpu pada pengembangan kemampuan berpikir,artinya tujuan yang ingin dicapai oleh SPPKB adalah bukan sekedar siswa dapat menguasai sejumlah materi pelajaran,akan tetapi bagaimana siswa dapat mengembangkan gagasan-gagasan dan ide-ide melalui kemampuan berbahasa secara verbal

Kedua, telaah fakta-fakta social atau pengalaman social merupakan dasar pengembangan kemampuan berpikir,artinya pengembangan gagasan dan ide-ide didasarkan kepada pengalaman social anak dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga,sasaran akhir SPPKB adalah kemampuan anak untuk memecahkan masalah-masalah social sesuai dengan taraf perkembangan anak.

Hakikat Kemampuan Berpikir dalam SPPKB

Strategi pembelajaran peningkatan berpikir atau SPPKB,merupakan model pembelajaran yang bertumpu pada proses perbaikan dan peningkatan kemampuan berpikir siswa.
SPPKB bukan hanya sekedar model pembelajaran yang diarahkan agar peserta didik dapat mengingat dan memahami berbagai data,fakta atau konsep,akan tetapi bagaimana bagaimana data,data,fakta dan konsep tersebut dapat dijadikan sebagai alat untuk melatih kemampuan berpikir siswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah.

Karakteristik SPPKB

Sebagai strategi pembelajaran yang diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir,SPPKB memiliki tiga karakteristik:

1. Proses pembelajaran melalui SPPKB menekankan kepada proses mental siswa secara maksimal.SPPKB bukan model pembelajaran yang hanya menuntut siswa sekedar mendengar dan mencatat,tetapi menghendaki aktivitas siswa dalam proses berpikir.
2. SPPKB dibangun dalam nuansa dialogis dan proses tanya jawab secara terus menerus.Proses pembelajaran melalui dialog dan tanya jawab itu diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa,yang pada gilirannya kemampuan berpikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri.
3. SPPKB adalah model pembelajaran yang menyandarkan kepada dua sisi proses dan hasil belajar.Proses belajar dirahlan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir,sedangkan sisi hasil belajar diarahkan untuk mengkontruksi pengetahuan atau penguasaan materi pembelajaran baru.


Tahapan-tahapan Pembelajaran SPPKB

SPPKB menekankan kepada keterlibatan siswa secara penuh dalam belajar.Hal ini sesuai dengan hakikat SPPKB yang tidak mengharapkan siswa sebagai obyek belajar yang hanya duduk mendengarkan penjelasan guru,kemudian mencatat yang berhubungan dengan penguasaan materi pelajaran dan mencatat untuk dihafalkan.
Ada 6 tahap dalam SPPKB,sebagai berikut :

1. Tahap orientasi

Pada tahap ini guru mengondisikan siswa pada posisi siap untuk melakukan pembelajaran .Tahap orientasi dilakukan dengan,pertama penjelasan tujuan yang harus dicapai, baik tujuan yang berhubungan dengan penguasaan materi pelajaran ,maupun tujuan yang berhubungan dengan proses pembelajaran atau kemampuan berpikir yang harus dimiliki oleh siswa.Kedua,penjelasan proses pembelajaran yang harus dilakukan siswa dalam setiap tahapan proses pembelajaran.

2. Tahap Pelacakan

Tahap pelacakan adalah,tahapan penjajakan untuk memahami pengalaman dan kemampuan dasar siswa sesuai dengan tema atau pokok persoalan yang akan dibicarakan.Melalui tahapan inilah guru mengembangkan dialog dan tanya jawab untuk mengungkap pengalaman apa saja yang telah dimiliki siswa yang dianggap relevan dengan tema yang akan dikaji.Dengan berbekal pemahaman itulah selanjutnya guru menentukan bagaimana ia harus mengembangkan dialog dan tanya jawab pada tahapan-tahapan selanjutnya.

3. Tahap Konfrontasi

Tahap konfrontasi,adalah tahapan penyajian persoalan yang harus dipecahkan sesuai dengan tingkat kemampuan dan pengalaman siswa.Untuk merangsang peningkatan kemampuan siswa pada tahapan ini,guru dapat memberikan persoalan-persoalan yang dilematis yang memerlukan jawaban atau jalan keluar.Persoalan yang diberikan sesuai dengan tema atau topic itu tentu saja persoalan yang sesuai dengan kemampuan dasar atau pengalaman siswa.Pada tahap ini guru harus dapat mengembangkan dialog agar siswa benar-benar memahami persoalan yang harus dipecahkan.

4. Tahap inkuiri

Tahap inkuiri adalah tahapan terpenting dalam SPPKB.Pada tahap inilah siswa belajar berpikir yang sesungguhnya.Melalui tahapan inkuiri siswa diajak untuk memecahkan persoalan yang dihadapi.Oleh sebab itu guru harus memberikan ruang dan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan gagasan dalam upaya penecahan persoalan.

5. Tahap Akomodasi

Tahap akomodasi adalah tahapan pembentukan pengetahuan baru melalui proses penyimpulan.Pada tahap ini siswa dituntut untuk dapat menemukan kata-kata kunci sesuai dengan topic atau tema pembelajaran.Pada tahap ini melalui dialog guru membimbing agar siswa dapat menyimpulkan apa yang mereka temukan dan mereka pahami sekitar topic yang dipermasalahkan.

6. Tahap Transfer

Tahap transfer adalah tahapan penyajian masalah baru yang sepadan dengan masalah yang disajikan.Tahap transfer dimaksudkan agar agar siswa mampu menstransfer kemampuan berpikir setiap siswa,untuk memecahkan masalah-masalahbaru.Pada tahap ini guru memberikan tugas-tugas yang sesuai dengan topic pembahasan.

SPPKB dapat berhasil dengan sempurna khususnya bagi guru sebagai pengelola pembelajaran bila :

1. SPPKB,adalah model pembelajaran bersifat demokratis,oleh sebab itu guru harus mampu menciptakan suasana demokratis dan saling menghargai.

2. SPPKB, dibangun dalam suasana tanya jawab,oleh sebab itu guru dituntut untuk dapat mengembangkan kemampuan bertanya untuk melacak, bertanya untuk memancing,dan lain-lain.

3. SPPKB juga merupakan model pembelajaran yang dikembangkan dalam suasana dialogis,karena itu guru harus mampu merangsang dan membangkitkan kerenanian siswa untk menjawab pertanyaan,menjelaskan,membuktikan dengan memberikan data dan fakta social,serta keberanian untuk mengeluarkan ide-ide,serta menyusun kesimpulan dan mencari hubungan antar aspek yang dipermasalahkan.

2 komentar: