Santai Sejenak Boss Tonton Yang Ini

Blog ini berisi tentang kiat menuju sukses Anda

Kamis, 29 April 2010

RPP Bimbingan Konseling (BK) Kelas 7,8,9 SMP Semester Ganjil

1. RPP Bimbingan Konseling (BK) kelas 7 semester ganjil 2010/2011
download gratis di sini

2.RPP Bimbingan Konseling (BK) kelas 8 semester ganjil 2010/2011
download gratis di sini

3.RPP Bimbingan konseling (BK) Kelas 9 semester ganjil 2010/2011
download gratis di sini

Rabu, 28 April 2010

RPP Bimbingan Konseling (BK) Kelas 7,9 Semester Genap

1.RPP Bimbingan konseling kelas 7 SMP semester genap
download gratis di sini


2.RPP Bimbingan Konseling kelas 9 SMP semester genap

download gratis di sini

Proposal PTK Bahasa Inggris Teaching using Suggestopedia method to improve students’ motivation in learning English

PROPOSAL

CLASSROOM ACTION RESEARCH

Teaching using Suggestopedia method to improve students’ motivation in learning English

download gratis di sini

Minggu, 25 April 2010

Menghasilkan Uang Dengan Cara Nembaca Artikel Red Bud di Internet

Untuk mendapatkan uang dari internet ribuan caranya.Pada umumnya kita dapat mendapatkan uang dari internet dengan cara membuat web/blog, atau yang lain terlebih dahulu sebagai sarananya.
Namun bagaimana dengan kita sebagai pengguna internet(pembaca) yang belum mempunyai situs di internet, dapatkah kita mendapatkan tambahan hasil ?
Tentu, saja sebab, ternyata banyak juga kesempatan buat kita untuk meraup rupiah/ ($ ) dari internet, dengan cara yang cukup sederhana, yaitu menilai artikel ( melakukan klik pilihan tanda bintang, setelah artikel kit abaca/kita nilai ).
Salah satu cara tersebut ( kali ini kita tampilkan yaitu )
copy paste link di bawah

http://www.readbud.com/?ref=4190892

/ atau ( klik banner read and rate articles di atas )

Apa yang harus kita lakukan untuk mendapatkan $ tersebut :

1.Tugas kita hanya membuka artikel yang disediakan
2. Setelah membaca artikel tersebut kita memberi rating bintang (1-5 tinggal klik bintang yang tersedia )
3. Bayaran yang kita peroleh bervariasi tergantung jenis artikel yang dibuka.
4.. Besarnya rata-rata $0.05-$1.
5. Program ini menguntungkan dan mencerdaskan sebab kita dapat informasi dan dapat duit
6.Jika anda coba program ini maka anda kemungkinan penghasilan kita akan bertambah sesuai keaktifan kita masing-masing.(makin aktif makin banyak hasilnya ).

Langkah – langkah pengoperasian :

a. Cara mendaftar :

1. buka http://www.readbud.com/?ref=4190892 9

/ ( klik banner read and rate di atas )

2. Isi form pendaftaran yg ada di sebelah kanan halaman lalu klik tombol Join
Now
3 Cek email dan aktivasi pendaftaran dengan mengklik link aktivasi di email
tsb
4. klik menu "Interests" (minat) dan pilih maksimal 50 item yang menjadi
minat anda (contoh : education, article marketing, dan masih banyak lagi, tetapi anda diberikan kesempatan hanya memilih 50 item saja.
5. klik tombol "Submit Changes"

b. Cara mendapat komisi setiap hari :
1. login ke member area
2. klik menu "Articles"
3. akan muncul 1 judul artikel dan jumlah bayaran (misal $0.05)
4. Klik tombol "Open Article" maka akan terbuka jendela baru berisi artikel
tsb
5. Lihat artikel dan klik gambar bintang di bawah tulisan "Rate This Article"
di bagian bawah utk dapat komisi
6.tutup jendela tersebut dan mulai lagi mengklik artikel berikutnya dengan
cara yang sama
7. Lakukan langkah ini berulang2 untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya
komisi.

c. Cara menarik komisi :

1.Anda bisa menarik komisi anda ke rekening paypal anda apabila sudah
terkumpul min $50.
2.Untuk withdraw caranya klik menu "Account" pilih "Redeem" lalu masukkan
alamat email paypal anda pada kotak isian yang tersedia
Nah mudah bukan, kita bisa membaca sambil mendapatkan imbalan, kita dapat dua-duanya yaitu ilmu dan uang uang.
Bahkan kita bisa mendapatkan hasil yang lebih dengan cara mereferensikan kepada teman- teman yang lain, menguntungkan sekali .
Jangan lipa untuk register klik/ copy paste kode di bawah :

http://www.readbud.com/?ref=4190892

( klik banner read and rate articles di atas )

Selamat berjumpa pada pilihan selanjutnya …..

Kamis, 22 April 2010

RPP PKn Kelas 7,8,9 SMP Semester Ganjil

1. RPP PKn Kelas 7 SMP Semester ganjil 2010/2011
download gratis di sini

2.RPP PKn Kelas 8 SMP Semester ganjil 2010/2011
download gratis di sini

3.RPP PKn Kelas 9 SMP Semester ganjil 2010/2011
download gratis di sini

Rabu, 21 April 2010

RPP Bahasa Daerah Jawa Kelas 7,8,9 SMP Semester Ganjil

1.RPP Bahasa Daerah Jawa Kelas 7 semester ganjil 2010/2011
download gratis di sini

2.RPP Bahasa Daerah Jawa Kelas 8 semester ganjil 2010/2011
download gratis di sini

3.RPP Bahasa Daerah Jawa Kelas 9 semester ganjil 2010/2011
download gratis di sini

RPP Teknologi Informatika Komunikasi TIK Kelas 7,8,9 SMP Semester Ganjil

1.RPP TIK Kelas 7 SMP semester ganjil tahun 2010/2011
download gratis di sini

2.RPP TIK Kelas 8 SMP Semester ganjil tahun 2010/2011
download gratis di sini

3.RPP TIK Kelas 9 SMP semester ganjil tahun 2010/2011
download gratis di sini

RPP IPS Kelas 7,8,9 SMP Semester Ganjil

1.RPP IPS Kelas 7 semester ganjil 2010/2011
download gratis di sini


2.RPP IPS Kelas 8 semester ganjil 2010/2011
download gratis di sini

3.RPP IPS Kelas 9 semester ganjil 2010/2011
download gratis di sini

RPP IPA Kelas 7,8,9 SMP Semester Ganjil

1.RPP IPA kelas 7 semester ganjil 2010/2011
download gratis


2.RPP IPA Kelas 8 semester ganjil 2010/2011

download gratis di sini


3.RPP IPA Kelas 9 semester ganjil 2010/2011
download gratis di sini

Senin, 19 April 2010

RPP Bahasa Inggris Kelas 7,8,9 SMP Semester Ganjil

1.RPP Bahasa Inggris Kelas 9 semester ganjil 2010/2011

download gratis di sini


2.RPP Bahasa Inggris Kelas 8 semester ganjil 2010/2011
download gratis di sini


3.RPP Bahasa Inggris Kelas 7 semester ganjil 2010/2011
download gratis di sini

Minggu, 18 April 2010

Questions Box, Inovasi Media Pembelajaran Kooperatif di Sekolah (pembelajaran inovatif)

Oleh :Drs.Sukendro Syahlil,Guru SMK YPM 8 Sidoarjo
Sumber Media no.03/th.xxxix/Mei 2009

Media Questions Box dalam pembelajaran Kooperatif

Media memegang peran yang amat vital dalam kegagalan atau keberhasilan proses pembelajaran di kelas.Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami sendiri apa yang dipelajarinya,bukan sekedar mengetahuinya dari informasi sang guru.Oleh karena itu diperbukan sebuah media yang mampu menjembatani siswa untuk mengalami proses pembelajaran yang alami dan menyenangkan. Pembelajaran yang unggul akan meningkatkan kreativitas siswa dan guru secara seimbang..Questions Box,sebuah media alternative bagi guru untuk merangsang keterlibatan emosi dan intelektual siswa secara proporsional.

Melibatkan siswa pada tingkat pemikiran yang lebih tinggi dan meningkatkan kerja sama adalah dua perilaku yang akan ditemukan dalam kelas-kelas belajar abad ke-21.Dimana pembelajaran selalu berpusat pada siswa.Oleh karena itu proses pembelajaran di kelas harus benar-benar melibatkan seluruh potensi dan kemampuan siswa secara optimal.Guru mengalami pergeseran peran, dari sumber belajar yang cenderung dominan dan memonopoli arus informasi di kelas. Selanjutnya mengalami perubahan yang begitu deras,yakni guru harus lebih banyak menjadi motivator dan fasilitator pembelajaran bagi siswa siswanya. Dengan kemajuan dan perkembangan teknologi yang serba canggih,sebenarnya peran guru lebih efektif dapat dalam meningkatkan keberhasilan pembelajaran di kelas melalui penggunaan media yang variatif dan komunikatif.

Nampaknya media questions box, menjadi salah satu alternative dalam mengembangkan kecakapan dan memfasilitasi kerjasama siswa dalam proses pembelajaran di sekolah.Karakter yang menonjol pada penerapan media pembelajaran questions box,yakni sederhana,kompetitif dan kreatif.

Sederhana, karena media questions box bisa dibuat oleh semua guru dengan cara yang mudah,peralatan terdiri atas box (kotak), questions (daftar pertanyaan/soal sesuai dengan tema atau topic pembahasan ).Bahan yang bisa dijadikan kotak media ini dapat menggunakan benda-benda yang sudah tidak terpakai,atau bisa juga memalui daur ulang benda-benda di sekitar sekolah yang terbuang.Guru bisa menggerakkan siswa dalam membuat kotak media, baik secara perorangan maupun secara kelompok

Kompetitif, media ini mengharuskan seluruh siswa dalam kelompoknya masing-masing untuk berlomba-lomba memperoleh coin berupa “bintang”. Kelompok yang adem ayem dalam pengertian kurang kreatif, maka secara otomatis bintang kelompoknya kalah dengan dibandinglkan dengan kelompok yang lain.Persaingan yang sehat antar kelompok menjadi cirri khas yang menonjol dari pembelajaran tersebut.

Kreatif, guru bisa mengadakan lomba antar kelompok untuk membuat desain kotak (box) yang akan dijadikan sebagai media pembelajaran di kelas.Biasanya siswa akan berlomba menampilkan model kreativitasnya menjadi yang terbaik dalam pembuatan kotak media sesuai dengan tugas yang diberikan oleh sang guru.

Dalam peerapan media question box,guru memiliki banyak pilihan,Model pembelajaran yang diterapkan di kelas amat bergantung pada kemampuan guru. Tetapi satu hal yang amat vital dalam pembelajaran modern yakni berpusat pada aktivitas siswa.Oleh karena itu proses pembelajaran yang menerapkan media questions box,paling tidak aplikasi siklus pembelajarannya, meliputi tiga fase yaitu kese[pakatan, game questions box, dan evaluasi kolektif.

Fase kesepakatan
Pada tahapan ini guru bersama siswa menyusun kesepakatan awal proses pembelajaran di kelas. Kegiatannya mencakup pembentukan kelompok,sosialisasi aturan diskusi,undian pengambilan soal dalam kotak,aturan dan lama kegiatan yang direncanakan.

Fase game questions box
Siswa dalam kelompoknya masing-masing mengambil undian untuk pengambilan soal dalam box.Setiap soal yang telah diambil oleh salah satu kelompok langsung dijawab, dan bisa ditanggapi oleh kelompok lain.Pembahasan materi soal tidak hanya bersumber pada buku pelajaran, tetapi bersifat bebas.Setiap kelompok diberikan kebebasan untuk menyampaikan tanggapannya dari berbagai sumber,misalnya internet,surat kabar,majalah, jurnal atau sumber lain yang relevan. Kelompok yang mampu menanggapi soal dengan benar dan logis berhak mendapat bintang.Kelompok yang mengoleksi bintang banyak maka secara otomatis nilai yang diperolehnya makin baik.Sebaliknya kelompok yang memperoleh bintang sedikit,maka kelompok tersebut nilainya relative kecil.Sebuah persaingan dalam proses pembelajaran yang sehat dan menyenangkan bagi seluruh siswa.Untuk lebih bergairah dan berdaya saing yang lebih tinggi,sebaiknya topic atau materi dalam questions box disampaikan seminggu sebelumnya,tetapi bukan berarti membocorkan soalnya.Sehingga masing-masing kelompok mempunyai kesempatan untuk mencari informasi dari berbagai sumber yang terkait, misalnya buku,internet,atau sumber yang lain.

Fase evaluasi kolektif
Yaknikegiatan yangdilakukan guru bersama siswa.Guru bisa menyampaikan nilai kelompok yang berdasarkan jumlah bintang,melakukan evaluasi proses diskusi,dan pemberian penghargaan pada kelompok pemenang.Satu hal yang harus ditanamkan dalam pembelajaran dengan media questions box yakni sikap sportif,bersaing secara sehat,gembira, dan senantiasa mencari informasi terbaru.

Penerapan media questions box dalam pembelajaran di kelas akan mengurangi ketergantungan siswa terhadap guru, karena siswa harus dipacu untuk mencari informasi terbaru berkaitan dengan topic yang akan didiskusikan di kelas. Sudah saatnya proses pembelajaran berpusat pada siswa,bukan pada guru.Dalam konteks belajar berpusat pada siswa,nampaknya media questions box, menjadi sebuah alternative bagi guru di negeri ini.

RPP Matematika Kelas 7,8,9 SMP Semester Ganjil

1.RPP Mata pelajaran Matematika SMP Kelas 7 semester Ganjil 2010/2011
download gratis di sini


2.RPP Mata pelajaran Matematika SMP Kelas 8 semester Ganjil 2010 /2011
download gratis di sini


3.RPP Mata Pelajaran Matematika SMP Kelas 9 semester Ganjil 2010/2011
download gratis di sini

Jumat, 16 April 2010

Model Pembelajaran Smart Smile untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca (inovatif SMA)

Oleh :Nitya J Walita, Guru Bahasa Inggris SMAN 2 Jember
Sumber Jawa Pos, Rabu,25 Februari 2009

Mengajar bahasa Inggris berarti mengajarkan empat ketrampilan yang meliputi ketrampilan mendengarkan (listening), berbicara (speaking),membaca (reading, dan menulis (writing).Namun,ketika mengajar reading,peneliti mendapati banyak siswa IPS yang tidak berkonsentrasi pada ateri pelajaran.Mereka cenderung berbicara dengan rekan mereka sehingga tidak mengetahui topic reading text yang dibahas.

Sebagai solusi,peneliti menerapkan smart smile sebagai model pembelajaran bahasa Inggris.Smart smile memiliki pengertian tersurat dan tersirat.Secara tersurat,smart smile berarti senyum yang cerdas.
Secara tersirat,smart smile merupakan singkatan dari
“Showing Media of Related Topictrough Steps Measured Intentionalty to Link Up Educations”
Model pembelajaran ini berkonsentrasi pada cara mengajar yang menyenangkan.Dengan ekspresi wajah senyum,namun tetap mengandung ketegasan yang sesuai dengan suasana kelas untuk menciptakan suasana yang nyaman pada siswa.
Smart smile dilengkapi dengan media visual yang disusun sedemikian rupa , yang sesuai dengan materi reading yang disajikan, sehingga siswa merasa nyaman dan akhirnya tertarik pada materi reading.

RPP Bahasa Indonesia Kelas 7,8,9 SMP Semester Ganjil

1.RPP Bahasa Indonesia Kelas 7 semester Ganjil 2010/2011
download gratis di sini


2.RPP Bahasa Indonesia Kelas 8 Semester Ganjil 2010/2011
download gratis di sini


3.RPP Bahasa Indonesia Kelas 9 Semester Ganjil 2010/2011ziddu
download gratis di sini

Rabu, 14 April 2010

RPP Pendidikan Agama Islam Kelas 7,8,9, SMP Semester Ganjil

1. RPP Pendidikan Agama Islam SMP kelas 7 semester ganjil tahun pelajaran 2010/2011

download gratis di sini

2.RPP Pendidikan Agama Islam SMP Kelas 8 semester ganjil ,genap tahun pelajaran
2010/2011

download gratis di sini

3.RPP Pendidikan Agama Islam SMP Kelas 9 Semester ganjil, tahun pelajaran 2010/2011
download gratis di sini

Selasa, 13 April 2010

Film Dokumenter (Filter) dan Lawatan Sejarah (Laser) untuk Mengefetifkan Pembelajaran Sejarah ( inovatif SMA)

Oleh : Mustakim, SS . Guru SMA Muhammadiyah 1 Gresik
Sumber Jawa Pos Selasa 24 Februari 2009

Pembelajaran sejarah yang baik harus bisa mengonstruksi ingatan historis dan ingatan emosional. Metode pembelajaran satu arah selama ini hanya mampu mengonstruksi ingatan historis.Akibatnya,siswa menjadikan sejarah hanya sebagai fakta-fakta hafalan tanpa tertarik untuk menggali dan memaknainya. Ingatan historis semata tidak akan bertahan lama.Agar ingatan historis bisa bertahan lama,perlu disertai dengan ingatan emosional.

Ingatan emosional adalah ingatan yang terbentuk dengan melibatkan emosi, sehingga bisa menumbuhkan kesadaran dalam diri siswa untuk menggali dan memaknai berbagai peristiwa sejarah. Proses pembelajaran bisa aktif dan komunikasi dua arah antara guru dengan siswa untuk mengutarakan pendapatnya mengenai obyek sejarah yang sedang dipelajari.Sebab sejak awal siswa merasa menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Film adalah audiovisual yang bisa menghadirkan “suatu rekaman dunia” lengkap dengan unsure gambar,suara,suasana,dan waktu pada masa lalu yang bisa menggugah emosi. Dengan demikian, setelah menonton film,siswa akan terpicu untuk menggali lebih jauh lagi sejarah yang terdokumentasikan versi film itu.

Media audiovisual kurang tersedia sesuai dengan materi dan karakter dalam pembelajaran sejarah.Maka, dibuat film documenter (Filter) berjudul “Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan Lokal di Kabupaten Gresik “. Selain penggunaan media ini dalam pembelajaran, digunakan metode lawatan sejarah (Laser).Lawatan sejarah (Laser) adalah kunjungan ke situs-situs sejarah dan kepurbakalaan local yang diisi dengan temu narasumber dan diskusi.

Pembelajaran dilaksanakan melalui beberapa tahap,antara lain penyusunan silabus,rencana pelaksanaan pembelajaran,modul pembelajaran,pembuatan film dokementer (filter),lawatan sejarah (laser),dan evaluasi.Setelah siswa diberikan fakta-fakta sejarah untuk mengonstruksi ingatan historis di dalkam kelas melalui kajian pustaka dan film documenter (filter),penajaman ingatan emosionalnya dapat dilakukan melalui lawatan sejarah (laser).

Hasil pembelajaran dilaporkan dalam bentuk kajian pustaka,film documenter,(filter) dan lawatan sejarah (laser) melalui tugas individu (lembar kerja siswa),tugas kelompok (laporan kerja kelompok),pengamatan proses pembelajaran,dan hasil proses pembelajaran melalui angket respons siswa.Hasil pembelajaran menunjukkan, membuat dan memanfaatkan film documenter (filter) serta menggunakan metode lawatan sejarah (laser) sangat efektif dan baik untuk dilanjutkan sebagai metode pembelajaran sejarah.

Peningkatan Ketrampilan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika dengan Media Kartu Kerja (inovatif SD )

Oleh :Heri Purwanto, Guru Kelas SDN Bareng II,Jombang )
Sumber Jawa Pos Kamis 19 Februari 2009

Matematika salah satu ilmu dasar yang berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).Matematika dan cara berpikir matematika mendasari bangunan pendidikan disiplin ilmu yang lain.

Matematika dapat tumbuh dan berkembang secara “mandiri”.Tetapi,tidak dapat dipungkiri bahwa ia berkembang karena adanya beberapa tuntutan perkembangann ilmu dan pengetahuan lain.

Ada tiga aspek orientasi matematika sekolah,yaitu :1. Orientasi kepada kompetensi yang diharapkan,(2) prientasi tentang bahan ajar/materi, dan (3) orientasi kepada kondisi lingkungan.

Pendekatan pemecahan masalah merupakan focus dalam pembelajaran matematika.Setiap pembelajaran matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai situasi (contextual problem ).Konsep matematika akan dibangun dan dikonstruksi dari bahan-bahan yang konkret menjadi abstrak dalam benak sang anak.

Sebab, ketrampilan penyelesaian penyelesaian masalah dalam soal adalah penting.Kesalahan yang umumnya dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita adalah siswa kurang mendapatkan informasi dari soal cerita.

Penulis mencoba mengatasi masalah tersebut dengan media kartu kerja dengan panduan langkah-langkah siswa dalam menyelesaikan soal cerita.

Rolet .Magnet Mempermudah Siswa menguasai Perkalian (pembelajaran Inovatif SLB/ SD )

Oleh : Siti Jaiyaroh, SDLB Cerme, Gresik
Sumber Jawa Pos Sabtu, 28 Februari 2009

Untuk menhindari kebiasaan menghafal perkalian yang tidak efektif,tidak bermakna, dan tidak relevan dengan tuntutan zaman,penulis menerpakan media pembelajaran inovatif yang dapat mengembangkan curiosity (rasa ingin tahu) siswa. Media itu ialah rolet magnet.

Rolet magnet merupakan alat permainan perkalian yang menggunakan prinsip tebakan . Ia terdiri dari dua lapis mika besar kecil yang diwarnai,berbentuk bulat seperti jam,dan bisa diputar. Setiap lapisan bertuliskan angka 1 hingga 10. Tepat ditengahnya disiapkan tempat yang dilengkapi dengan magnet.

Ada kantong pilihan yang berupa kartu-kartu bilangan yang merupakan kemungkinan jawaban atas perkalian.Bagian belakang kartu dengan jawaban salah ditempeli lempeng aluminium atau logam lain yang tidak menempel pada magnet. Kartu dengan jawaban benar ditempeli lempeng logam yang bisa menempel pada magnet. Dengan demikian,jika siswa mengambil kartu blangan yang salah,kartu tersebut aka jatuh. Sebaliknya, jika siswa mengambil kartu bilangan yang jawabannya benar, kartu itu akan tetap menempel pada rolet magnet.

Senin, 12 April 2010

Peningkatan Kemampuan Membaca Teks Report Bahasa Inggris dengan Weblog (inovasi pembelajaran )

Oleh Budi Sulistijanto (Guru SMPN I Sidayu Gresik)
Sumber : Jawa Pos, Jamis 12 Februari 2009

Membaca adalah salah satu skill yang harus dikuasai siswa dalam mempelajari bahasa Inggris.Kenyataannya,siswa sering mengalami kesulitan dan kurang tertarik membaca.Penyebabnya antara lain,kurangnya pemahaman kosa kata siswa,teknik pengajaran guru yang kurang bervariasi,banyaknya siswa yang tidak memiliki kamus,dan media pembelajaran yang tidak interaktif

Peneliti membuat inovasi pembelajaran dengan menggunakan media weblog pada pembelajaran membaca.Weblog dipilih penulis dengan asumsi bahwa murid akan lebih tertarik utnuk membaca dan dapat menjawab pertanyaan dengan benar sehingga mereka dapat memahami bacaan dengan lebih baik. Selain itu,weblog dipilih untuk merespon anjuran Menkominfo ,M.Nuh yang meminta para blogger dapat menjadikan blog sebagai sarana edukasi.

Keunggulan media weblog,diantaranya,mudah dibuat, murah, dapat diakses siswa dari rumah,lebih intaraktif karena siswa dapat melihat sumber aslinya,dan tersedianya kamus online.Kontenyang dapat diakomodasi dalam blog, antara lain file gambar,suara, dan video.Dengan demikian, blog tidak membosankan karena tidak hanya tulisan.

Secara garis besar,hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan, dengan media weblog dalam pembelajaran membaca siswa kelas 9, kemampuan membaca siswa meningkat.Hasil ketuntasan belajar siswa sebelum menggunakan weblog adalah 64 persen..Setelah pembelajarn dengan media weblog,didapatkan hasil siklus I adalah 82 persen, sedangkan siklu ke-2 ialah 93 persen.Karena itu,blog merupakan salah satu media pembelajaran yang strategis untuk meningkatkan proses pembelajaran yang aktif dan interaktif pada ketrampilan membaca.

Papan Sampah,Sarana Melatih Tanggung Jawab (pembelajaran inovatif di SD )

Oleh : Imam Syafii (guru PKn, SD Al-Hikmah Full Day School Surabaya )
Sumber Jawa Pos, Jumat 20 Februari 2009

Karya ini membahas pembelajaran sikap tanggung jawab siswa ,membuang sampah pada tempatnya dengan memanfaatkan media papan sampah siswa, sebagai upaya mengaplikasikan pembelajaran PKn siswa SD kelas I.Media papan sampah dibuat dari gabung berukuran 60x85 cm persegi, dengan dilapisi kertas manila yang bertuliskan nama-nama panggilan semua siswa dalam satu kelas. Setiap tulisan nama panggilan disediakan pulpen yang diikat dalam gantungan media papan sampah siswa. Pada sisi kiri papan sampah siswa, disediakan format sampah kutemukan. Pada sisi kanan, disediakan format sampah kubuang.

Model pembelajarannya ini menitikberatkan pada konsep saling mengingatkan antar teman di kelas untuk bertanggung jawab membuang sampah pada tempatnya. Jika seorang siswa menemukan sampah di wilayah di tempat duduk temannya,siswa pertama mengambil sampah tersebut, kemudian menempelkan sampah pada media papan sampah yang bernama siswa kedua.Siswa pertama memberikan tanda garis pada format “sampah kutemukan” di sisi kiri media papan nama siswa.

Mengetahui ada sampah di tempelkan pada papan namanya,dia membuangnya ke tempat sampah.Lantas dia memberikan tanda garis pada format “sampah kubuang”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media papan sampah siswa efektif dalam melatih tanggung jawab siswa membuang sampah pada tempatnya.

Minggu, 11 April 2010

“Cari dan Jawab”Teknik Pembelajaran Bahasa Inggris Menyenangkan ( Inovasi Pembelajaran )

Oleh :Anis Dian Hartini ( Guru SMAN 2 Bojonegoro )
Sumber Jawa Pos , Minggu 8 Maret 2009

Teknik “ cari dan jawab “ (serch and anwer ) adalah suatu metode pembelajaran bahasa Inggris untuk mengembangkan ketrampilan membaca siswa di tingkat SMA atau sederajat (jika mungkin SMP ). Pada prinsipnya,teknik ini memanfaatkan artikel-artikel dari Koran atau surat kabar berbahasa Inggris.

Dengan teknik ini gurudiharapkan tidak hanya mampu mengubah suasana kelas yang membosankan menjadi menyenangkan.Tetapi,guru juga bisa meningkatkan teknik dan kecepatan membaca siswa.Selain itu,dengan teknik ini,siswa tidak sekadar mencari informasi dari kegiatan membacanya,
.Tetapi juga mendapat kesenangan,karena merasa terlibat dalam permainan kelompok.

Memang bagi sebagian besar guru bahasa Inggris,mengajarkan dan mengembangkan ketrampilan membaca (reading sklill) bisa jadi merupakan pekerjaan yang melelahkan dan membosankan.Demikian juga siswa.Mereka acapkali mengeluh ketika harus berhadapan dengan wacana berbahasa Inggris.Penyebabnya,mereka merasa tidak mampu memahami wacana tersebut. Banyaknya kosakata asing yang mereka temukan di wacana dan ketidaktahuan mereka akan teknik membaca yang tepat adalah dua dari sekian banyak alasan yang sering dikeluhkan.

Kondisi seperti itu mendorong siswa untuk sangat bergantung kepada kamus dan menjadikan mereka pembaca yang pasif, pembaca yang enggan berpikir kritis dan akurat. Ketidak kreatifan guru untuk selalu berusaha mencari teknik pembelajaran yang menarik dan menyenangkan menambah rumit masalah itu.Dengan demikian tidaklah mengherankan apabila kegiatan pembelajaran membaca di kelas sering dipandang siswa sebagai kegiatan yang tidak menarik dan menjemukan.

Melalui artikel ini, saya mencoba berbagi pengalaman terutama dengan sesame guru bahasa Inggris SMA atau yang sederajat di dalam upaya menciptakan teknik pembelajaran yang menarik.Mungkin saja ini, bisa digunakan sebagai teknik alternative untuk kegiatan pembelajaran membaca,yaitu melalui “teknik cari dan jawab “.Pada prinsipnya teknik ini melatih siswa memecahkan masalah dalam kelompok dengan memanfaatkan atau dengan bantuan artikel-artikel dari Koran berbahasa Inggris.

Meski mereka tampaknya diajak bermain dalam kelompok, sejatinya mereka belajar bagimana bekerja sama dengan orang lain.Bagaimana memilih dan menggunakan teknik membaca yang tepat sekaligus ditantang berkompetisi dengan kelompok-kelompok lain dalam hal membaca cepat dan tepat.. Ini sesuai dengan yang ditulis Brown (1994) dalam Teaching by Principles yang menyatakan “ a classroom activity implies some sort of active performance on the part of learnes” (kegiatan di kelas menunjukkan tampilan aktif si pembelajar ).

Bagaimana menerapkan teknik itu di kelas ?.untuk menerapkannya ,kelas harus dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil.Masing-masing terdiri atas empat atau lima orang,kelompok-kelompok tersebut kemudian diberi nomor.Misalnya, kelompok1, kelompok2, dan seterusnya..Setelah itu siswa diminta duduk sesuai kelompok masing-masing,dan setiap kelompok diberi satu set Koran berbahasa Inggris.Kemudian, semua kelompok diminta membuka nomor halaman Koran sesuai dengan nomor kelompoknya.

Contohnya, kelompok 1, membuka halaman satu, kelompok2, halaman 2, kelompok 3 halaman 3,dan seterusnya.Setelah itu semua kelompok diminta memilih satu artikel di halaman tersebut dan membacanya.Kemudian bersama dengan anggota kelompoknya,setiap kelompok harus membuat lima pertanyaan tentang artikel yang baru dibacanya, dan menuliskan kelima pertanyaan tersebut di atas kertas manila.Setiap kelompok diberi kesempatan presentasi di depan kelas dengan menempelkan kertas manila tersebutdi papan tulis.

Ketika kelompok 1, yang melakukan presentasi,kelompok –kelompok lain harus membuka halaman 1.Ketika kelompok 2, yang presentasi, kelompok-kelompok lain harus membuka halaman 2, dan seterusnya.Dengan membaca pertanyaan-pertanyaan di papan tulis,kelompok-kelompok lain diminta mencari artikel mana yang dimaksud oleh kelompok penyaji.Setelah berhasil menemukan artikel yang dimaksud,segera mungkin membacanya untuk menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Bibliokonseling,Layanan BK Tanpa Risi (Inovasi pembelajaran BK )

Oleh : Beta Nur Bety Tsany (Guru MTSN,Balen Bojonegoro
Sumber Jawa Pos,Rabu, 11 Maret 2009

Pencapaian tujuan pendidikan di sekolah sesungguhnya merupakan tugas bersama guru mata pelajaran,guru bimbingan dan konseling,serta tenaga pendidik lain di sekolah.Di Negara maju,fungsi pengembangan sekolah telah terpusat pada layanan bimbingan dan konseling (BK).

Program-program sekolah didasarkan data yang diperoleh BK dari siswa.Sebab informasi tersebut selain up to date seiring dengan perkembangan individu (siswa) yang setiap saat selalu mengalami perubahan kejiwaan dan membutuhkan aktualisasi serta respons positif dari lingkungannya.

Di sekolah,BK memiliki fungsi pengembangan,perbaikan,pemeliharaan kondisi positif,serta pemahaman dan pengentasan masalah siswa.Fungsi itu diterapkan dalam berbagai layanan,antara lain,layanan informasi,orientasi,bimbingan kelompok,dan konseling individu.BK membina siswa dalam berbagai aspek pribadi,pengembangan diri,social dan karir.

Dalam praktik sehari-hari berbagai kendala dihadapi guru dalam membimbing siswa.Banyak metode digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.Dari pendekatan Behavior,humanistickognitif, hingga sibermetic.

Salah satu alternative pendekatan yang saat ini mulai dikaji adalah bibliokonseling.Yakni pendekatan bimbingan dan konseling dengan menggunakan informasi atau pengetahuan yang terdapat dalam buku pustaka.

Dengan menggunakan buku bacaan sebagai “alat” untuk membantu siswa,guru BK punya ribuan alternative bantuan untuk membimbing siswa,khususnya yang mengalami masalah.Dari komik,buku cerita,artikel dari Koran atau majalah,novel,teenlit,hingga buku yang tergolong berat seperti tulisan ilmiah,semua dimanfaatkan.

Untuk siswa yang cenderung sulit membaca buku teks,guru BK bisa memilihkan komik atau cerpen yang disukai siswa.Buku bacaan yang ditunjuk harus sesuai dengan masalah siswa.Dengan demikian,setelah membaca buku tersebut,siswa terbantu menyelesaikan masalah yang dihadapi.Selain itu,buku yang digunakan harus sesuai dengan usia perkembangan siswa,sehingga bahasa dalam buku tersebut dapoat dipahami dengan mudah.

Dengan menggunakan buku sebagai media untuk membantu siswa,guru dapat menghindari kemungkinan munculnya kesenjangan yang terjadi. Misalnya siswa mengalami masalah yang berhubungan dengan anatomi tubuhnya.Kendala bisa timbul bila siswa dan guru BK berjenis kelamin beda.Kendala seperti ini tak perlu muncul dalam bibliokonseling.Dari buku yang diberikan oleh guru BK,siswa terbantu mendapatkan informasi lengkap tanpa harus merasa risi atau malu.

Kelebihan lain bibliokonseling adalah siswa merasa lebih aman.Bagi kebanyakan siswa,pemanfaatan buku bacaan untuk mencari alternative solusi atas masalah yang dihadapi tanpa kawatir masalahnya diketahui oleh orang lain.

Belajar IPA Sistem Belanja ( inovasi Pembelajaran SMP )

Ole: Haryaningtyas (guru SMP Darul Madinah Madiun )
Sumber :Jawa Pos Selasa 3,Februari 2009

IPA termasuk mata pelajaran yang dianggap sulit,menakutkan,tidak ada komunikasi verbal dua arah,dan sering diikuti dengan terpaksa.Akibatnya ,siswa tidak mampu menunjukkan kemampaun maksimal,kecuali yang memang tertarik belajar IPA.

Karena itu diperlukan inovasi strategi pembelajaran yang mampu menampung keinginan siswa.Bagaimana,apa,dan kemana siswa siswa belajar IPA ?.Dengan begitu,tumbuh motivasi siswa untuk mengenal IPA lebih jauh.

Keinginan itulah yang melatari niat penulis melahirkan strategi agar pembelajaran IPA diterima siswa dengan rasa suka,,proses pembelajaran IPA menjadi menyenangkan,dan muncul inovasi baru dari siswa.

Dalam strategi tersebut,siswa dilibatkan sejak awal,tengah hingga akhir pembelajaran.Siswa diajak”berbelanja” paket-paket IPA untuk dikonsumsi bersama atas keinginan sendiri.Siswa terus terlibat dalam apa dan bagaimana mereka beajar IPA.Inovasi itu disebut “Sistem Belanja Paket”.Sebab strategi yang digunakan mengambil prinsip jual beli di pasar atau supermarket.

Kegiatan tersebut meliputi dua tahap :
Tahap pertama diaksanakan di awal pertemuan semester dan tahap kedua di awal kegiatan pada tiap tatap muka.Guru melibatkan siswa untuk bersama-sama berbelanja paket-paket SK,KD materi pokok yang tersedia,diurutkan,ditata rapid an dikonsumsi selama satu semester.

Tentu ketikamenyantap aket-paket belanjaannya siswa merasa lebih nikmat karena barang-barang itu adalah pilihan mereka sendiri.Dalam hal memilih paket belanja yang berisi SK,KD dan materi pokok,guru tetap member arahan dan penguatan.Terutama SK,KD dan materi pokok mana yang saling berhubungan dan mana yang bisa saling lepas.Juga SK,KD,dan materi pokok mana yang perlu mendapat perhatian khusus.

Tentu pilihan siswa tidak sama.Namun setelah proses kunjung karya dan diskusi klasikal,biasanya ada persamaan pilihan dan minat dalam menyusun urutan SK,KD dan materi pokok selama satu semester.Guru tinggal membimbing untuk membuat kesimpulan dan kesepakatan bersama guna dilaksanakan dalam proses belajar mengajar IPA di kelas.

Tahap kedua,yang dilakukan di awal proses pembelajaran tiap tatap muka.,masih terkait dengan tahap sebelumnya.Urutan pertemuan disesuaikan dengan materi yang dipilih siswa.

Sistem belanja tersebut diberlakukan pada awal kegiatan,yang dalam RPP masuk bagian motivasi dan apersepsi.Dalam 10-15 menit,siswa dipersilahkan berbelanja paket-paket berisi indikator,kegiatan pembelajaran dan penilaian yang akan menjadi “bahan masakan” dalam proses pembelajaran dalam tatap muka saat itu.Dengan demikian siswa merasa terlibat untuk menentukan ,apa,bagaimana, dan kemana proses pembelajaran yang dijalani.

Dalam system belanja itu,guru dituntut kreatif.Sebab dalam tiap tatap muka,guru harus menyediakan “paket-paket belanjaan” yang harus dibeli siswa.Guru harus juga meyiapkan semua perangkat dari semua paket belanjaan.

Pertanyaannya,mungkin, mengapa “paket belanjaan “ harus diberikan awal pembelajaran pada setiap tatap muka ?..Pertimbangannya,saat KBM terjadi,kondisi siswa tidak sama.Bisa jadi,pada waktu tertentu,siswa ingin belajar di kelas, di laboratorium, bahkan ingin belajar di kantin.Kondisi inilah yang mendapat perhatian dalam proses pembelajaran.Guru tak hanya menuntut siswa memahami apa yang disampaikan,tanpa melihat aspek dari pribadi siswa.

Sistem belanja inisangat membantu guruuntuk mengetahui bagaimana kondisi siswa saat KBM berlangsung,sehingga mempermudah peyampaian materi dan proses penilaian.Berdasar beberapa pertemuan yang sudah penulis uji cobakan,hasil evaluasi akhir menunjukkan prestasi siswa meningkat.Minat terhadap pelajaran IPA juga terus naik,indikasinya,siswa mulai bertanya,”Kapan kita belanja lagi ? “.Akhirnya,terjadi peningkatan proses pemahaman siswa tentang, apa,bagaimana,dan mau kemana belajar IPA.

Pembelajaran dengan Model Problem Based Learning (PBL).Belajar PKn Lebih Demokratis

Oleh :Erfina Fuadatul Khilmi (GTT SMK Analis Kesehatan Negeri Jember )
Sumber : Jawa Pos, Selasa 21 Februari 2009

Menciptakan situasi kelas yang inspiratif,interaktif,dan menyenangkan dalam pembelajaran PKn, tidaklah mudah.Sebagian besar siswa masih masih menganggap PKn sebagai pelajaran yang mementingkan hafalan.Pengetahuan yang diberikan guru dianggap kurang memberdayakan potensi kognitif,afektif dan psikomotorik siswa secara optimal.

Untuk mengubah anggapan tersebut,guru dituntut memiliki kemampuan dan ketrampilan untuk mencari strategi pembelajaran kreatif yang melibatkan siswa secara aktif dengan mengutamakan penguasaan kompetensi.Rumusannya mengembangkan karakter yang cerdas dan budaya nalar terhadap konsep,nilai serta peilaku demokratis warga Negara.

Sebagai proses pencerdasan,pendekatan pembelajaran PKn harus memungkinkan suasana kelas menjadi lebih inspiratif dengan pelatihan penggunaan logika serta penalaran.Guru bisa memberikan pembelajaran yang digali dari fenomena yang terjadi di lingkungan masyarakat sebagai pengalaman langsung.

Salah satu alternative yang bisa diterapkan guru untuk meningkatkan kualitas dan hasil pembelajaran PKn adalah pembelajaran dengan model problem based Learning (PBL),pembelajaran berbasis masalah.Misalnya pemecahan masalah korupsi yang sampai sekarang masih ramai dibicarakan dan menjadi isu sentral dalam pemerintahan,media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Sebelum pembelajaran dilakukan siswa mengamati secara mendalam fenomena korupsi yang sering dilakukan aparatur Negara yang dilakukan secara korporasi (kejahatan korporasi).Lalu siswa diminta mencatat permasalahan yang muncul.Disini siswa dituntut mencari dan menemukan masalah.Misalnya,latarbelakang,factor-faktor yang mendorong munculnya korupsi,dan upaya pemberantasan korupsi.

Dari permasalahan itu, siswa mmendiskusikan,mencari dan menemukan pemecahan melalui proses bertanya kepada guru,kerja kelompok, atau belajar berdasar buku serta media yang membahas korupsi.Peran guru adalah menstimulasi siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dengan mengarahkan mereka untuk bertanya atau berpendapat.

Sebagai contoh,apakah penegak hukum yang lemah dan pengawasan penyelenggaraan Negara yang dilakukan secara tidak independen mendorong orang melakukan korupsi ?.Siswa harus membuktikan pendapat itu berdasar fakta-fakta.Guru mendengarkan pendapat berbeda diantara mereka.Tindakan itu mengajari sekaligus menerapkan cara hidup demokrasi berbasis diskusi kelas.Dari sini akan tumbuh cara pandang multiperfektif dengan pemikiran yang luas terhadap sebuah fakta.

Melalui proses diskusi ini,siswa bisa merefleksikan ide serta harapan yang ingin dipeolehnya dengan kenyataan.Dengan demikian,peningkatan hasil belajar yang dicapai bukan sekedar hasil menghafal materi,melainkan lebih pada kegiatan nyata (pemecahan kasus ) yang dikerjakan siswa saat proses pembelajaran (diskusi kelas atau diskusi kelompok).

Pembelajaran Problem Based Learning harus didukung profesionalisme dan kompetensi guru. Tanpa dua hal itu,metode pembelajaran terbaik pun tidak akan berarti dalam meningkatkan kualitas belajar siswa.Performan guru yang percaya diri akan melecut semangat siswa

Lebih Paham Negara ASEAN dengan Kartu Kuartet ( Inovasi pembelajaran SD )

Oleh:A.Risqi Basuki SDN Dharma Tanjung 1,Camplong,Sampang
Sumber : Jawa PosJumat,6 Februari 2009

Kemampuan siswa kelasVI dalam menyerap pelajaran karakteristik Negara-negara Asean di SDN Dharma Tanjung 1 Camplong sangat kurang.Diperlukan stimulus yang tepat yang bisa mendorong siswa untuk aktif belajar sekaligus mampu menyerap materi pelajaran. Salah satunya permainan dengan kartu kwartet.

Permainan ini menggunakan dua set kartu,masing-masing 40 kartu.Satu set kartu dibagi sepuluh kelompok sesuai jumlah Negara anggota ASEAN.

Setiap kelompok terdiri atas 4 kartu (kwartet) yang menggambarkan karakteristik salah satu Negara anggota ASEAN.Misalnya,kelompok kartu tentang Indonesia terdiri atas kartu Ibu kota Indonesia, mata uang Indonesia, lagu kebangsaan Indonesia, dan luas wilayah Indonesia. Di bagian bawah kartu ditampilkan peta,bendera,dan lambing Negara Indonesia. Demikian juga dengan Sembilan Negara anggota asean lainnya.

Inti permainan,peserta didik diminta mengelompokkan kartu=kartu tersebut sesuai dengan negaranya.Yang paling banyak mengumpulkan kelompok kartu,dialah pemenangnya.

Jumat, 09 April 2010

Belajar Procedure Text dari Barang Bekas (inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris SMP )

Oleh:Hernawati K (Guru SMP Al-Hikmah Surabaya )
Sumber: Jawa Pos,Sabtu,31 Januari 2009

Dalam contextual teaching and learning (CTL), guru diharapkan mampu menggunakan konteks beragam.Artinya,makna/pengetahuan bisa diperoleh tidak hanya pada materi ajar/buku teks,melainkan pada banyak hal.Panduan pengembangan silabus Mata Pelajaran Bahasa Inggris,SMP Departemen Pendidikan Nasional (2006:24) menyebutkan,sumber bahan adalah segala sesuatu yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran,dapatberupa buku teks,media cetak,media elektronika,nara sumber,lingkungan alam sekitar,dan sebagainya.

Lingkungan alam sekitar merupakan sumber belajar yang tidak ada habisnya.Berangkat dari lingkungan,penulis menawarkan alternative sumber belajar yang bisa digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris,khususnya procedure text.

Sumber belajar tersebut adalah, barang bekas dari segala macam produk,khususnya yang menunjukkan cara pemakaian produk atau teks prosedur.Misalnya,bungkus produk makanan minuman,obat,kardus barang elektronik,kaleng dan manual book/users guide.

Teks prosedur tersebut digunting dan ditempelkan pada kertas buffalo,manual book user;s guide barang elektronik difotokopi,kardus yang berukuran kecil bisa langsung dipakai.Guru bisa melibatkan siswa dalam pembuatan media tersebut dengan memberikan tugas individu.Penugasan ini sekaligus merupakan upaya mengaitkan tugas sekolah dengan pengalaman sehari-hari.Johson (2002:42) menyebutnya learning by doing,yang merupakan pesan produk CTL.

Pemilihan barang bekas didasarkan pada beberapa alasan;
Pertama ,barang bekas sangat bervariasi,baik bentuk,tema,tingkat kompleksitas,maupun bahasa yang digunakan.Ada tema kesehatan hingga telekomunikasi,mulai yang sangat sederhana hingga sangat sulit.Ada yang berbahasa Indonesia,Inggris-Indonesia, atau Inggris saja.
Guru harus pandai-pandai memilih. Di tingkat SMP,teks prosedur hadir di kelas 7 dan 9. Guru bisa memberikan teks prosedur dengan tingkat kesulitan rendah pada kelas 7, dan tingkat kesulitan lebih tinggi pada kelas 9.

Kedua, secara psikologis,penggunaan variasi media pembelajaran ini,bisa membangkitkan keinginan, minat,motivasi,serta rangsangan kegiatan belajar seperti yang diungkapkan Hamalik (1986:37).

Ketiga, secara ekonomis,barang bekas tentu murah,meriah dan mudah didapat.Guru di pelosok pun bisa dengan mudah memperolehnya.
Sebagai sumber belajar listening,guru bisa membuat script berbentuk close procedure atau kalimat rumpang berdasar manual book/user;s guide dan teks prosedur yang ada.Guru tinggal menghilangkan beberapa kata pada teks tersebut,menulis ulang,dan membawakannya di depan kelas.
Reading bisa dilakukan dengan menukarkan media yang telah di buat masing-masing siswa,sehingga mereka mendapat pengetahuan lebih beragam dengan tingkat kompleksitas yang ada.
Guru bisa mengacak kalimat pada teks prosedur dan meminta siswa menyusun kembali.ketika mengajarkan writing.Atau guru bisa menghilangkan teks pada teks prosedur yang ada,sehingga tinggal gambar.Siswa lalu diminta menulis teks prosedur berdasar gambar tersebut. Terakhir speaking bisa dilakukan dengan cara siswa menampilkan atau mempresentasikan isi teks prosedur.

Pembelajaran Inkuiri dengan “Kartu Konflik” untuk Meningkatkan Perhatian,Motivasi dan Hasil Belajar ( inovatif SMA Sosiologi)

Oleh : Ikhwanul Abrori, guru SMA Bakti Ponorogo
Sumber : Jawa Pos,Kamis,19 Februari 2009

Salah satu masalah mendasar dalam sosiologi adalah banyaknya teori-teori social yang dikemukakan para tokoh.Sedangkan guru lebih terfokus menjelaskan teori-teori tersebut dengan metode ceramah.
Situasi itu membuat siswa malas serta jenuh,ketika harus belajar teori-teori social.Kurangnya perhatian siswa berimbas pada lemahnya motivasi belajar dan yang pada akhirnya berpengaruh terhadap rendahnya hasil belajar.
Penulis mencoba mengembangkan pembelajaran inkuiri dengan menggunakan “Kartu Konflik” yang berisi konflik antar siswa,konflik dalam keluarga,dan konflik di lingkungan masyarakat sekitar siswa sebagai model pembelajaran.
Inkuiri adalah proses belajar dengan pencarian kebenaran,informasi atau pengetahuan.Dalam pembelajaran dengan metode inkuiri,siswa merumuskan hipotesis,memilih jawaban terbaik dan melakukan penelitian.

Dalam proses pembelajaran,siswa diberi lembaran kerja yang terdiri enam kolom dengan rincian :
- Kolom 1 berisi konflik atau permasalahan yang dialami
- Kolom 2 berisi factor penyebab konflik
- Kolom 3 berisi jenis konflik
- Kolom 4 berisi manajemen konflik
- Kolom 5 berisi hasil konflik
- Kolom 6 berisi dampak konflik

Belajar Biologi dengan Strategi Pembelajaran Pustaka Keliling ( inovatif SMA )

Oleh :Dewi Endahsari ( Guru Biologi SMAN I Malang )
Sumber :Jawa Pos ,Sabtu 14 Februari 2009

Biologi dianggap ilmu hafalan sehingga menjadikan pembelajaran tidak bermakna dan membosankan.Salah satu penyebabnya,minat baca siswa rendah sehingga mempengaruhi hasil belajarnya.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan guru untuk membangun pengetahuan baru siswa serta membangun minat baca siswa adalah menggunakan strategi pembelajaran Pustaka Keliling (PK).
Pustaka keliling merupakan hasil kegiatan siswa membuat media dan sumber belajar biologi dalam bentuk informasi yang mengacu pada pertanyaan Abdikasim ( apa, bagaimana, di mana, kapan, siapa, dan mengapa ).

Pertanyaan dan jawaban ( disebut pustaka ) ditulis dalam kertas berwarna dan ditempelkan pada media pustaka berupa kertas folio ganda atau kertas asturo.Hasil puataka digunakan dalam proses pembelajaran dengan cara ditukarkan ( dikelilingkan ) dengan kelompok lain yang mempunyai topic berbeda.
PK bisa memperluas wawasan,melatih menulis secara ilmiah,dan meingkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan /dunia pendidikan.

Kamis, 08 April 2010

Rabu, 07 April 2010

Download Lagu Piala Dunia Afrika Selatan 2010 (remix)

Lagu piala dunia syair dan lagunya dapat anda dapatkan

berikut merupakan syairnya, kemudian dibagian bawah anda dapat mendownload suaranya, lama download sekitar 5 menit, terimakasih.

Oooooooooooooo woooooooooooooo
Oooooooooooooo woooooooooooooo

Give me freedom,give me fire,give me reason,take me higher
See the champions,take the fieldnow,you define us,make use feel proud
In the streets are,exaliftin,as we lose our inhabition
Celebration its around us,every nation us, every nation,all around us
Singin forever young,singin songs undermeath that sun
Lets rejoice in the beautiful game and togheter at the end of the day

We all say
When I got older I will be stronger
They’ll call me fredoom just like a wavin flag
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes back

When I get older I will be stronger
They’ll call me fredoom
Just like a waving flag

And then it goes back
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes
wooooooooooooooo wooooooooooooooo

Ooooooooooooooh woooooooooooooooo
Give you freedom,give you fire,give you reason,take you higher
See the champions,take the fieldnow,you define us,make use feel proud
In the streets are,exaliftin,as we lose our inhabition
Celebration its around us,every nation us, every nation,all around us
Singin forever young,singin songs undermeath that sun
Lets rejoice in the beautiful game and togheter at the end of the day

We all say
When I got older I will be stronger
They’ll call me fredoom just like a wafin flag
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes back

When I get older I will be stronger
They’ll call me fredoom
Just like a waving flag

And then it goes back
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes
wooooooooooooooo hooooooooooooooo
wooooooooooooooo hoooooooooooooooo


We all say
When I got older I will be stronger
They’ll call me fredoom just like a wafin flag
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes back

When I get older I will be stronger
They’ll call me fredoom
Just like a waving flag

And then it goes back
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes
wooooooooooooooo hooooooooooooooo
wooooooooooooooo hoooooooooooooooo
and every body will be singin it
woooooooooooooo hooooooooooooooooo
and we are all singin it


download gratis di sini

Selasa, 06 April 2010

Menjadi Guru Olahraga yang Tahu Pakem (inovasi pembelajaran )

Oleh :Hendro Suwignyo S.Pd.
Guru Olahraga SD Kartika IV-7 Malang
Sumber Jawa Pos Senin,21 Januari 2008


Pada prinsipnya,sport teacher (guru olahraga) harus bisa berperan sebagai pelatih,teman,orangtua pengganti,konselor,bahkan psikolog bagi anak didik.Jika seorang guru olahraga bisa berperan seperti itu,siswa berbakat akan bisa lebih focus mengembangkan potensi dan prestasi.Siswa juga akan percaya penuh kepada guru olahraganya.

Keterbatasan mendalam guru olahraga harus dilandasi rasa empati kepada anak didiknya.Yakni kemampuan guru menghayati perasaan atau keadaan anak didiknya.Sang guru harus menghayati perasaan atau keadaan anak didiknya.Sang guru harus harus bisa mengerti anak didiknya secara total tanpa kehilangan identitas pribadinya.

Setelah menguasai peran itu,guru akan dihadapkan pola penggalian potensi siswa.Selain kemampuan fisik,juga mengeksplorasi kemampuan intelehensi anak didik.Dalam hal ini penulis mencoba memberikan langkah-langkah dasar penggalian human resources,anak didk pada tingkat elemtary school (SD ).

Sedikitnya,ada tujuh langkah mudah bagi guru olahraga untuk melatih dan menggerakkan anak-anak didik :
1. Guru harus mengetahui healt track record (riwayat kesehatan ) anak melalui blanko yang di isi orangtua.Tujuannya anak didik yang akan kita bina aman.
2. Kelompokkan setiap anak didik berdasar umur dan jenis kelamin.Kemudian dilanjutkan pengecekan anatomi tubuh disertai tes fisik (antropometrik ) yang meliputi pengukuran tinggi badan,berat badan, tinggi duduk,dan lebar depannya.Jangan lupa,cantumkan pula daftar nilai akademik sekolahnya (peringkat di kelas).Sebab intelegensi merupakan salah satu modal untuk menjadi seorang atlet yang andal,selain bakat dan kemauan.
3. Kita perlu membuat kolom masing-masing cabor (cabang olahraga) yang di dalamnya terdapat acuan tentang usia untuk mengawali latihan pada setiap cabor.Diharapkan,daftar tersebut benar-benar kredibel serta valid.Kemudian, masukkan hasil pengelompokan pada langkah kedua ke dalam kolom masing-masing cabor (cabang olahraga ) bergantung guru masing-masing.
4. Lakukan pengukuran kemampuan fisik setiap anak didik yang terjaring pada langkah ketiga.Tes dasarnya kita sesuaikan masing-masing cabor.Begitu pula dengan teknik-teknik dasar yang digunakan,ukurannya harus kredidel agar bisa diperoleh hasil yang valid.Setiap cabor memiliki jenis tes khusus untuk memperkirakan kecakapan atau ketrampilan siswa.
5. Hasil uji bakat kemampuan fisik dan nonfisik anak didik kita laporkan kepada kepala sekolah dan orang tua (wali)siswa.Keterlibatan pimpinan sekolah dan support orang tua sangat penting dalam peningkatan prestasi anak didik.
6. Lakukan kerjasama dengan pengurus cabor di daerah untuk mendapatkan pembinaan anak didik yang lebih terarah.Atau kerjasama dengan perkumpulan olahraga di daerah masing-masing supaya pembinaan yang kita rintis di sekolah tidak sia-sia.
7. Guru olahraga mengaplikasikan seluruh langkah tersebut.Misalnya jika ada siswa yang berpotensi di cabor tertentu,namun sarana dan prasarana di sekolah kurang mendukung,guru bisa mengarahkan (menitipkan) ke sport club agar mendapatkan porsi latihan yang memadai dan berkesinambungan.

Yang jelas,jika guru olahraga menyimpang dari prinsip-prinsip pelatihan dalam membina anak didik,Hampir pasti guru akan sulit meningkatkan prestasi lahraga anak didik.
Satu lagi yang juga patut menjadi catatan upaya pembinaan siswa didik potensial adalah dukungan anggaran.Memang peribahasa jawa mengatakan,jer basuki mawa bea ikut menjadi factor keberhasilan pola pembinaan yang diharapkan.
Paradigma lama pembinaan olahraga harus kita tinggalkan.Bukan zamannya lagi menggunakan trik-trik kotor,menghalalkan segala cara untuk menang atau memalsukan data siswa untuk mencapai keberhasilan anak didik.Cara-cara itulah yang dapat menghancurkan jiwa keolahragaan bibit-bibit atlet kita.
Paradigma baru yang mengdepankan sikap kompetitif,sportif,dan akurat dan akurat harus dijadikan acuan.Guru olahraga pantang mengikutsertakan anak didiknya pada suatu lomba yang hanya untuk berpartisipasi.Kita harus memacu siswa untuk selalu meningkatkan prestasi yang semakin baik.
Akhirnya,sebagai pendidik dan Pembina,guru olahraga harus memegang prinsip-prinsip dasar pembinaan olahraga yang kompetitif,selektif, berbobot,berbudi,berakal,beradab dan tentu saja menjunjung sportivitas dalam menggali potensi serta prestasi siswa.Dengan landasan itu,bukan tidak mungkin kelak kita bisa melahirkan bibit-bibit olahragawan yang andal srta berbudi pekerti.
Tabel di bawah ini bisa menjadi rujukan guru olah raga.
Umur Permulaan Berolahraga,Spesialisasi,dan Prestasi Puncak


berturut-turut mulai Cabang Olahraga, Permulaan Olahraga usia (...sampai.... ). Spesialisasi (usia...sampai... ),Prestasi Puncak (usia ... sampai... )


Atletik 10-12 13-14 18-23
Bola basket 8-9 10-12 20-25
Tinju 13-14 15-16 20-25
Balap sepeda 14-15 16-17 21-24
Loncat indah 6-7 8-10 18-22
Anggar 8-9 10-12 20-25
Senam (putrid) 6-7 8-10 18-22
Senam (putra) 6-7 12-14 18-24
Dayung 12-14 16-18 22-24
Sepak bola 10-12 14-15 18-24
Renang 3-7 10-12 16-18
Tenis lapangan 8-10 12-14 18-25
Bola voli 11-12 14-15 20-25
Angkat besi 14-15 16-18 21-28
Gulat 13-14 15-16 24-28
Bulutangkis 8-9 14-15 18-24
Hoki 12-14 16-18 22-25
Sofbal 11-12 16-18 18-24
Panahan 11-12 16-18 20-28
Pencak silat 10-11 15-16 18-22
Bola tangan 12-13 15-16 18-24
Tenis meja 7-8 10-12 18-24
Polo air 12-13 15-16 18-28

(diadopsi dari Bompa:1986;Yesus dan Trubo;1988;Harsono;1988;Mencek;1978

Jumat, 02 April 2010

Sustained Silent Reading,Alternatif Muatan Lokal ( pembelajaran inovatif )

Oleh : TRI SULISTINI
Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 6 Pamekasan
Sumber : Jawa Pos,Kamis 14 Februari 2008

Tiap sekolah pasti punya keinginan dan harapan utuk meraih berbagai keunggulan.Ada berbagai parameter yang bisa menyiratkan keunggulan sebuah sekolah.Misalnya,ketersediaan sarana dan prasarana,guru dan siswa yang berprestasi akademik maupun non akademik,tingginya masukan,(intake) dan keluaran (output) siswa,lingkungan sekolah yang nyaman dan kondusif,hingga jalinan komunikasi yang efektif antara sekolah dengan orangtua siswa serta masyarakat.

Selain itu, keunggulan sekolah bisa ditilik dari implementasi kurikulum yang didasarkan pada kebutuhan sekolah,siswa dan masyarakat.Masih banyak criteria yang bisa mengategorikan sebuah sekolah menjadi unggul.Namun tak semua sekolah bisa memenuhi syarat tersebut.

Lalu apa yang harus dilakukan seandainya sekolah lebih banyak punya keterbatasan disbanding keunggulan ? alternatifnya adalah memaksimalkan potensi yang ada sembari berbenah mengatasi keterbatasan.

Salah satu yang mungkin tak membutuhkan dana besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas sekolah perbaikan serta strukturisasi muatan kurikulum sekolah.Lazim diketahui,seiring perubahan zaman,kemajuan lmu,dan teknologi serta tuntutan dunia global,perubahan kurikulum mutlak diperlukan.

Muatan kurikulum yang disediakan sekolah harus diselaraskan dengan kultur,kondisi kebutuhan siswa,sekolah serta masyarakat di sekitar sekolah.Kurikulum itu harus juga mampu menjawab tntutan dunia global dan dunia kerja.Selain itu kurikulum yang disusun sekolah harus mampu memberikan keunggulan yang memadai bagi siswa,sehingga mereka mampu bersaing dalam menghadapi tantangan dunia global.

Kurikulum yang disusun sekolah harus mampu menjadi center of excellence atau pusat keunggulan yang menjadi pembeda antara sekolah satu dengan sekolah yang lain.Semua itu sejatinya sudah disyaratkan dalam tujuan yang disusun oleh kurikulum tingkat satuan pendidikan.

Lalu apa muatan kurikulum alternative yang mampu meningkatkan kualitas pengetahuan siswa dan kualitas sekolah ? Penulis mengajukan kurikulum dengan muatan sustained silent reading (SSR )

SSR merupakan sebuah periode waktu membaca yang tidak terganggu dengan tanpa bersuara.SSR didasarkan pada sebuah konsep bahwa membaca adalah sebuah ketrampilan.Prinsipnya semakin banyak dijalani,semakin baik tingkat ketrampilan yang diraih.SSR berasumsi bahwa siswa belajar banyak dengan membaca banyak.

Bagaimana sebenarnya implementasi kurikulum tambahan menggunakan teknik SSR di sekolah ?
SSR dilakukan secara serentak di setiap kelas di sekolah tersebut.Kegiatan ini dimaksudkan sebagai penambahan muatan kurikulum sebanyak satu jampelajaran atau setara 40 menit dalam seminggu.Sekolah bisa enentukan sendiri hari yang terbaik sesuai untuk menerapkan kegiatan tersebut.

Jika memungkinkan SSR bisa dilakukan seluruh civitas sekolah termasuk kepala sekolah dan tenga kependidikan.Saat SSR berlangsung,semua aktivitas sekolah dihentikan dan seluruh civitas sekolah ikut membaca.Jka tidak memungkinkan,hal tersebut difokuskan pada kegiatan yang dilakukan guru dan siswa dalam kelas.Guru merupakan model yang bisa ditiru siswa dalam kegiatan itu.Guru diharapkan tidak melakukan kegiatan selain membaca seperti halnya yang dilakukan siswa.

Siswa dan guru mendapatkan kesempatan untuk membaca bacaan tertentu yang dipilih guru sesuai rasa ketertarikan siswa.Bacaan yang dibaca siswa juga harus disesuaikan tingkat kecerdasan siswa di kelas tersebut. Kesulitan terhadap bacaan sangat memungkinkan siswa menjadi tidak berminat membaca dan membiarkan bacaan tidak tersentuh.

SSR berlangsung 15-20 menit.Siswa bisa melakukannya secara individu .Atau jika bacaan yang disdiakan sangat terbatas,siswa bisa melakukannya secara berkelompok.

Sangat dianjurkan memilih bacaan yang berbeda dari materi ajar yang didapatkan siswa di sekolah.sehingga mereka akan mendapatkan pengetahuan baru.Itu ditujukan untuk megurangi tingkat kejenuhan siswa. Bacaan bisa bersumber dari surat kabar,jurnal.majalah,bulletin,buku-buku sastra,ensiklopedi atau atau buku buku yang memuat berbagai kemajuan ilmu pengetahuan yang signifikan.

Pada 20-25 menit berikutnya,kegiatan diatur oleh guru sebagai tindak lanjut SSR. Sebagai langkah tindak lanjut yang pertama,guru bisa mendiskusikan isi bacaan bersama siswa.Memberikan penjelasan yang memadai dan mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan bacaan akan sangat membantu siswa untuk semakin memahami isi bacaan serta mempercepat proses masuknya ilmu baru ke dalam benak dan pikiran siswa.

Sebagai follow-up berikutnya,guru bisa meminta siswa membuat sebuah laporan tertulis tentang apa yang sudah dibaca dalam kegiatan tersebut.Laporan itu bisa berupa sinaopsis,resensi,rangkuman,atau resume.Pembuatan laporan itu juga akan mengarahkan siswa pada ketrampilan yang lain,yaitu menulis.Format laporan tertulis harus disiapkan oleh guru.

Tindak lanjut yang terakhir,guru bisa meminta siswa untuk secara bergantian memasukkan hasil synopsis,rangkuman,atau resume ke dalam bulletin,jurnal,atau majalah dinding sekolah secara bergantian setiap minggu.Hal tersebut akan membuat siswa merasa diberi apresiasi (penghargaan) yang tinggi karena hasil tulisannya bisa dibaca seluruh civitas seklah.

Kegiatan tersebut dirasa penulis sangat penting.Sebab,bagaimanapun,membaca merupakan jalan masukknya berbagai jenis ilmu pengetahuan yang lain. Siswa akan mampu menyerap ilmu pengetahuan lain dalam masa pembelajaran melalui membaca,sehingga akan muncul generasi terdidik masa depan yang cerdas dan berwawasan luas.

SSR sebagai muatan tambahan pada kurikulum ,sekolah diharapkan mampu menciptakan sekolah yang memiliki :banyak keterbatasan menjadi sekolah sebagai center of excellence.Yaitu,sekolah dengan pusat keunggulan yang tingkat diferensiasi atau nilai beda yang tinggi,dari sekolah yang lain dengan program wajib baca. Dengan SSR,sekolah yang semula memiliki banyak keterbatasan berubah menjadi sekolah yang memiliki keunggulan.Yaitu,banyak siswa yang kaya informasi,sehingga siswa-siswa tersebut tanggap terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknilogi,berwawasan luas dan mampu menjawab tantangan dunia global serta dunia kerja.

Pembelajaran Kimia Berwawasan Imtak ( inovasi Pembelajaran )

Oleh: M.IMAM ASMUNI
Guru Kimia SMKN I Sidoarjo
Sumber : Jawa Pos Kamis 14 Februari 2008.

Di dadalam jagat raya ini,tidak ada satu materi pun, yang keberadaannya diam.Mulai dari electron bergerak mengelilingi inti atom,alir mengalir,udara berhembus,jantung berdetak mengalirkan darah,persoalan hidup,bulan,planet dalam tata surya,gugusan bintang dalam galaksi,bahkan ratusan miliar galaksi,bergerak mematuhi sunnatullah-ketetapan Allah-masing-masing,

Kalaulah semua maklhuk alam benda menyembah Allah dan bertasbih memuji-Nya dengan gerakan-gerakan yang sangat teratur,maka sangat masuk akal bila manusia dalam melakukan pengabdian kepada Tuhan seluruh alam semesta ini juga dengan cara bergerak sesuai dengan aturan dan kehendak-Nya.Kesadaran ini dapat disemaikan kepada para siswa melalui pembelajaran kimia,khususnya pada bab inti atom.Dengan mempelajari kimia bewawasan imtak (iman dan taqwa ),diharapkan siswa menemukan keajaiban,keindahan dan kebesaran Allah melalui alam semesta ciptaan-Nya.Dengan demikian insya Allah,meningkatkan iman dan taqwa siswa terhadap Allah SWT.

Sebagai tenaga professional,setiap guru Indonesia – terutama yang sudah lulus sertifikasi-harus sadar bahwa pembinaan imtak merupakan inti tujuan pendidikan Nasional,Sesuai dengan pengalaman penulis,strategi pembelajaran kimia berwawasan imtak (dalam contoh berikut ini adalah agama islam ) adalah sebagai berikut :

1. Pendahuluan 10 menit,setelah mengucapkan assalamu”alaikum dan doa bersama,guru mengecek kesiapan siswa dan menyiapkan media pembelajaran yang akan dipakai.Pemulis menggunakan proyektor LCD dan computer atau laptop dengan program animasi power point dipadukan macromedia flash..Pada tampilan slide 1,siswa memperhatikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.Dintaranya tujuan pembelajaran yang berwawasan imtak,yaitu siswa mau belajar menegakkan salat dari dari electron atau alam semesta.
2. Kegiatan inti ( 75 menit ).Dalam enam slide berturut-turut,siswa memperhatikan sekaligus membandingkan teori dan model atom John Dalton,JJ.Thomson,Percobaan E.Rutherford,kelemahan model atom E.Rutherford,dan model atom Neil Bohr.Kemudian diikuti tanya jawab untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa.

Dalam tiga slide berikutnya,ditampilkan animasi fakta alamiah yang ilmiah tentang gerakan universal.Mulai dgerakan electron mengelilingi inti atom-menurut teori inti atom E. Rutherford-sampai gerakan planet dan bintang-bntang di alam semesta. Juga gerakan jamaah haji tawaf mengelilingi kakbah tujuh kali. Kemudian,siswa diminta tanggapannya mengenai persamaan gerak meliputi bentuk lintasan –bulat atau elips- dan arah gerakan ya ng berlawanan (dengan arah putaran jarum jam ).


Dalam situasi yang kondusip,stelah substansi materi dan keilmuan tentang struktur atom disampaikan dengan baik,guru mengintegrasikan nilai imtak yang dimaksud.Kepada siswa diinformasikan bahwa pada dasarnya,seluruh materi di alam semesta ini baik dalam skala mikrokosmis,maupun makrokosmos,semuanya bertasbih,salat,dan tunduk kepada Allah SWT.

Kepada siswa diterangkan pula adanya fakta yang tidak terbantah,yaitu benda yang dikitari selalu lebih besar atau mulia daripada benda yang mengitarinya..Tidak terkecuali milliaran manusia sepanjang zaman,yang bertawaf mengitari Kakbah yang mulia.Demikian arah putarannya.semuanya berlawanan dengan arah jarum jam.Subhanallah,inilah fitrah yang berlaku untuk semua makhluk di seluruh jagat raya.Ini membuktikan adanya kesatuan system alam yang sekaligus membuktikan keesaan sang pencipta.

Analogi Salat dan Gerakan Universal

Berputarnya alam,selain bentuk tasbih juga merupakan bentuk “salatnya”.Sebagaimana sabda Nabi SAW.”Tawaf adalah salat.Hanya saja,Allah membolehkan bicara dalam tawaf.Barangsiapa berbicara hendaklah,dia berbicara yang baik”. Hal yang menarik dan patut dijadikan alternative bahan pembelajaran adalah adanya fakta jumlah besar sudut yang ditempuh dalam satu kali putaran ternyata sama besar dengan proyeksi sudut dalam gerakan satu rakaat dalam salat,yaitu 360 derajat.

Dengan mengambil posisi kepala dan badan yang tegak sebesar 0 derajat pada saat salat..Para siswa diajak menghitung besar pencapaian sudut gerakan salat setiap rakaatnya.Yakni dari Takbiratul Ikhram sampai salam.Dengan menghadfap kiblat,salat dimulai dengan Takbiratul Ikhram (o) derajat,rukuk (90)derajat,iktidal (0) derajat,,sujud pertama (135 ) derajat = 90 derajat +45 derajat ),duduk diantara dua sujud (0 ) derajat,dan sujud yang kedua 135 derajat,yang semuanya harus dilakukan dalam keadaan thumakminah (tenang),baru dikatakan satu rakaat.

Ternyata kalau semua sudut itu dijumlahkan =0+90+0+135+0+135 = 360 derajat atau sama dengan satu kali putaran segala materi mengelilingi pusatnya.Pararel dengan alam semesta,manusia yang salat juga bergerak “mengelilingi” sambil memuji dan mensucikan Tuhannya Yang Maha Besar dengan Kakbah sebagai lambing pusat gerakan.

Bila bumi sebagai wadah kehidupan nakhluk rela tunduk bersujud kepada Allah SWT,maka untuk menjaga keseimbangan dengan bumi,maklhuk pun harus bersujud.Dengan demikian akan tercapai keseimbangan bumi sebagai wadah dengan makhluk yang mendiaminya.Inilah konsep yang benar tentang “menyatu dengan alam “,sebagaimana bila kita naik kereta api yang melaju ke depan,maka posisi duduk yang seharusnya adalah searah dengan laju kereta api tersebut.Bukan kebalikannya atau menyamping.

Akhirnya kepada siswa ditekankan bahwa orang yang mau bertasbih dan salat tunduk kepada Allah SWT berarti menyatu dengan gerak universal yang harmonis.Ketika seorang mukmin bertasbih dalam salatnya ,sejatinya dia telah bersujud dua dimensi sekaligus.Sujud fitrah yang alami dan siujud ikhtiari sebagai manifestasi kepatuhan kepada-Nya.Sebaliknya,orang (apabila beragama islam ) yang tidak mau salat sesungguhnya telah menyalahi hakikat wujud dan system setiap sel tubuhnya.

Dia menjadi “ suara sumbang” ditengah alunan music merdu dan irama yang harmonis dari seisi langit dan bumi. Jiwanya selalu berlawanan dengan raganya.Betapa tidak,raganya yang terdiri atas organ,sel,molekul,atom,dan electron-elektron seluruhnya secara fitrah salat dan bertasbih menurut caranya sendiri.Sedangkan dia,atas kehendak dan ikhtiarnya sendiri,tidak mau sujud kepada_Nya.Terjadilah split of personality,terbelahnya kepribadian.Karena itu, hatinya tidak merasa aman dan tenteram.

Pada tahap ini,guru meminta respons siswa terhadap pembelajaran kimia yang diintegrasikan dengan nilai-nilai imtak.Kemudian guru memberikan tugas kepada siswa tentang aspek keilmuan dan nilai pada bab struktur atom.Untuk aspek nilai siswa-bagi yang beragama islam-diberikan tugas mencari dan menulis ayat-ayat Alquran yang sesuai berikut artinya.Misalnya QS Yassin (36);40,QS al-Nur (24).

Pernik-Pernik Pembelajaran Biologi ( pembelajaran Inovatif )

Oleh : WAHYU ARIATI
Guru Biologi SMA Negeri I Galis,Pamekasan
Sumber :Jawa Pos Sabtu,19 Januari 2008

Belajar Biologi ?,Aduh,boring deh ! banyak hafalan dengan ahasa latin yang rumit ! Terlalu absurd ! Gurunya membosankan karena menulis melulu!
Kalimat tersebut merupakanungkapan yang sering kita dengar saat siswa diminta pendapat tentang pembelajaran biologi di sekolah.Memang sebuah jawaban yang wajar.Sebab,belajar biologi dengan guru yang tidakj kreatif akan memberikan cap bahwa biologi identik dengan pelajaran hafal-menghafal.

Padahal,biologi merupakan ilmu eksakta,mempelajari maklhuk hidup,termasuk manusia.Sangat aneh bila kita sebagai makhluk hidup tidak mampu menyebutkanorgan-organ yang berperan dalam proses sirkulasi darah,misalnya.

Untuk mengatasi kebosanan siswa dalam belajar biologi,penulis berusaha menerapkan berbagai model pembelajaran.Diharapkan dengan penerapan berbagai metode itu,siswa menjadi lebih berminat dan bersemangat belajar.Bahkan mampu menarik konsep melalui sumber-sumber belajar yang digunakan.

Berikut contoh beberapa metode pembelajaran yang dilakukan penulis,penulis mencoba mengevaluasinya dengan melihat kelebihan serta kekurangan selama selama pelaksanaan.Rekan-rekan guru yang lain bisa mengantisipasi kelemahan dan menyesuaikan dengan kondisi sekolah.

1. Metode Matching Math
Pada metode ini,siswa dibagi dalam 10 kelompok (beranggotakan 4 orang).Setiap kelompok diskusi (KD) memperoleh tiga bendel kartu.Misalnya ,pada KD system sirkulasi darah,bendel 1,berisi nama-nama organ sirkulasi darah berikut gambarnya.bendel 2, berisi fungsi organ penyusun system sirkulasi darah,bendel 3, berisi soal-soal pengembangan tentang system sirkulasi darah.

Kemudian siswa diminta menjodohkan kartu nama yang bisa digolongkan dalam satu kelompok,sambil menjawab soal-soal yang diperoleh.Hasil pengelompokan ditempelkan pada papan Styrofoam (supaya lebih menarik ), lalu diperiksa guru.

Keunggulan metode itu :
a. Terjalin kerja sama dalam kelompok
b. Masing-masing anggota kelompok tidak ingin dicap sebagai “parasit”,sehingga siswaselalu berusaha aktif menyelesaikan tugas kelompoknya,
c. Mendorong siswa membaca buku pegangan secara cermat dan teliti,sehingga mampu mengambil intisari bacaan dan akhirnya bisa digunakan menjawab soal-soal.
d. Tercipta persaingan sehat antar k.Hal ini tampak,misalnya,saat ada kelompokA menyelesaikan tugas dan setelah diteliti guru ternyata betul.Maka kelompok lain tidak ingin menyontek hasil karya. kelo,mpok A tersebut.
e. Siswa merasa dihargai saat diberikan penilaian atas keberhasilan mereka menyelesaikan tugas.Bahkan,ada kelompok yang ekspresif meluapkan kegembiraannya dengan toas tangan.

Kelemahan metode tersebut

a. Butuh waktu lebih banyak agar siswa bisa mencatat semua semua hasil tugas tadi.Solusinya,salah seorang siswa mencatat,yang lain melakukannya diluar jam pelajaran.
b. Menuntut guru kreatif dalam membuat kartu dan isinya,disesuaikan dengan kemampuan siswa.

2. Metode Bertukar Pasangan

Pada KD system sirkulasi darah hewan,misalnya,siswa dibagi dalam kelompok mempelajari system sirkulasi pada ikan,amfibi,reptile,aves,mamalia,molusca,cacing tanah.Kemudian masing-masing anggota kelompok membentuk baru,sehingga kelompok baru itu siswa dari grup ikan,ampibi dan seterusnya.
Dalam kelompok baru tersebut setiap siswa menerangkan tentang apa yang telah dipelajari.Ada penilaian antar siswa dalam kelompok baru tersebut.Meliputi,keaktifan dalam diskusi serta kemampuan menerangkan dan kemampuan menjawab pertanyaan.

Keunggulan
a. Setiap siswa termotivasi untuk menguasai materi.
b. Menghilangkan kesenjangan antara yang pintar dengan yang tidak,anatara guru dengan siswa,karena siswa lebih berani bertanya bila ada materi yang tidak dimengerti.
c. Mendorong siswa tampil prima karena membawa nama baik nama kelompok lamanya.

Kelemahan

a. Ada siswa yang takutdiintimidasi bila member nilai jelek kepada anggotanya ( bila kenyataannya siswa lain kurang mampu menguasai materi ). Solusinya,lembar penilaian tidak diberi nama si penilai.


3. Metode Bermain Ular Tangga

Guru mengajak siswa membentuk lingkaran.Siswa diajak menyanyi sambil berjalan pelan-pelan.Bersamaan dengan itu,guru membangikan kartu.Ada yangberisi soal,ada yang berisi jawaban.setelah bernyanyi sejenak,guru memberikan aba-aba agar siswa menjodohkan antara soal dengan jawaban.Pasangan siswa yang benar mendapat poin.

Keunggulan

Tercipta suasana gembira dalam belajar.Dengan demikian,saat metode tersebut diterapkan pada jam pelajaran terakhir pun,siswa tetap antusias belajar.

Kelemahan

Ada siswa yang mengambil jalan pintas dengan meminta tolong kepada temannya untuk mencarikan jawaban.Solusinya,mengurangi poin bagi siswa yang membantu dan yang dibantu.

4. Metode Mencari Jejak
Siswa dibagi secara berpasangan.Cara bermain seperti dalam kegiatan pramuka.Perbedaannya,siswa diminta memecahkan soal biologi.Misalnya,saat membahas system gerak pada manusia dan hewan,siswa mendapat tugas menyebutkan nama-nama tulang,macam sendi, serta semacam tulang rusuk memakai model rangka.
Kelebihan

a. Siswa termotivasi belajar biologi,sekaligus menerapkannya lewat pemecahan soal yang didapatkan.
b. Terjalin kerja sama serta tercipta tenggang rasa dengan pasangannya
(belajar sambil erolahraga,lelah tapi senang).

Kekurangan
a. Memerlukan ruang lebih luas agar kegiatan belajar lancer.
b. Memerlukan konsentrasi penuh dari guru untuk memantau siswa supaya tidak ada siswa yang terlalaikan.
,penulis yakin penulis yakin setiap anak pasti cerdas untuk itu.
Contoh tersebut merupakan beberapa temuan yang didapatkan penulis saat menerapkan metode-metode pembelajaran di sekolah.Sekedar informasi tambahan,Sekolah penulis adalah ada di SMAN Galis.Pamekasan,Madura dengan sarana laboratorium yang sangat terbatas.Mayoritas siswa berasal dari keluarga petani yang pas-pasan.Kesadaran orangtua dalam memperhatikan pendidikan anaknya juga masih rendah.Dengan keterbatasan yang ada penulis yakin setiap anak pasti cerdas untuk itu..

Pasar Sebagai Sumber Belajar ( pembelajaran inovatif )

Oleh KARYATUN,S.Pd.
Guru SDN Kedungprahu,Padas,Ngawi
Sumber: Jawa Pos Kamis,7 Februari 2008

Lokasi pasar yang berdekatan dengan sekolah adalah sumber beberapa permasalahan.Namun,dibalik itu,pasti juga bisa menjadi sumber belajar yang nyata.Bahkan melalui pasar,guru bisa memupuk rasa kepedulian social siswa kepada sesame.

Lokasi sekolah yang berdekatan dengan pasar memang banyak menimbulkan masalah.Mulai keamanan,kenyamanan,belajar-mengajar,hingga masalah kebersihan,lebih-lebih jika hal itu terjadi di pedesaan,yang notabene sebagian besar masyarakat kurang peduli pada tiga hal tersebut.Kondisi itu menuntut perhatian lebih dari pengelola sekolah,terutama saat pasar ramai.(pasar di desa biasanya buka hanya lima hari dalam seminggu ).

Ada beberapa keadaan yang mau tidak mau harus dilakukan guru dalam menghadapi kondisi sekolah yang berdekatan dengan pasar.Misalnya,guru ikut mengawasi para siswa ketika berangkat atau pulang sekolah.Bersama satpam/penjaga sekolah,secara bergiliran,guru mesti berangkat lebih pagi untuk membantu menyeberangkan anak-anak.Sebab,saat pasar mulai mulai ramai,lalu lintas padat.Apalagi pengalaman anak tentang tata cara menyeberang di jalan sangat kurang.

Aktivitas pasar yang ramai membuat aktivitas pembelajaran terganngu.Apalagi ,tak jarang ada pedagang yang menawarkan dagangannya dengan pengeras suara.Akibatnya konsentrasi siswa dan guru terpecah.Belum lagi bau busuk sampah dan air selokan di sekitar pasar yang sering terbawa angin.

Pada musim panen,biasanya terjadi peningkatan aktivitas di pasar.Orang tumplek blek menyerbu pasar.Hal ini mengakibatkan pasar meluber hingga ke badan jalan,tak peduli di dekatnya ada sekolah.Kondisi tersebut di perparah dengan parker kendaraan pedagang dan pembeli,yang tak jarang sampai di depan sekolah.Masalah bertambah runyam bila musim penghujan tiba.Tanah becek dibawa anak-anak masuk ke kelas.Sempurnalah penderitaan sekolah ini.

Bagaimana sebaiknya sekolah menyikapi kondisi itu ? Meminta relokasi sekolah atau pasar tampaknya imposible.Sebab ongkos social-ekonominya besar.Belum lagi waktu yang dibutuhkan tidak bisa sekejap mata.
Yang mungkin adalah bersikap saling pengertian dan bijak.Bahkan,sebagai pendidik,kita bisa memanfaatkan pasar sebagai sumber belajar.Tidak terbatas pada aspek kognitif bidang akademi.Kita bisa memanfaatkan sisi positif pasar sebagai sarana untuk mengasah aspek afektif (sikap,nilai-nilai,kepribadian positif ) sekaligus aspek-aspek psikomotornya.

Bagaimana caranya ?. Pada kondisi tertentu,,yang sifatnya darurat,pasar adalah tambang uang (dana) untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat social.Misalnya,ketika terjadi bencana alam yang melanda saudara-saudara kita di tempat lain.
Mengarahkan siswa untuk mengemis ? tidak ! sebab persepsi mengemis akan hilang jika guru pandai membekali anak dengan motivasi. Dengan metode problem solving,siswa diajak mencari solusi pemecahan masalah untuk membantu beban para korban bencana.Barulah secara perlahan,kita giring mereka menuju pembentukan pasukan pramuka sukarelawan.
Dengan perencanaan dan persiapan yang matang,sebar pasukan pramuka sukarelawan tersebut ke pasar dengan fasilitas/alat bertuliskan” dana social korban banjir” guru cukup mengawasi dari kejauhan.

Langkah selanjutnya,masinhg-masing regu (@ 2 anak ) menghitung dana yang bisa dikumpulkan.Pada kegiatan itu,guru bisa menggali kesan mereka selama bertugas.Misalnya,perasaan menjadi sukarelawan,suka duka meminta kerelaan para pedagang dan pembeli untuk membantu korban bencana, dan sebagainya.
Para siswa pasti banyak mendapat pengalaman baru yang berkesan.Ada yang lucu,ada pula yang membuat nyali mereka ciut.Apalagi bila yang mereka minta pedagang yang marah-marah.Dari situ kita bisa melihat ekspresi puas di wajah anak-anak.
Untuk itu,beri mereka penghargaan, dengan mengajaknya menyalurkan dana tertsebut secara langsung ke lokasi bencana.Dalam kegiatan itu guru bisa menjelaskan bahwa apa yang telah mereka lakukan sangat berarti bagi para korban bencana tersebut.Pengorbanan berupa tenaga,waktu,pikiran,harta,serta rasa malu dari para siswa tidak seberapa jika dibandingkan dengan penderitaan korban bencana.Jangan lupa para guru pantas mengucapkan terimakasih kepada anak-anak karena mereka telah menjadi pahlawan kemanusiaan.

Banyak manfaat serta hikmah dari kegiatan di atas.Secara tidak langsung,guru telah menanamkan sikap rela berkorban,tolong-menolong,jujur,dan kerja keras. Kita juga telah member siswa pengalaman yang sangat berkesan,yang tidak akan terlupakan hingga tua kelak. Yang tak kalah penting,kita telah memupuk rasa kepedulian social anak-anak terhadap penderitaan sesame makhluk Tuhan.Bukankah menanamkan sifat terpuji yang diawali sejak dini itu lebih baik.