Blog ini berisi tentang kiat menuju sukses Anda

Jumat, 15 Januari 2010

Pembelajaran Inovatif Disiplin Kompetitif dengan Metode Falris (Hafal Baris SD ).

Metode Falris mengemas barisan dengan memasukkan materi pelajaran yang bersifat hafalan,terutama IPA dan IPS.

MisalnyaHafalan peristiwa bersejarah atau organ pencernaan.

Kelebihan motode ini

Materi hafalan dilakukan secara bersama-sama,sehingga mengangkat siswa yang lemah dalam hafalan.

Dengan irama yang dimodifikasi mengikuti selera siswa dan sesuai ritme barisan,siswa akan terhindar dari kebosanan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan :

1.materi hafalan dikemas dalam kalimat pendek,tidak lebih dari empat kata

Misalnya : mulut-mekanik-petialin

Kerongkongan-peristaltik-remas dorong

Lambung-asam klorida-kimiawi ,dll.

2.Dalam satu kali baris,siswa menghafal tidak lebih dari 10 kalimat.Hal ini dimaksudkan agar tidak mengurangi jam pelajaran dan membebani siswa.

3.Kalimat modifikasi dengan irama lagu sesuai ritme barisan.Buat irama yang cepat akrab di telinga anak dan memacu semangat.

4.Dua hari pertama (berarti empat kali baris ,dua kali sebelum jam pelajaran dan dua kali setelah jam istirahat), siswa memegang catatan 10 kalimat hafalan yang direncanakan untuk dibaca dalam barisan.

5.Dua hari kedua,kelompok barisan harus sudah hafal tanpa memegang catatan.Siswa yang tingkat hafalannya rendah tertutupi oleh teman yang sudah hafal.

5.Hari kelima,kelompok barisan diuji dengan unjuk gelar barisan (falris).Barisan dipecah menjadi beberapa kelompok kecil dengan memperhatikan waktu.

6.Berikan penghargaan yang tepat untuk menjaga iklim kompetisi di antara kelompok barisan.

7. Untuk mengetahui penguasaan hafalan individu,dapat dilakukan dengan mencongak 10 hafalan.Bagi siswa yang tingkat hafalannya rendah,bisa dibentuk kelompok barisan remidi,dengan memasukkan tutor sebaya.

Keberhasilan metode ini bergantung kepada hal-hal berikut :

1.Kontrol dan pengawasan dari guru,bagaimana guru menanamkan kedisiplinan sehingga anak berbaris tanpa mengganggu perintah dan keterpaksaan.

2. Modifikasi kalimat hafalan dalam irama yang enak didengar menyesuaikan ritme barisan.Agar tidak sumbang guru perlu mencoba terlebih dahulu.

3.Selalu menjaga iklim kompetisi yang sehat dan sportif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar