Blog ini berisi tentang kiat menuju sukses Anda

Minggu, 10 Januari 2010

Pembelajaran Bahasa Indonesia Meringkas Cerita dengan Peta Kunci Wacana (SMP )

Meringkas sering dikenal juga dengan merangkum.Merangkum merupakan kegiatan berbahasa secara tertlis.Jadi meringkas adalah segala niat,perasaan atau pikiran tentang masalah yang diungkapkan dalam wujud bahasa tulisan berdasarkan sumber kunci setiap kejadian
aslinya.

Penerapan Metode Peta Kunci Wacana

Ada pun pembelajaran meringkas cerita dengan metode peta kunci wacana dapat dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1.Siswa memilih sebuah cerita yang disediakan guru
2. Siswa membaca berulang-ulang cerita yang dipilih
3. Siswa menentukan kejadian-kejadian yang terdapat dalam cerita
4. Siswa membuat peta kunci wacana dengan cara menentukan kata-kata kunci dari kejadian-kejadian yang sudah ditetapkan.
5. Siswa mengumpulkan kata-kata kunci setiap kejadian
6. Siswa merangkaikan kata-kata kunci yang dibuat berdasarkan peta kunci tadi menjadi beberapa kalimat
7. Siswa merangkaikan kalimat-kalimat yang sudah dibuat berdasarkan kata-kata kunci di atas menjadi sebuah wacana baru berupa kesimpulan cerita.

Berikut contoh model peta kunci
Cuplikan Cerita “SI Angui “

Sore itu sampailah Si Angui di kampong halaman.Berita kedatangannya segera menyebar di Desa itu.Diang Kudangpai segera menuju ke pelabuhan.Dengan harapan yang besar dan rasa kerinduan ditemuinya sang anak.

Si Angui melihat ada seorang perempuan yang buruk rupa menghampirinya.Dia tahu perempuan itu adalah ibunya.Dia malu kepada istrinya sang Putri Raja.Si Angui tidak mengakui perempuan tua itu sebagai ibunya.Diang Kudangpui sangat sedih.
Peta kunci yang harus dibuat siswa sebagai konsep membuat ringkasan cerita berdasarkan cerita tersebut adalah “
- Kejadian
Kedatangan si Angui di kampong halamannya

- Pelaku

1.Si Angui
2.Diang,K
3.Istrinya

-Tempat

Pelabuhan
Waktu

-Sore ahari

Suasana

-Si Angui malu
-Diang K, sedih

Contoh hasil meringkas cuplikan cerita berdasarkan peta kunci

1.Kedatangan Si Angui di pelabuhan kampong halamannya menanggung malu dan membuat Dang kecewa karena tidak diakui sebagai ibunya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar