Blog ini berisi tentang kiat menuju sukses Anda

Jumat, 05 Februari 2010

PENGEMBANGAN PROFESI GURU PENULISAN BUKU, DIKTAT, DAN MODUL

1. Buku Pelajaran

a. Pengertian buku pelajaran

Buku pelajaran adalah bahan/materi pelajaran yang dituangkan secara tertulis dalam bentuk buku yang digunakan sebagai pegangan pokok maupun pelengkap.
Menulis buku pelajaran merupakan salah satu bentuk kegiatan pengembangan profesi guru. Hasil karya tulisnya dapat berupa buku pelajaran, modul, diktat. Sebagai karya ilmiah, buku harus mempunyai kebenaran ilmiah, dan disusun dengan landasan teori tertentu agar buku tersebut dapat mencapai tujuannya dengan baik. Dengan tujuan agar siswa dapat lebih memahami isi pelajaran, maka buku harus disusun dengan kerangka isi tertentu, yang menurut berbagai teori akan mampu meningkatkan pemahaman siswa.
Dalam keadaaan sehari-hari, buku pelajaran merupakan salah satu sumber utama dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Dengan kata lain, banyak yang menganggap bahwa buku pelajaran merupakan kurikulum yang diterapkan di sekolah, karena buku pelajaran dijadikan sumber untuk memberikan tugas kepada siswa serta sumber untuk menyusun alat penilaian atau tes.
Dengan demikian, kedudukan buku pelajaran begitu penting untuk mengarahkan dan menentukan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan serta sikap yang seharusnya dimiliki oleh peserta didik. Oleh karena itu, buku pelajaran seharusnya dirancang dan disusun sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Dan bilamana buku pelajaran disusun tidak sesuai dengan kurikulum yang berlaku, kiranya jelas bahwa dengan buku pelajaran yang demikian, pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang diperoleh siswa tidak sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam kurikulum, dan pada gilirannya akan gagallah upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

b. Prinsip-prinsip pengembangan buku

Buku yang disusun dalam kaitan dengan kurikulum, hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini:
1) Dalam mengembangkan buku, harus memperhatikan tujuan tertentu yang hendak dicapai melalui pendidikan yang dilakukan dengan menggunakan buku pelajaran yang bersangkutan. Oleh karena itu, sebelum buku pelajaran itu dikembangkan, penyusun atau penulisnya harus terlebih dahulu memahami tujuan satuan pendidikan, tujuan pendidikan dan cakupan materi cawu/semester, kelas atau satuan pendidikan tertentu.
2) Buku pelajaran disusun selaras dengan
a) program pendidikan dewasa ini serta proyeksinya pada masa mendatang,
b) arah pembaharuan pendidikan yang sedang dan akan dilakukan,
c) tingkat perkembangan pihak pengguna buku pelajaran itu, terutama siswa yang akan menggunakannya,
d) perkembangan ilmu dan teknologi,
e) kebutuhan dan kemampuan siswa,
f) keadaan masyarakat di mana sekolah yang bersangkutan berada, dan
g) keadaan lingkungan belajar siswa.
3) Buku pelajaran hendaknya mudah digunakan oleh pihak yang bersangkutan. Untuk ini buku sebaiknya diterbitkan bersama petunjuk pelaksanaan dan penggunaannya, misalnya buku guru, sehingga orang yang menggunakannya tahu benar bagaimana memanfaatkannya secara efisien.
4) Sesuai dengan prinsip relevansi dengan keadaan lingkungan sekolah dan siswa yang bersangkutan, maka buku pelajaran yang telah disusun itu perlu mempunyai keluwesan, dalam arti bahwa semua materi yang disajikan di dalamnya tidaklah merupakan sesuatu yang kaku. Materi itu harus dapat disesuaikan dengan kemampuan sekolah serta perangkatnya. Ini tidak berarti bahwa keseluruhannya tidak digunakan dan diganti oleh bahan yang benar-benar lain dari apa yang dikemukakan dalam buku tersebut.
5) Bahan yang disajikan dalam kurikulum dan buku itu tidak terbatas pada penyelesaian pendidikan di lembaga yang bersangkutan saja, melainkan harus merupakan bahan yang dapat digunakan dalam keseluruhan hidup yang bersangkutan, dengan anggapan, bahwa pendidikan itu berlangsung tidak hanya selama siswa belajar di sekolah yang bersangkutan. Ini berarti bahwa bahan yang disajikan itu mencakup hal-hal yang bersangkutan dengan tujuan-tujuan manusia yang lebih tinggi.

c. Cara menulis buku

Dalam menulis buku pelajaran, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah meneliti dan melihat kurikulum yang berlaku, materi, pokok bahasan atau sub pokok bahasan apa yang tercantum dalam kuriukulum. Dengan kegiatan tersebut Anda tidak akan sia-sia menulis buku pelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku.
Buku pelajaran ada yang bertaraf nasional dan ada yang bertaraf propinsi. Apabila buku tersebut bertaraf nasional, maka harus disahkan oleh Direktur Jenderal Dikdasmen atau oleh instansi lain yang ditunjuk. Nilai angka kredit buku bertaraf nasional adalah 5 setiap buku.
Apabila buku tersebut bertaraf propinsi, maka harus disahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan di propinsi setempat, dan buku tersebut digunakan di seluruh sekolah pada propinsi yang bersangkutan. Nilai angka kredit buku bertaraf propinsi adalah 3 setiap buku.
Dalam menulis buku pelajaran, semua guru boleh menulis buku mata pelajaran apa saja yang disukai dan tidak harus sesuai dengan tugas mengajar guru yang bersangkutan di sekolah. Tidak setiap guru mampu menulis semua mata pelajaran. Oleh karena itu, pilihlah materi pelajaran yang anda kuasai. Apabila Anda menulis sesuai dengan kemampuan anda, akan mudah dalam penulisannya, disamping isinya juga akan lebih baik.

d. Syarat buku yang baik

Ada beberapa syarat buku yang baik, yaitu:
1) Kesesuaian dengan kurikulum/GBPP yang berlaku
o Setiap topik/sub topik dalam GBPP harus ada, artinya isi (materi) buku pelajaran telah mencakup materi minimal yang tercantum dalam bahan pengajaran dalam GBPP; jika ada materi pengayaan maka materi itu harus terkait dengan materi minimal
o Pokok-pokok materi yang penting dari PB/SPB dalam GBPP cukup tergambar secara proporsional
o Pengubahan urutan harus sesuai, tidak mengganggu alur yang digunakan
o Keluasan dan kedalamannya tidak menenggelamkan inti GBPP
2) Kebenaran materi
o Kedalaman dan keluasan isi buku cukup sesuai dengan keluasan dan kedalaman materi yang diuraikan dalam PB/SPB GBPP
o Memiliki kebenaran materi ditinjau dari ilmu atau disiplin ilmu mata pelajaran yang bersangkutan, misalnya dalam matematika:
• Tidak ada fakta/simbol yang salah
• Tidak ada konsep/definisi, prinsip, teorema, sifat yang salah
• Tidak ada relasi atau operasi yang salah
• Bukti teorema harus benar
• Simbol, relasi, operasi tidak umum harus ada keterangan
3) Penyajian materi
o Pendekatan siswa aktif, pertanyaan atau tugas yang diberikan memungkinkan siswa belajar secara aktif
o Perlu materi prasyarat waktu memulai topik baru
o Informasi yang diberikan memadai /tidak berlebihan, artinya siswa tidak ‘disuapi’ informasi terlalu banyak.
o Informasi yang diberikan hanyalah yang penting-penting saja, siswa didorong untuk mencari dan menemukan informasi sendiri
o Dalam menjawab pertanyaan atau tugas yang diberikan, siswa menggunakan sumber-sumber belajar yang tersedia dan terjangkau dalam lingkungan
o Kegiatan belajar yang dilakukan siswa merupakan kegiatan belajar yang menarik, menantang dan kreatif
o Ada kejelasan antara kegiatan belajar yang dilakukan siswa, apakah secara perseorangan, berpasangan, kelompok, atau klasikal, atau merupakan gabungan
o Penyajian materi dari sederhana ke kompleks dan dari konkret ke abstrak
4) Pemberian contoh
o Bervariasi sesuai topik
o Definisi perlu contoh dan non-contoh
o Bukti teorema perlu contoh penerapan
o Contoh soal divergen atau berupa masalah
5) Penyajian ilustrasi( foto, gambar, peta, tabel, grafik, diagram, bagan, matriks,…)
o Gambar jelas ( tidak kabur) dan bermakna dari definisi, teorema, …
o Gambar diberi keterangan
o Letak gambar tidak jauh dari uraian yang digambarkan; ilustrasi dan teks saling terkait, tidak berdiri sendiri-sendiri
o Gambar obyek yang sama (misal wajah orang) yang digunakan lebih dari satu kali dalam buku tetap konsisten
o Obyek yang digambar sesuai dengan kebutuhan dan keadaan anak sekarang (tidak didominasi gambar-gambar klise sejak tempo dulu)
o Ilustrasi dalam buku cukup memperlihatkan penerapan pandangan ‘Bhineka Tunggal Ika’ tidak melanggar SARA
o Ukuran gambar cukup besar dan jelas dan cukup proporsional
6) Pemberian latihan
o Bervariasi
o Soal sulit diberi petunjuk (hint)
o Ada soal bersifat masalah
o Urutan soal dari sederhana ke sulit
7) Kreativitas
o Terdapat pada: penyajian bahan ajar, pemberian contoh atau latihan
8) Bahasa
o Bahasannya mudah dipahami siswa, jelas, dan tidak menimbulkan salah tafsir serta siswa memahami dengan jelas apa yang harus dikerjakannya
o Bahasannya sesuai dengan ketentuan bahasa yang baik dan benar, sesuai dengan ketentuan EYD
o Bahasannya serta panjang kalimatnya sesuai dengan usia dan tingkat perkembangan intelektual siswa pada sekolah/kelas yang bersangkutan
o Istilah atau kata yang digunakan dapat dipahami siswa di berbagai daerah di Indonesia
o Penataan alinea cukup baik
9) Tatakarama dan Hak Cipta
o Isi, bahasa, dan ilustrasi :
o tidak membahayakan keamanan negara, persatuan dan kesatuan bangsa
o terhindar dari kesan pornografis
o tidak bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Ketetapan MPR
o kutipan ciptaan pihak lain yang terdapat memenuhi ketentuan yang berlaku dalam Undang-Undang Hak Cipta
o tidak menimbulkan masalah SARA

e. Kerangka Isi Buku Pelajaran

Sebagaimana karya tulis yang lain, buku pelajaran juga terdiri dari tiga bagian utama: pendahuluan, sajian isi, dan penunjang. Kerangka isi dari masing-masing bagian tersebut yang lengkap adalah sebagai berikut.
Bagian Pendahuluan:
• Kata Pengantar
• Daftar Isi
• Penjelasan Tujuan Buku Pelajaran
• Petunjuk Penggunaan Buku
• Petunjuk Pengerjaan Soal Latihan
Bagian Isi:
• Judul Bab atau Topik Isi Bahasan
• Uraian Singkat Isi Pokok Bahasan
• Penjelasan Tujuan Bab
• Uraian Isi Pelajaran
• Penjelasan Teori
• Sajian Contoh
• Ringkasan Isi Bab
• Soal Latihan
• Kunci Jawaban Soal Latihan
Bagian Penunjang:
• Daftar Pustaka
• Lampiran-lampiran


e) Saran penyusunan buku

Salah satu tujuan penulisan buku adalah agar buku tersebut menarik pembacanya dan mudah dipahami. Kemenarikan suatu buku tidak saja dari isi materi yang disajikan tetapi juga sosok tampilan buku.
Buku yang terlalu tebal, penuh dengan tulisan mungkin kurang menarik bagi kelompok pembaca tertentu. Sebab itu sangat penting untuk mengetahui kepada siapa buku tersebut akan ditujukan. Buku bagi kelompok anak-anak, tentunya disajikan dengan sosok yang meriah, warna-warni, ceria sesuai dengan kehendak mereka.
Namun, secara umum beberapa pakar mengatakan, agar mudah dan menarik untuik dibaca, upayakanlah memakai aturan berikut. 1) Kalimat-kalimatnya pendek, tetapi jelas. 2) Kalimat aktif. 3) Gambar/ilustrasi yang sesuai untuk memperjelas dan menarik perhatian. 4) Contoh-contoh. 5) Berbagai variasi dalam format sajian, bentuk, dan besaran huruf guna menarik perhatian dan penekanan hal-hal yang penting. 6) Perwajahan yang menarik.







2. Diktat

a. Pengertian diktat

Diktat, adalah catatan tertulis suatu mata pelajaran atau bidang studi yang dipersiapkan guru untuk mempermudah/memperkaya materi mata pelajaran/bidang studi yang disampaikan oleh guru dalam proses kegiatan belajar mengajar.
Dapat dikatakan bahwa diktat adalah buku yang diedarkan dalam lingkup terbatas (umumnya hanya digunakan oleh guru yang membuat), dalam bentuk yang lebih sederhana, cakupan isinya lebih sedikit.

b. Kerangka isi diktat

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, bahwa pada hakekatnya diktat adalah buku pelajaran yang ‘masih’ mempunyai keterbatasan., baik dalam jangkauan penggunaannya maupun cakupan isinya. Yang membedakan diktat dengan buku pelajaran antara lain:
1) Diktat umumnya disusun oleh guru untuk keperluan mengajarnya sendiri,
2) Diperbanyak dan diedarkan secara terbatas,
3) Cakupan isi diktat umumnya terbatas (bila buku mencakup isii pelajaran satu semester, diktat hanya beberapa kali pertemuan)
4) Cukup banyak diktat, setelah disempurnakan, pada akhirnya, menjadii buku pelajaran. Sering dikatakan bahwa diktat adalah calon buku pelajaran.
Dengan demikian kerangka isi diktat yang baik seharusnya tidak berbeda dengan buku pelajaran, namun karena masih digunakan di kalangan sendiri, beberapa bagian isi seringkali ditiadakan. Bagian yang seharusnya tetap tersaji pada suatu diktat adalah sebagai berikut.


Bagian Pendahuluan:

• Daftar Isi
• Penjelasan Tujuan Diktat Pelajaran

Bagian Isi:

• Judul Bab atau Topik Isi Bahasan
• Penjelasan Tujuan Bab
• Uraian Isi Pelajaran
• Penjelasan Teori
• Sajian Contoh
• Soal Latihan

Bagian Penunjang:

• Daftar Pustaka




CONTOH DIKTAT PELAJARAN

BAB I


FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR (FPB) DAN
KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL (KPK)

TUJUAN PEMBELAJARAN

Siswa dapat melakukan operasi hitung pada bilangan cacah dan sifat
operasi pada himpunan bilangan cacah.

TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS

1. Siswa dapat menentukan faktorisasi prima dari bilangan cacah.
2. Siswa dapat menentukan FPB dan KPK dua bilangan

A. FPB Dua Bilangan

Di Sekolah Dasar kamu telah menegenal bilangan prima. Suatu bilangan dapat ditentukan faktor primanya. Cara menentukan faktor prima suatu bilangan dapat dilakukan antara lain dengan pohon faktor.
Contoh:
Tentukan faktor prima dari 18 dengan menggunakan pohon faktor.
Jawab:

Faktor prima dari 18 adalah 2 dan 3
Faktorisasi prima dari 18 adalah 2x3x3
atau ditulis 18 = 2 x 32



Dengan menggunakan faktorisasi prima dari dua bilangan kita dapat menentukan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) bilangan- bilangan tersebut. Perhatikan uraian berikut.

1. Faktorisasi prima dari 10 adalah 2 x 5
Faktorisasi prima dari 12 adalah 22 x 3
2 adalah faktor prima dari 10 dan 12, sebab 10 dan 12 keduanya habis
dibagi 2.
Sedangkan 22, 3, dan 5 bukan faktor persekutuan dari 10 dan 12.
Mengapa?
2. Faktorisasi prima dari 18 adalah 2 x 32
Faktorisasi prima dari 12 adalah 22 x 3
2, 3, atau 2x3 masing-masing adalah faktor prima dari 18 dan 12, sebab
10 dan 12 keduanya beruturt-turut habis dibagi 2, 3, atau 2x3.
Sedangkan 22x3, 2x32, dan 22x32 bukan faktor persekutuan dari 18 dan 12. Mengapa?

Kedua hasil tersebut di atas dapat dituliskan pada tabel berikut.

Bilangan Faktorisasi prima Faktor persekutuan FPB
10 dan 12 10 = 2 x 5
12 = 22 x 3 2 2
10 dan 12 18 = 2 x 32
12 = 22 x 3 2, 3, dan 2x3 2x3 = 6

Dengan memperhatikan hasil-hasil di atas, dapatkah kamu menentukan FPB dua bilangan jika diketahui faktorisasi prima masing-masing bilangan?

Kesimpulan:


Contoh:
Tentukan FPB dari 36 dan 60
Jawab:
36 = 22 x 32
60 = 22 x 3 x 5
FPB dari 36 dan 60 adalah 22 x 3 = 12

B. KPK Dua Bilangan
Perhatikan uraian berikut.
1. Faktorisasi prima dari 4 adalah 22
Faktorisasi prima dari 18 adalah 2 x 32
Dengan memperhatikan faktorisasi prima dari kedua bilangan, maka yang merupakan kelipatan persekutuan dari 4 dan 18 adalah 22 x 33 dan
2 x 22 x 32. Mengapa?
Sedangkan bilangan-bilangan 2 x32 bukan kelipatan persekutuan dari 4 dan 18. Mengapa?
Dengan demikian Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari 4 dan 18 adalah 22 x 32 =36.
2. Faktorisasi prima dari 10 adalah 2 x 5
Faktorisasi prima dari 12 adalah 22 x 3
Dengan memperhatikan faktorisasi prima dari kedua bilangan, maka yang merupakan kelipatan persekutuan dari 10 dan 12 adalah 22x 3x 5 dan 2x22 x 3x5. Mengapa?
Dengan demikian Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari 10 dan 12 adalah 22 x 3 x 5=60
Uraian di atas dapat dilihat pada tabel berikut.
.Bilangan Faktorisasi prima Kelipatan persekutuan KPK
4 dan 18 4 = 22
18 = 2 x 32 22 x 32 dan 2x 2x 32 22x32 = 36
10 dan 12 10 = 2 x 5
18 = 2 x 32 22x3x5 dan 2x22x3x5 22x3x5 = 60

Dengan memperhatikan hasil-hasil di atas, dapatkah kamu menentukan KPK dua bilangan jika diketahui faktorisasi prima masing-masing bilangan?

Kesimpulan:



Contoh:
Tentukan KPK dari 12 dan 15
Jawab:
12 = 22 x 3
15 = 3 x 5
KPK dari 12 dan 15 adalah 22 x 3 x 5 = 60
Latihan
1. Tentukan faktorisasi prima dari bilangan-bilangan berikut.
a. 14 c. 56
b. 20 d. 72
2. Carilah FPB dan KPK dari padangan- pasangan bilangan berikut dengan menggunakan faktorisisasi prima.
a. 6 dan 9 d. 54 dan 72 g. 4, 6, 8, dan 12
b. 12 dan 20 e. 4, 6, dan 8 h. 10, 12, 18, dan 24
c. 28 dan 42 f. 10, 16, dan 18 i. 12, 16, 18, dan 32

Daftar Pustaka
Pandoyo. dkk. 1994. Matematika 1a untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama
Kelas I. Jakarta: Balai Pustaka.








3. Modul

a. Pengertian Modul

Modul adalah materi pelajaran yang disusun dan disajikan secara tertulis sedemikian rupa sehingga pembacanya diharapkan dapat menyerap sendiri materi tersebut. Dengan demikian modul adalah buku yang dirancang sebagi bahan pembelajaran mandiri siswa.

b. Format Modul

Format modul adalah sistematika penyajian materi dan proses belajar mata pelahjaran uang isinya mencakup tinjauan pelajaran, sajian materi masing-masing modul, daftar kata-kata sulit, dan daftar pustaka, Tes Formatif setiap kegiatan Belajar dan Kunci Jawaban Formatif.

c. Sistematika Modul

PENDAHULUAN
Berisi uraian tentang:
1. Cakupan materi modul
2. Tujuan pembelajaran Khusus
3. Perilaku awal (jika ada)
4. Keterkaitan/manfaat modul bagi siswa
5. Urutan bahasan (kegiatan belajar)

PETUNJUK BELAJAR


KEGIATAN BELAJAR

Berisi sajian uraian materi, contoh dan latihan serta rangkuman yang bersifat interaktif untuk menumbuhkan proses belajar.






d. Kemasan Modul

o Lembar Kata Pengantar
o Lembar Daftar Isi
o Glosarium

TINJAUAN MATA PELAJARAN

• Deskripsi Mata Pelajaran
• Kegunaan Mata Pelajaran
• Tujuan Pembelajaran Umum
• Susunan dan Keterkaitan antarjudul Modul
• Bahan pendukung lain
• Petunjuk Umum Mempelajari Mata Pelajaran

MODUL I
PENDAHULUAN
KEGIATAN BELAJAR I
DAFTAR PUSTAKA

MODUL II
Dst



Menulis Tinjauan Mata Pelajaran

Tinjauan mata pelajaran adalah paparan umum mengenai keseluruhan pokok-pokok isi mata pelajaran yang mencakup: a) deskripsi mata pelajaran, b) kegunaan mata pelajaran, c) tujuan pembelajaran umum, d) susunan dan keterkaitan antarjudul modul, d) bahan pendukung lain, dan e) petunjuk umum mempelajari mata pelajaran.
Tinjauan mata pelajaran hendaknya memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.
• Memberi informasi umum tentang mata pelajaran tersebut (informatif).
• Mendorong siswa untuk membaca (motivasional).
• Menunjukkan kegunaan mempelajari modul.
• Memandu siswa untuk mempelajari mata pelajaran.
Dalam menulis tinjauan mata pelajaran, perlu diikuti langkah-langkah berikut.
• Pahami GBPP mata pelajaran yang bersangkutan.
• Pahami isi tujuan pelajaran.
• Buat peta kedudukan modul dan hubungan antarmodul dalam mata pelajaran (analisis pembelajaran).
• Antisipasi kegunaan mata pelajaran tersebut dalam bekerja atau belajar lanjut.
• Identifikasi langkah-langkah mempelajari secara mandiri.

Contoh:

Tinjauan Mata Kuliah

Mata kuliah Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) mengajak Anda mengikuti berbagai kemampuan (pengetahuan, keterampilan) serta sikap dan nilai, yang diperlukan guru SD terutama guru SD di daerah terpencil dalam melaksanakan pembelajaran bagi dua kelas atau lebih dalam suatu waktu yang bersamaan, baik dalam kelas bergabung maupun terpisah. Karena itu, mata kuliah ini sangat penting bagi Anda sebagai guru SD yang setiap saat tentunya selalu berusaha meningkatkan mutu pembelajaran. Dengan mempelajari mata kuliah ini, Anda akan lebih mantap dan percaya diri dalam melakukan pembelajaran kelas rangkap. Dengan kata lain, Anda sebagai guru SD akan semakin profesional.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar