Blog ini berisi tentang kiat menuju sukses Anda

Minggu, 07 Februari 2010

Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah Bagi Pengembangan Profesi Guru Kekeliruan dan Kebingungan dalam Melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas ( P T K )

Oleh : Dwi Yanto

Penelitian yang lazim dilakukan guru berupa PTK, di mana guru merencanakan melaksanakan, dan merefleksikan tindakan kelas dalam proses pembelajaran sebagaimana konsep inti PTK yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin (Wibawa,2003:16-17). Melalui PTK dapat diketahui apakah sebuah tindakan kelas membuahkan hasil atau tidak.
Di lapangan sebagian guru mengalami kesulitan dan kebingungan ketika akan melaksanakan PTK.Mereka belum banyak tahu tentang hakikat PTK. Karenanya ada yang sudah bergolongan IV /a bermasa 6 (enam) tahun belum juga melaksanakan dan melaporkan hasil PTK. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa membuat karya tulis ilmiah (KTI) sebagai bagian PP masih memerlukan penjelasan (Soenaryo,2004:3 ).
Tidak sedikit guru salah dalam memahami pelaksanaan PTK.Yang memprihatinkan ada guru yang tidak mengetahui kepanjangan PTK,sehingga PTK merupakan hal yang asing.Ada pula yang memahami PTK sebagaimana model penelitian skripsi atau tesis.
Persoalan lain yang menjadi hambatan pelaksanaan pTK adalah kesulitan dalam menentukan judul proposal PTK.Penulisan judul menentukan arah pelaksanaan dan sasaran PTK karena di dalamnya terkandung variable sebagai obyek penelitian.Kesulitan dalam menemukan judul PTK dialami sebagian guru di masing-masing satuan pendidikan.
Terdapat kekeliruan dalam memahami “ kelas” pada PTK. Kata “Kelas” sering dipahami sebagai ruang kelas,sehingga PTK harus dilaksanakan di dalam ruang kelas.Akibatnya, guru olahraga,misalnya, merasa kesulitan dalam melaksanakan PTK karena faktanya proses pembelajarannya sebagian besar dilaksanakan di luar kelas.
Kekeliruan juga terjadi dalam menerapkan analisis data hasil PTK.Ada sebagian guru yang beranggapan bahwa analisis data hasil PTK harus menggunakan format statistic yang relative rumit. Hal ini menimbulkan persoalan karena analisis dan hasil PTK tidak semua dengan penelitian kuantitatif,sehingga kurang sesuai dengan substansi PTK.
Tujuan
a.Tujuan Umum Penulisan ini antara lain :
Memberikan pencerahan tentang pengertian PTK bagi guru-guru yang belum pernah melaksanakan PTK.
b. Tujuan Khusus

1. Meluruskan persepsi tentang pelaksanaan PTK yang sebenarnya
2.Memberikan teknik penentuan judul PTK sesuai variable yang dikehendaki
3. Meluruskan persepsi teknik analisis data hasil PTK sesuai kaidah penelitian kuaitatif.

Manfaat
Penulisan ini diharapkan bermanfaat bagi guru-guru dalam :
a. Menumbuhkan motivasi diri untuk melaksanakan PTK sesuai dengan kaidah dan tata cara PTK
b. Memahami keberadaan PTK sehingga dapat melaksanakan PTK secara benar.
c. Meentukan judul proposal PTK secara benar sehigga tepat sasaran.
d. Menganalisis data hasil PTK secara benar sebagaimana lazimnya penelitian kualitatif.
e. Peingkatan mutu proses pembelajaran sehingga peserta didik lebih mudah memahami pokok bahasan yang dipelajari atau kompetensi dasar yang diharapkan dikuasai.

Kendala Pelaksanaan PTK

Kekeliruan Persepsi PTK

PTK merupakan suatu penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas atau di sekolah tempat ia mengajar,dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praktik pembelajaran (Arikunto,2005:4).Hakikat penelitian tersebut,merupakan upaya guru dalam menerapkan sebuah tindakan kelas yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran di kelasnya.
PTK setidaknya mempunyai karakteristik antara lain:
1.didasarkan pada masalah yang dihadapi guru dalam instruksional.
2.adanya kolaborasi dalam pelaksanannya
3.peneliti sekaligus sebagai praktisi yang melakukan refleksi
4.bertujuan memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktik instruksional
5.dilaksanakan dalam rangkaian lagkah dengan beberapa siklus (Wibowo,2003:11).

Lokasi PTK

Sebagian guru beranggapan bahwa PTK dapat dilaksanakan di kelas atau sekolah lain.Padahal sebagai penelitian partisipatif,keberadaan guru dalam PTK sangat mutlak.Dalam PTK guru dapat melaksanakan pembelajaran sambil menerapkan sebuah tindakan kelas dan meneliti keberhasilan tindakan kelas tersebut. Pelaksanaan PTK tidak mengganggu tugas pokok seorang guru,karena dia tidak perlu meninggalkan kelasnya,(Wibawa,2003:9). Dengan melaksanakan PTK,guru mempunyai peran ganda:praktisi dan peneliti (Wibawa:2003:5).
Yang sering tidak disadari oleh sebagian guru adalah sebenarnya mereka telah sering melakukan upaya tindakan kelas untuk memecahkan masalah pembelajaran tentang suatu pokok bahasan atau kompetensi dasar.Hanya saja,dan patut disayangkan upaya tindakan kelas tersebut belum diteliti dan didokumentasikan dalam bentuk laporan hasil PTK.Hal ini membuktikan bahwa sebagian guru belum memahami secara keseluruhan makna dan hakikat PTK.

Waktu PTK

Kekeliruan dalam mempersepsikan PTK,berdampak munculnya anggapan pada sebagian guru bahwa untuk melaksanakan PTK membutuhkan waktu khusus diluar di luar jam efektif pembelajaran sebagaimana penelitian umumnya.Padahal PTK dapat dilaksanakan pada jam efektif pembelajaran sebagaimana guru melaksanakan tugas mengajar sehari-hari.Sambil mengajar guru bisa melaksanakan PTK tanpa harus memikirkan kapan sebaiknya PTK dilaksanakan.Prinsip dasar PTK adalah tidak menyita waktu khusus.

Makna Kelas

Telah terjadi kekeliruan dalam memahami makna kelas.Sebagian guru mengartikan kelas adalah ruang kelas.Akibatnya PTK diasumsikan sebuah penelitian yang harus dilaksanakan di dalam ruang kelas. Padahal kelas yang dimaksudkan dalam PTK adalah peserta didik bukan ruang kelas (Arikunto,2005:4).Karenanya PTK dapat dilaksanakan dimana saja sepanjang terkait dengan proses pembelajaran. Penelitian dapat di lapangan olah raga,ruang praktik ketrampilan,di kebun untuk materi tumbuhan,di kolam air untuk habitat air,atau materi lainnya sepanjang masih terkait dengan proses pembelajaran.

Judul Proposal PTK

Berdasarkan KTI yang masuk pada panitia lomba seleksi Guru Brprestasi 2005 Kabupaten Banyuwangi yang masuk 5 (lima) besar pada berbagai jenjang terdapat beberapa kekeliruan atau kebingungan dalam menentukan judul KTI-PTK.
Setelah mengkaji beberapa judul tersebut dapat disimpulkan terdapat 3 (tiga) kekeliruan atau kebingungan dalam menentukan judul yaitu :
a.kekeliruan atau kebingungan dalam menentukan variable variable tergantung dan variable bebas
b.cakupan variable yang diteliti terlalu luas
c.terjadi pengulangan (reduplikasi) inovasi tindakan kelas.

Penetuan Judul

Judul merupakan bagian pertama dalam membuat proposal PTK.Keberadaan proposal PTK sangat penting karena merupakan rencana untuk melaksanakan PTK.Di dalam judul tertuang variable tergantung dan variable bebas muncul atau yang menjadi obyek penelitian.Variabel bergantung merupakan kondisi atau karakteristik yang berubah,atau muncul atau tidak muncul ketika mengeksperimen mengintroduksi,mengubah atau mengganti variable bebas.(Faisol,1982:82).Variabel bebas berfungsi menerangkan hasil yang terjadi pada variable tergantung (Wardit,1999:18).Di samping itu,variable berfungsi untuk menentukan dasar analisis,oleh sebab itu,dalam menentukan judul proposal PTK harus benar karena akan menentukan validitas PTK.

Pada judul:
a.Permainan Matematika di Taman Kanak Kanak,misalnya kurang begitu jelas gambaran variable bergantung dan variable bebasnya.Judul tersebut akan lebih baik apabila diubah menjadi “Peningkatan Pemahaman Lambang Bilangan Angka 1 s.d 10 Melalui Permainan Memancing Ikan” Judul ini memiliki variable tergantung peningkatan pemahaman lambing bilangan angka 1s/d 10,dan variable bebas permainan memancing ikan di mana siswa mengambil lambing bilangan angka yang tersedia berdasarkan jumlah ikan yang terpancing. Kedua variable ini lebih jelas dan tegas disbanding judul semula.

Perlu adanya pemahaman guru tentang hukum negative positif untuk menentukan variable tergantung dan variable bebas pada judul proposal PTK.Pada hukum tersebut dapat dijelaskan bahwa setiap yang terkait dengan permasalahan pembelajaran ditandai dengan tanda negative (variable tergantung).Sementara setiap tindakan untuk memanggulangi permasalahan ditandai dengan tanda positif (variable bebas).

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa peningkatan pemahaman lamang bilangan angka 1 s.d 10 sebagai variable tergantung dapat ditandai dengan tanda negative,sedangkan permainan memancing ikan sebagai variable bebas dapat ditandai dengan tanda positif.Dalam menentukan judul proposal PTK sebaiknya mengandung unsure penanda negative –positif.
Pengenalan hukum negative –positif ini diharapkan dapat membantu guru dalam menentukan judul proposal PTK dengan variable yang tepat sehingga pelaksanaan PTK lebih terarah.

Cakupan Variabel

Hampir sebagian besar peserta lomba guru berprestasi 2005,Kabupaten Banyuwangi menentukan judul dengan cakupan variable relative luas sebagaimana tertulis pada judul berikut :
“Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Kelas 6 SDN I Glagah “
Pada judul ini bisa dipertanyakan,prestasi belajar IPS pokok bahasan atau kompetensi dasar apa (variable tergantung) dan dengan tindakan kelas apa (variable bebas).Baik pada veriabel tergantung maupun pada variable bebas cakupannya kurang specific.Judul tersebut akan lebih baik apabila diubah menjadi “ Penguasaan Peta Jawa Timur Melalui Peta Relief misalnya.

Inovasi Tindakan Kelas

Pada judul yang terdapat pada peserta lomba guru berprestasi tersebut, menunjukkan tindakan kelas yang dilakukan,sudah pernah dilakukan orang lain atau sudah lazim dilakukan guru sejak dulu.Pada judul tersebut belum menunjukkan adanya penemuan tindakan kelas terbaru.Artinya,apabila pihak lain pernah melakukan tindakan kelas X di hamper semua sekolah,dan berdampak positif pada pembelajaran materi Y,maka hasilnya sudah bisa diketahui sebelumnya.
Metode atau pendekatan menyanyi,permainan matematika,permainan warna dengan sedtan dan benang,penentuan sudut dengan potongan lidi,lomba di sekolah,cerita bergambar,teman sebaya dan lain-lain merupakan hal yang umum dan diakui public berdampak positif dalam meningkatkan penguasaan pokok bahasan atau kompetensi dasar.
Penemuan ilmiah harus orisinil.Suatu studi atau temuan yang tidak memberikan masukan baru ke dalam sains bukanlah bagian dari sains.Bangsa Asia kata Chen Ning (fisikawan kelahiran Cina dan Pemenang Nobel ) serig tak mampu melakukan “imajinative leaps” untuk menemukan sesuatu yang baru. Prasetya,1999:5).
Sebagai kegiatan ilmiah,maka PTK memerlukan keaslian inovasi dan kreativitas guru yang relative tinggi.(Prasetya-b:1999:3) berpendapat orisinilitas permasalahan adalah asli,bukan tiruan atau pun jiplakan,tidak merupakan pengulangan,bukan sesuatu yang klise,kadangkala,orisinilitas juga melahirkan sesuatu kontroversi yang tidak diduga sebelumnya.
Beberapa judul yang ditulis peserta lomba guru berprestasi tersebut,menunjukkan bahwa inovasi dan kreativitas guru dalam menemukan tindakan kelas relative rendah dan kurang mencerminkan lompatan imajinatif.Padahal inovasi dan kreativitas sangat menentukan keaslian KTI-PTK guru sehingga bermanfaat bagi pembinaan dan pengembangan pendidikan.

Analisis Data Hasil PTK

Untuk mengetahui apakah PTK membuahkan hasil positif atau negative,perlu diadakan analisis terhadap data hasil PTK.Data hasil PTK bisa diperoleh melalui instrument tes tulis,pengamatan,wawancara,lembar angket atau lainnya yang bisa digunakan untuk mengumpulkan data.Data tersebut kemudian diolah menggunakan perhitungan sedemikian rupa sehingga diperoleh angka persentase pada masing-masing item yang ditelti.
Permasalahan yang terjadi dalam menganalisis data hasil PTK tercermin dalam pertanyaan sebagian guru,bagaimanakah cara mengolah dan menganalisis data hasil PTK ?. Mereka beranggapan analisis fdata hasil PTK menggunakan perhitungan statistic yang relative rumit setara uji tesis misalnya.Pemahaman tersebut dapat menumbuhkan rasa enggan sebagian guru untuk melaksanakan PTK.
Pada penelitian kualitatif peneliti tidak perlu melakukan peengolahan melalui perhitungan matematis,sebab data telah memiliki makna apa adanya. Berbeda halnya dengan data kuantitatif yang sifatnya numerial.Bila data hasil pengukuran dalam bentuk nominal atau kategori,digunakan teknik persen,(Sudjana:1989:126).
Tekanan penelitian kualitatif ada pada proses bukan pada hasil.Peneliti terjun ke lapangan,mempelajari suatu proses atau penemuan yang terjadi secara alami,mencatat,menganalisis,menafsirkan dan melaporkan serta menarik kesimpulan –kesimpulan dan proses tersebut.(Sudjana 1989:195-196).
Dalam pelaksanaannya,analisis data hasil PTK dapat dilakukan sebagaimana analisis ulangan harian dengan menggunakan persentase keberhasilan dan atau kegagalan item yang diteliti. Ini berarti hasil analisis PTK tidak harus menggunakan perhitungan rumit. Tanpa menggunakan uji-t pun,misalnya guru dapat melakukan pengolahan dan analisis data hasil PTK
Berdasarkan hasil analisis tersebut ,guru dapat menentukan tindakan perbaikan pada siklus berikutnya dalam rangka meningkatkan mutu proses pembelajarannya.Guru dapat menyimpulkan dan membuat keputusan apakah PTK yang dilaksanakan berakhir pada siklus kedua,ketiga atau keempat.
Kebingungan dalam mengolah dan menganalisis data hasil PTK menjadi kendala bagi guru dalam melaksanakannya karena telah terbangun imej analisis data hasiul PTK itu rumit.

Kesimpulan

Minimnya guru yang menulis KTI-PTK merupakan bukti minimnya pemahaman mereka mengenai keberadaan PTK.Diantara mereka bahkan ada yang tidakj tahu tentang PTK.Sekalipun hanya menyebutkan kepanjangan istilah PTK.Keberadaan ini menjadi permasalahan bagi guru dalam melaksanakan PTK.
Terdapat beberapa kendala sebagian guru dalam melaksanakan PTK.Kendala tersebut berupa kekeliruan dan kebingungan sebagian guru dalah hal :
a.Pemahaman pengertian PTK
b.Penentuan judul proposal PTK dengan variabelnya
c.Pengolahan dan analisis data
hasil PTK
Permasalahan tersebut dapat menumbuhkan rasa enggan pada sebagian guru dan menjadi kendala untuk melaksanakan PTK yang berakibat kekeliruan dalam penulisan laporan hasil PTK.

Saran

Ada baiknya dalam menghadapi permasalahan kekeliruan dan kebingungan guru dalam melaksanakan PTK pemerintah melakukan 3 (tiga ) hal :
1.Merekrut tim instruktur penulisan KTI Tingkat kabupaten
2.Memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (Diklat) pengembangan profesi bagi jabatan fungsional guru di tingkat kabupaten
3.Menerbitkan dan membagikan buku tentang PTK ke semua perpustakaan sekolah.

Harapan

Harapan dari upaya tersebut dalah :
1.Terealisasinya penyelenggaraan diklat pengembangan profesi bagi jabatan fungsional guru serentak di semua kabupaten.
2.Terealisasinya kemauan guru memahami PTK melalui buku PTK secara mandiri di sekolah masing-masing.

(Naskah ini telah dikemas dalam bentuk Tulisan Ilmiah Populer)


Penulis adalah Guru SMPN 2 Rogojampi ,Banyuwangi

Karya tulis ini merupakan Juara I Tingkat SMP/MTS pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Bagi Pengembangan Profesi Guru Tingkat Jatim yang diselenggarakan Redaksi Majalah Media Tahun 2006.

Sumber : Majalah Media Mei 2006 halaman 16-21

Tidak ada komentar:

Posting Komentar