Blog ini berisi tentang kiat menuju sukses Anda

Rabu, 23 Juni 2010

Siti Nurbaya

Summary:sukarto
Syamsul Bahri dan Siti Nurbaya adalah kekasih yang akan menikah. Teta[I keduanya gagal menikah karena ulah Datuk Maringgi.Datuk Maringgih berhasil menikahi Siti Nurbaya karena untuk membayar hutang ayahnya.Siti Nurbaya ingin lari dari Datuk Maringgih, namun karena keliciukannya akhirnya siti Nurbaya di racun dan Meninggal dunia.Mendengar kekasihnya meninggal dunia meninggal,Syamsul Bahri ingin bunuh diri dengan cara menjadi tentara.Terjadi pertempuran antara Syamsul Bahri dan Datuk Maringgih dalam pertempuran tersebut keduanya terbunuh dan sama-sama meninggal dunia.


Syamsul Bahri anak pasangan dari Sutan Mahmud Syah dan ibunya bernama Siti Maryam.Dia hidup bertetangga dengan Siti Nurbaya putri saudagar kaya bernama Baginda Sulaiman.Karena seringnya bertemu, maka timbul rasa cinta bagi kedua remaja berlainan jenis tersebut.Namun sayang ditengah percintaan tersebut mereka harus berpisah untuk melanjutkan sekolahnya.Syamsul Bahri meninggalkan kota Padang untuk melanjutrkan sekolah kedokteran di Jakarta.

Sementara itu di kota Padang terdapat seorang kaya raya bernama Datuk Maringgih.Ia selalu bebuat kejahatan secara licik sehingga tidak diketahui oleh orang lain. Datuk Maringgih mempunyai banyak anak buah sebagai kaki tangan pembantunya.

Melihat kekayaan baginda Sulaiman ayah Siti Nurbaya,Datuk Maringgihj merasa tidak senang,maka satu persatu harta kekayaan Baginda Sulaiman dimusnahkan oleh Datuk Maringgih beserta anak buahnya.

Untuk memperbaiki kehidupannya ,maka Baginda sulaiman meminjam uang kepada Datuk Maringgih. Dengan kelicikannya, Datuk Maringgih beserta anak buahnya selalu menghancurkan usaha yang dilakukan oleh baginda Sulaiman.

Karena tidak dapat membeayar hutangnya , Datuk Maringgih berniat utnk menita seluruh harta yang dimiliki oleh baginda Sulaiman, kecuali apabila Siti Nurbaya diserahkan kepadanya sebagai istrinya.Dengan terpaksa maka Siti Nurbaya walaupun tidak mencintainya akhirnya menjadi istri Datuk Maringgih.Siti Nurbaya mengirim surat kepada Syamsul Bahri yang ada di Jakarta tentang peristiwa ini.

Mendengar berita tersebut,maka Syamsul Bahri pun pulang ke Padang, ketika itu juga Syamsul Bahri mendengar bahwa Baginda Sulaiman sakit, maka Dia pun mengunjungi Baginda Sulaiman. Ketika sampai dirumah Baginda Sulaiman Syamsul Bahri bertemu dengan Siti Nurbaya.Karena rindu sudah lama tidak bertemu, maka keduanya berpelukan dan berciuman.Melihat peristiwa tersebut maka marahlah Datuk Maringgih sehingga terjadi pertengkaran. Mendengar keramaian yang ada, baginda Sulaiman yang sedang sakit berusaha beranjak dari tempat tidurnya. Karena tidak kuat berjalan maka Baginda Sulaiman terjatuh dan akhirnya meninggal dunia.

Sejak kematian ayahnya, Siti Nurbaya berlaku kasar kepada Datuk Maringgih suaminya.Bahkan pada akhirnya dalam suatu pertengkaran dia mengusir Datuk Maringgih dari rumahnya..Setelah itu Siti Nurbaya berniat untuk pergi ke Jakarta menyusul Syamsul Bahri.

Tetapi malang niat pergi ke Jakarta Siti Nurbaya tersebut diketahui oleh anak buah Datuk Maringgih.Ketika berada dalam sebuah kapal Siti Nurbaya akan dibunuh oleh anak buah Datuk Maringgih, dengan cara membuangnya ke laut. Beruntung banyak orang mendengar teriakan Siti Nurbaya,sehingga dia pun selamat dari rencana jahat anak buah Datuk Maringgih.

Akhirnya kapal sampai juga di Jakarta.Syamsul Bahri menemui Siti Nurbaya yang masih dalam keadaan sakit di kapal..Tiba-tiba datanglah polisi mancari Siti Nurbaya dengan tuduhan melarikan diri dari suaminya serta membawa lari harta suaminya. Siti Nurbaya pun kembali ke Padang untuk menyelesaikan urusannya di pengadilan Padang.Dalam pemeriksaan ternyata dinyatakan bahwa Siti Nurbaya tidak bersalah, sehingga dia dibebaskan dari tuduhan suaminya.

Pada suatu hari tanpa sepengetahuan Alimah sahabtanya, Siti Nurbaya membeli kue, yang ternyata penjual kue tersebut adalah orang suruhan Datuk Maringgih yang sengaja diperuntukkan kepa Siti Nurbaya. Di dalam kue tersebut oleh orang kepercayaan Datuk Maringgih tersebut sudah di isi racun.Sudah barang pasti setelah makan kue tersebut meninggallah Siti Nurbaya.

Mendengar kematian Siti Nurbaya yang mendadak itu,terkejutlah ibu Syamsul Bahri yang memang sudah menderita sakit keras itu dan akhirnya meninggal dunia juga.

Kabar tentang kematian Siti Nurbaya dan Ibunya membuat Syamsul Bahri putus asa, dan berkeinginan untuk mengakhiri hidupnya..Pada suatu temapt dikegelapan malam menodongkan pistol kearah kepalanya.Untung usaha untuk bunuh diri tersebut diketahui oleh Zainal Abidin temannya, sehingga selamatlah Syamsul Bahri.Karena Syamsul Bahri menginginkan kematian maka ia pun mendaftarkan diri sebagai pasukan atau tentara,dengan berganti nama menjadi Letnan Mas.

Pada suatu hari ia pun mendapatkan tugas untuk menumpas pemberontak di Padang.Bertemulah Syamsul Bahri atau Letnan Mas tersebut dengan Datuk Maringgih salah satu pemimpin gerombolan tersebut.Dalam pertempuran tersebut Letnan Mas berhasil menembak Datuk Maringgih sehinggah menyebabkan Datuk Maringgih roboh. Tetapi sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Datuk Maringgih masih sempat mengayunkan pedangnya kea rah Letnan Mas. Seketika itu juga Letnan Mas jatuh terkapar dan pada akhirnya meninggal dunia juga.



Siti Nurbaya Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/books/novel-novella/2009029-siti-nurbaya/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar