Oleh:A.Risqi Basuki SDN Dharma Tanjung 1,Camplong,Sampang
Sumber : Jawa PosJumat,6 Februari 2009
Kemampuan siswa kelasVI dalam menyerap pelajaran karakteristik Negara-negara Asean di SDN Dharma Tanjung 1 Camplong sangat kurang.Diperlukan stimulus yang tepat yang bisa mendorong siswa untuk aktif belajar sekaligus mampu menyerap materi pelajaran. Salah satunya permainan dengan kartu kwartet.
Permainan ini menggunakan dua set kartu,masing-masing 40 kartu.Satu set kartu dibagi sepuluh kelompok sesuai jumlah Negara anggota ASEAN.
Setiap kelompok terdiri atas 4 kartu (kwartet) yang menggambarkan karakteristik salah satu Negara anggota ASEAN.Misalnya,kelompok kartu tentang Indonesia terdiri atas kartu Ibu kota Indonesia, mata uang Indonesia, lagu kebangsaan Indonesia, dan luas wilayah Indonesia. Di bagian bawah kartu ditampilkan peta,bendera,dan lambing Negara Indonesia. Demikian juga dengan Sembilan Negara anggota asean lainnya.
Inti permainan,peserta didik diminta mengelompokkan kartu=kartu tersebut sesuai dengan negaranya.Yang paling banyak mengumpulkan kelompok kartu,dialah pemenangnya.
Blog ini berisi tentang kiat menuju sukses Anda
Minggu, 11 April 2010
Jumat, 09 April 2010
Belajar Procedure Text dari Barang Bekas (inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris SMP )
Oleh:Hernawati K (Guru SMP Al-Hikmah Surabaya )
Sumber: Jawa Pos,Sabtu,31 Januari 2009
Dalam contextual teaching and learning (CTL), guru diharapkan mampu menggunakan konteks beragam.Artinya,makna/pengetahuan bisa diperoleh tidak hanya pada materi ajar/buku teks,melainkan pada banyak hal.Panduan pengembangan silabus Mata Pelajaran Bahasa Inggris,SMP Departemen Pendidikan Nasional (2006:24) menyebutkan,sumber bahan adalah segala sesuatu yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran,dapatberupa buku teks,media cetak,media elektronika,nara sumber,lingkungan alam sekitar,dan sebagainya.
Lingkungan alam sekitar merupakan sumber belajar yang tidak ada habisnya.Berangkat dari lingkungan,penulis menawarkan alternative sumber belajar yang bisa digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris,khususnya procedure text.
Sumber belajar tersebut adalah, barang bekas dari segala macam produk,khususnya yang menunjukkan cara pemakaian produk atau teks prosedur.Misalnya,bungkus produk makanan minuman,obat,kardus barang elektronik,kaleng dan manual book/users guide.
Teks prosedur tersebut digunting dan ditempelkan pada kertas buffalo,manual book user;s guide barang elektronik difotokopi,kardus yang berukuran kecil bisa langsung dipakai.Guru bisa melibatkan siswa dalam pembuatan media tersebut dengan memberikan tugas individu.Penugasan ini sekaligus merupakan upaya mengaitkan tugas sekolah dengan pengalaman sehari-hari.Johson (2002:42) menyebutnya learning by doing,yang merupakan pesan produk CTL.
Pemilihan barang bekas didasarkan pada beberapa alasan;
Pertama ,barang bekas sangat bervariasi,baik bentuk,tema,tingkat kompleksitas,maupun bahasa yang digunakan.Ada tema kesehatan hingga telekomunikasi,mulai yang sangat sederhana hingga sangat sulit.Ada yang berbahasa Indonesia,Inggris-Indonesia, atau Inggris saja.
Guru harus pandai-pandai memilih. Di tingkat SMP,teks prosedur hadir di kelas 7 dan 9. Guru bisa memberikan teks prosedur dengan tingkat kesulitan rendah pada kelas 7, dan tingkat kesulitan lebih tinggi pada kelas 9.
Kedua, secara psikologis,penggunaan variasi media pembelajaran ini,bisa membangkitkan keinginan, minat,motivasi,serta rangsangan kegiatan belajar seperti yang diungkapkan Hamalik (1986:37).
Ketiga, secara ekonomis,barang bekas tentu murah,meriah dan mudah didapat.Guru di pelosok pun bisa dengan mudah memperolehnya.
Sebagai sumber belajar listening,guru bisa membuat script berbentuk close procedure atau kalimat rumpang berdasar manual book/user;s guide dan teks prosedur yang ada.Guru tinggal menghilangkan beberapa kata pada teks tersebut,menulis ulang,dan membawakannya di depan kelas.
Reading bisa dilakukan dengan menukarkan media yang telah di buat masing-masing siswa,sehingga mereka mendapat pengetahuan lebih beragam dengan tingkat kompleksitas yang ada.
Guru bisa mengacak kalimat pada teks prosedur dan meminta siswa menyusun kembali.ketika mengajarkan writing.Atau guru bisa menghilangkan teks pada teks prosedur yang ada,sehingga tinggal gambar.Siswa lalu diminta menulis teks prosedur berdasar gambar tersebut. Terakhir speaking bisa dilakukan dengan cara siswa menampilkan atau mempresentasikan isi teks prosedur.
Sumber: Jawa Pos,Sabtu,31 Januari 2009
Dalam contextual teaching and learning (CTL), guru diharapkan mampu menggunakan konteks beragam.Artinya,makna/pengetahuan bisa diperoleh tidak hanya pada materi ajar/buku teks,melainkan pada banyak hal.Panduan pengembangan silabus Mata Pelajaran Bahasa Inggris,SMP Departemen Pendidikan Nasional (2006:24) menyebutkan,sumber bahan adalah segala sesuatu yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran,dapatberupa buku teks,media cetak,media elektronika,nara sumber,lingkungan alam sekitar,dan sebagainya.
Lingkungan alam sekitar merupakan sumber belajar yang tidak ada habisnya.Berangkat dari lingkungan,penulis menawarkan alternative sumber belajar yang bisa digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris,khususnya procedure text.
Sumber belajar tersebut adalah, barang bekas dari segala macam produk,khususnya yang menunjukkan cara pemakaian produk atau teks prosedur.Misalnya,bungkus produk makanan minuman,obat,kardus barang elektronik,kaleng dan manual book/users guide.
Teks prosedur tersebut digunting dan ditempelkan pada kertas buffalo,manual book user;s guide barang elektronik difotokopi,kardus yang berukuran kecil bisa langsung dipakai.Guru bisa melibatkan siswa dalam pembuatan media tersebut dengan memberikan tugas individu.Penugasan ini sekaligus merupakan upaya mengaitkan tugas sekolah dengan pengalaman sehari-hari.Johson (2002:42) menyebutnya learning by doing,yang merupakan pesan produk CTL.
Pemilihan barang bekas didasarkan pada beberapa alasan;
Pertama ,barang bekas sangat bervariasi,baik bentuk,tema,tingkat kompleksitas,maupun bahasa yang digunakan.Ada tema kesehatan hingga telekomunikasi,mulai yang sangat sederhana hingga sangat sulit.Ada yang berbahasa Indonesia,Inggris-Indonesia, atau Inggris saja.
Guru harus pandai-pandai memilih. Di tingkat SMP,teks prosedur hadir di kelas 7 dan 9. Guru bisa memberikan teks prosedur dengan tingkat kesulitan rendah pada kelas 7, dan tingkat kesulitan lebih tinggi pada kelas 9.
Kedua, secara psikologis,penggunaan variasi media pembelajaran ini,bisa membangkitkan keinginan, minat,motivasi,serta rangsangan kegiatan belajar seperti yang diungkapkan Hamalik (1986:37).
Ketiga, secara ekonomis,barang bekas tentu murah,meriah dan mudah didapat.Guru di pelosok pun bisa dengan mudah memperolehnya.
Sebagai sumber belajar listening,guru bisa membuat script berbentuk close procedure atau kalimat rumpang berdasar manual book/user;s guide dan teks prosedur yang ada.Guru tinggal menghilangkan beberapa kata pada teks tersebut,menulis ulang,dan membawakannya di depan kelas.
Reading bisa dilakukan dengan menukarkan media yang telah di buat masing-masing siswa,sehingga mereka mendapat pengetahuan lebih beragam dengan tingkat kompleksitas yang ada.
Guru bisa mengacak kalimat pada teks prosedur dan meminta siswa menyusun kembali.ketika mengajarkan writing.Atau guru bisa menghilangkan teks pada teks prosedur yang ada,sehingga tinggal gambar.Siswa lalu diminta menulis teks prosedur berdasar gambar tersebut. Terakhir speaking bisa dilakukan dengan cara siswa menampilkan atau mempresentasikan isi teks prosedur.
Pembelajaran Inkuiri dengan “Kartu Konflik” untuk Meningkatkan Perhatian,Motivasi dan Hasil Belajar ( inovatif SMA Sosiologi)
Oleh : Ikhwanul Abrori, guru SMA Bakti Ponorogo
Sumber : Jawa Pos,Kamis,19 Februari 2009
Salah satu masalah mendasar dalam sosiologi adalah banyaknya teori-teori social yang dikemukakan para tokoh.Sedangkan guru lebih terfokus menjelaskan teori-teori tersebut dengan metode ceramah.
Situasi itu membuat siswa malas serta jenuh,ketika harus belajar teori-teori social.Kurangnya perhatian siswa berimbas pada lemahnya motivasi belajar dan yang pada akhirnya berpengaruh terhadap rendahnya hasil belajar.
Penulis mencoba mengembangkan pembelajaran inkuiri dengan menggunakan “Kartu Konflik” yang berisi konflik antar siswa,konflik dalam keluarga,dan konflik di lingkungan masyarakat sekitar siswa sebagai model pembelajaran.
Inkuiri adalah proses belajar dengan pencarian kebenaran,informasi atau pengetahuan.Dalam pembelajaran dengan metode inkuiri,siswa merumuskan hipotesis,memilih jawaban terbaik dan melakukan penelitian.
Dalam proses pembelajaran,siswa diberi lembaran kerja yang terdiri enam kolom dengan rincian :
- Kolom 1 berisi konflik atau permasalahan yang dialami
- Kolom 2 berisi factor penyebab konflik
- Kolom 3 berisi jenis konflik
- Kolom 4 berisi manajemen konflik
- Kolom 5 berisi hasil konflik
- Kolom 6 berisi dampak konflik
Sumber : Jawa Pos,Kamis,19 Februari 2009
Salah satu masalah mendasar dalam sosiologi adalah banyaknya teori-teori social yang dikemukakan para tokoh.Sedangkan guru lebih terfokus menjelaskan teori-teori tersebut dengan metode ceramah.
Situasi itu membuat siswa malas serta jenuh,ketika harus belajar teori-teori social.Kurangnya perhatian siswa berimbas pada lemahnya motivasi belajar dan yang pada akhirnya berpengaruh terhadap rendahnya hasil belajar.
Penulis mencoba mengembangkan pembelajaran inkuiri dengan menggunakan “Kartu Konflik” yang berisi konflik antar siswa,konflik dalam keluarga,dan konflik di lingkungan masyarakat sekitar siswa sebagai model pembelajaran.
Inkuiri adalah proses belajar dengan pencarian kebenaran,informasi atau pengetahuan.Dalam pembelajaran dengan metode inkuiri,siswa merumuskan hipotesis,memilih jawaban terbaik dan melakukan penelitian.
Dalam proses pembelajaran,siswa diberi lembaran kerja yang terdiri enam kolom dengan rincian :
- Kolom 1 berisi konflik atau permasalahan yang dialami
- Kolom 2 berisi factor penyebab konflik
- Kolom 3 berisi jenis konflik
- Kolom 4 berisi manajemen konflik
- Kolom 5 berisi hasil konflik
- Kolom 6 berisi dampak konflik
Belajar Biologi dengan Strategi Pembelajaran Pustaka Keliling ( inovatif SMA )
Oleh :Dewi Endahsari ( Guru Biologi SMAN I Malang )
Sumber :Jawa Pos ,Sabtu 14 Februari 2009
Biologi dianggap ilmu hafalan sehingga menjadikan pembelajaran tidak bermakna dan membosankan.Salah satu penyebabnya,minat baca siswa rendah sehingga mempengaruhi hasil belajarnya.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan guru untuk membangun pengetahuan baru siswa serta membangun minat baca siswa adalah menggunakan strategi pembelajaran Pustaka Keliling (PK).
Pustaka keliling merupakan hasil kegiatan siswa membuat media dan sumber belajar biologi dalam bentuk informasi yang mengacu pada pertanyaan Abdikasim ( apa, bagaimana, di mana, kapan, siapa, dan mengapa ).
Pertanyaan dan jawaban ( disebut pustaka ) ditulis dalam kertas berwarna dan ditempelkan pada media pustaka berupa kertas folio ganda atau kertas asturo.Hasil puataka digunakan dalam proses pembelajaran dengan cara ditukarkan ( dikelilingkan ) dengan kelompok lain yang mempunyai topic berbeda.
PK bisa memperluas wawasan,melatih menulis secara ilmiah,dan meingkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan /dunia pendidikan.
Sumber :Jawa Pos ,Sabtu 14 Februari 2009
Biologi dianggap ilmu hafalan sehingga menjadikan pembelajaran tidak bermakna dan membosankan.Salah satu penyebabnya,minat baca siswa rendah sehingga mempengaruhi hasil belajarnya.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan guru untuk membangun pengetahuan baru siswa serta membangun minat baca siswa adalah menggunakan strategi pembelajaran Pustaka Keliling (PK).
Pustaka keliling merupakan hasil kegiatan siswa membuat media dan sumber belajar biologi dalam bentuk informasi yang mengacu pada pertanyaan Abdikasim ( apa, bagaimana, di mana, kapan, siapa, dan mengapa ).
Pertanyaan dan jawaban ( disebut pustaka ) ditulis dalam kertas berwarna dan ditempelkan pada media pustaka berupa kertas folio ganda atau kertas asturo.Hasil puataka digunakan dalam proses pembelajaran dengan cara ditukarkan ( dikelilingkan ) dengan kelompok lain yang mempunyai topic berbeda.
PK bisa memperluas wawasan,melatih menulis secara ilmiah,dan meingkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan /dunia pendidikan.
Kamis, 08 April 2010
Program Tahunan/Semester Bimbingan dan Konseling (BK) Kelas VII,VIII,IX,KTSP SMP
Progran tahunan,program semester bimbingan konseling BK, KTSP, kelas VII,VIII,IX SMP
download gratis di sini
download gratis di sini
Langganan:
Postingan (Atom)




