Blog ini berisi tentang kiat menuju sukses Anda

Selasa, 26 Agustus 2014

Unsur Instrinsik Novel Siti Nurbaya

1.Tema Tema novel Siti Nurbaya adalah kawin paksa yang dialami oleh tokoh utamanya.Siti Nurbaya sebenarnya tidak mau ketika ia diminta ayahnya untuk menikah dengan Datuk Maringgih.Ia hanya mencintai Syamsulbahri,Namun Siti Nurbaya prihatin melihat ayahnya,kemudian ia terpaksa menerima takdir.. 2.Amanat Pengarang ingin menyampaikan kepada pembaca bahwa berbakti kepada orang tua merupakan pekerjaan mulia.Disamping itu, janganlah menurutkan hawa nafsu semata-mata dalam mengarungi bahtera kehidupan di dunia ini; seperti yang ditunjukkan oleh Datuk Maringgih. 3.Latar Latar terdiri atas latar waktu,latar tempat,dan latar sosial.Latar tempat adalah di daerah Padang.Latar sosial yaitu membicarakan tentang masyarakat Padang.Misalnya bermata pencaharian sebagai petani perkebunan (kopi dan kelapa sawit). Berdagang dengan menggunakan uang belasting. 4Tokoh Dalam novel ini tokoh protagonis Siti Nurbaya,dan syamsulbahri,tokoh antagonis adalah Datuk Maringgih dan tokoh sampingan yaitu Baginda Sulaiman,Arifin dan Bahtiar. 5.Teknik Penokohan Teknik penokohan dan perwatakannya menggunakanteknik analisis langsung.”seperti penggambaran bentuk fisik syamsulbahri yang digambarkan secara langsung. 6.Alur dan Plot Alur yang digunakan adalah alur lurus (maju).Novel ini mengisahkan cerita yang berurutan, dari awal sampai akhir secara jelas tanpa diselingi cerita yang sifatnya menyorot balik (flash back) 7. Gaya Bahasa Gaya bahasanya menggunakan perumpamaan klise dan pepatah-pepatah.Namun novel Siti Nurbaya menggunakan bahasa percakapan sehari-hari yang lain dari bahasa hikayat sastra lama. Contoh;”Bukankah telah kukatakan dalam pepatah.Malang tak dapat ditolak,mujur tak dapat diraih” 8.Sudut Pandang Pusat pengisahannya pada umumnya menggunakan metode orang ketiga, Contoh “ O,ya ,Nur,tunggu sebentar,” kata si Sam 9.Sisipan dalam novel Banyak sisipan peristiwa yang tidak secara langsung berhubungan dengan inti cerita,seperti uraian adat, dongeng,syair dan pantun nasihat. 10.Bersifat Didaktis Sifat ini berpengaruh sekali pada gaya penceritaan dan struktur penceritaannya.Semuanya ditujukan kepada pembaca untuk memberi nasihat. 11.Romantis Berscorak romantis (melarikan diri) dari masalah kehidupan sehari-hari yang menekan. 12.Adat Kebiasaan Cita-cita kebangsaan belum dipermasalahkan, masalah masih bersifat keda

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar