Blog ini berisi tentang kiat menuju sukses Anda

Kamis, 08 April 2010

Program Tahunan Layanan Konseling (BK) Kelas VII SMP

Program Tahunan Bimbingan & konseling (BK) KTSP siswa Kelas VII SMP

download gratis di sini

Rabu, 07 April 2010

Download Lagu Piala Dunia Afrika Selatan 2010 (remix)

Lagu piala dunia syair dan lagunya dapat anda dapatkan

berikut merupakan syairnya, kemudian dibagian bawah anda dapat mendownload suaranya, lama download sekitar 5 menit, terimakasih.

Oooooooooooooo woooooooooooooo
Oooooooooooooo woooooooooooooo

Give me freedom,give me fire,give me reason,take me higher
See the champions,take the fieldnow,you define us,make use feel proud
In the streets are,exaliftin,as we lose our inhabition
Celebration its around us,every nation us, every nation,all around us
Singin forever young,singin songs undermeath that sun
Lets rejoice in the beautiful game and togheter at the end of the day

We all say
When I got older I will be stronger
They’ll call me fredoom just like a wavin flag
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes back

When I get older I will be stronger
They’ll call me fredoom
Just like a waving flag

And then it goes back
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes
wooooooooooooooo wooooooooooooooo

Ooooooooooooooh woooooooooooooooo
Give you freedom,give you fire,give you reason,take you higher
See the champions,take the fieldnow,you define us,make use feel proud
In the streets are,exaliftin,as we lose our inhabition
Celebration its around us,every nation us, every nation,all around us
Singin forever young,singin songs undermeath that sun
Lets rejoice in the beautiful game and togheter at the end of the day

We all say
When I got older I will be stronger
They’ll call me fredoom just like a wafin flag
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes back

When I get older I will be stronger
They’ll call me fredoom
Just like a waving flag

And then it goes back
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes
wooooooooooooooo hooooooooooooooo
wooooooooooooooo hoooooooooooooooo


We all say
When I got older I will be stronger
They’ll call me fredoom just like a wafin flag
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes back

When I get older I will be stronger
They’ll call me fredoom
Just like a waving flag

And then it goes back
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes
wooooooooooooooo hooooooooooooooo
wooooooooooooooo hoooooooooooooooo
and every body will be singin it
woooooooooooooo hooooooooooooooooo
and we are all singin it


download gratis di sini

Selasa, 06 April 2010

Menjadi Guru Olahraga yang Tahu Pakem (inovasi pembelajaran )

Oleh :Hendro Suwignyo S.Pd.
Guru Olahraga SD Kartika IV-7 Malang
Sumber Jawa Pos Senin,21 Januari 2008


Pada prinsipnya,sport teacher (guru olahraga) harus bisa berperan sebagai pelatih,teman,orangtua pengganti,konselor,bahkan psikolog bagi anak didik.Jika seorang guru olahraga bisa berperan seperti itu,siswa berbakat akan bisa lebih focus mengembangkan potensi dan prestasi.Siswa juga akan percaya penuh kepada guru olahraganya.

Keterbatasan mendalam guru olahraga harus dilandasi rasa empati kepada anak didiknya.Yakni kemampuan guru menghayati perasaan atau keadaan anak didiknya.Sang guru harus menghayati perasaan atau keadaan anak didiknya.Sang guru harus harus bisa mengerti anak didiknya secara total tanpa kehilangan identitas pribadinya.

Setelah menguasai peran itu,guru akan dihadapkan pola penggalian potensi siswa.Selain kemampuan fisik,juga mengeksplorasi kemampuan intelehensi anak didik.Dalam hal ini penulis mencoba memberikan langkah-langkah dasar penggalian human resources,anak didk pada tingkat elemtary school (SD ).

Sedikitnya,ada tujuh langkah mudah bagi guru olahraga untuk melatih dan menggerakkan anak-anak didik :
1. Guru harus mengetahui healt track record (riwayat kesehatan ) anak melalui blanko yang di isi orangtua.Tujuannya anak didik yang akan kita bina aman.
2. Kelompokkan setiap anak didik berdasar umur dan jenis kelamin.Kemudian dilanjutkan pengecekan anatomi tubuh disertai tes fisik (antropometrik ) yang meliputi pengukuran tinggi badan,berat badan, tinggi duduk,dan lebar depannya.Jangan lupa,cantumkan pula daftar nilai akademik sekolahnya (peringkat di kelas).Sebab intelegensi merupakan salah satu modal untuk menjadi seorang atlet yang andal,selain bakat dan kemauan.
3. Kita perlu membuat kolom masing-masing cabor (cabang olahraga) yang di dalamnya terdapat acuan tentang usia untuk mengawali latihan pada setiap cabor.Diharapkan,daftar tersebut benar-benar kredibel serta valid.Kemudian, masukkan hasil pengelompokan pada langkah kedua ke dalam kolom masing-masing cabor (cabang olahraga ) bergantung guru masing-masing.
4. Lakukan pengukuran kemampuan fisik setiap anak didik yang terjaring pada langkah ketiga.Tes dasarnya kita sesuaikan masing-masing cabor.Begitu pula dengan teknik-teknik dasar yang digunakan,ukurannya harus kredidel agar bisa diperoleh hasil yang valid.Setiap cabor memiliki jenis tes khusus untuk memperkirakan kecakapan atau ketrampilan siswa.
5. Hasil uji bakat kemampuan fisik dan nonfisik anak didik kita laporkan kepada kepala sekolah dan orang tua (wali)siswa.Keterlibatan pimpinan sekolah dan support orang tua sangat penting dalam peningkatan prestasi anak didik.
6. Lakukan kerjasama dengan pengurus cabor di daerah untuk mendapatkan pembinaan anak didik yang lebih terarah.Atau kerjasama dengan perkumpulan olahraga di daerah masing-masing supaya pembinaan yang kita rintis di sekolah tidak sia-sia.
7. Guru olahraga mengaplikasikan seluruh langkah tersebut.Misalnya jika ada siswa yang berpotensi di cabor tertentu,namun sarana dan prasarana di sekolah kurang mendukung,guru bisa mengarahkan (menitipkan) ke sport club agar mendapatkan porsi latihan yang memadai dan berkesinambungan.

Yang jelas,jika guru olahraga menyimpang dari prinsip-prinsip pelatihan dalam membina anak didik,Hampir pasti guru akan sulit meningkatkan prestasi lahraga anak didik.
Satu lagi yang juga patut menjadi catatan upaya pembinaan siswa didik potensial adalah dukungan anggaran.Memang peribahasa jawa mengatakan,jer basuki mawa bea ikut menjadi factor keberhasilan pola pembinaan yang diharapkan.
Paradigma lama pembinaan olahraga harus kita tinggalkan.Bukan zamannya lagi menggunakan trik-trik kotor,menghalalkan segala cara untuk menang atau memalsukan data siswa untuk mencapai keberhasilan anak didik.Cara-cara itulah yang dapat menghancurkan jiwa keolahragaan bibit-bibit atlet kita.
Paradigma baru yang mengdepankan sikap kompetitif,sportif,dan akurat dan akurat harus dijadikan acuan.Guru olahraga pantang mengikutsertakan anak didiknya pada suatu lomba yang hanya untuk berpartisipasi.Kita harus memacu siswa untuk selalu meningkatkan prestasi yang semakin baik.
Akhirnya,sebagai pendidik dan Pembina,guru olahraga harus memegang prinsip-prinsip dasar pembinaan olahraga yang kompetitif,selektif, berbobot,berbudi,berakal,beradab dan tentu saja menjunjung sportivitas dalam menggali potensi serta prestasi siswa.Dengan landasan itu,bukan tidak mungkin kelak kita bisa melahirkan bibit-bibit olahragawan yang andal srta berbudi pekerti.
Tabel di bawah ini bisa menjadi rujukan guru olah raga.
Umur Permulaan Berolahraga,Spesialisasi,dan Prestasi Puncak


berturut-turut mulai Cabang Olahraga, Permulaan Olahraga usia (...sampai.... ). Spesialisasi (usia...sampai... ),Prestasi Puncak (usia ... sampai... )


Atletik 10-12 13-14 18-23
Bola basket 8-9 10-12 20-25
Tinju 13-14 15-16 20-25
Balap sepeda 14-15 16-17 21-24
Loncat indah 6-7 8-10 18-22
Anggar 8-9 10-12 20-25
Senam (putrid) 6-7 8-10 18-22
Senam (putra) 6-7 12-14 18-24
Dayung 12-14 16-18 22-24
Sepak bola 10-12 14-15 18-24
Renang 3-7 10-12 16-18
Tenis lapangan 8-10 12-14 18-25
Bola voli 11-12 14-15 20-25
Angkat besi 14-15 16-18 21-28
Gulat 13-14 15-16 24-28
Bulutangkis 8-9 14-15 18-24
Hoki 12-14 16-18 22-25
Sofbal 11-12 16-18 18-24
Panahan 11-12 16-18 20-28
Pencak silat 10-11 15-16 18-22
Bola tangan 12-13 15-16 18-24
Tenis meja 7-8 10-12 18-24
Polo air 12-13 15-16 18-28

(diadopsi dari Bompa:1986;Yesus dan Trubo;1988;Harsono;1988;Mencek;1978

Jumat, 02 April 2010

Sustained Silent Reading,Alternatif Muatan Lokal ( pembelajaran inovatif )

Oleh : TRI SULISTINI
Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 6 Pamekasan
Sumber : Jawa Pos,Kamis 14 Februari 2008

Tiap sekolah pasti punya keinginan dan harapan utuk meraih berbagai keunggulan.Ada berbagai parameter yang bisa menyiratkan keunggulan sebuah sekolah.Misalnya,ketersediaan sarana dan prasarana,guru dan siswa yang berprestasi akademik maupun non akademik,tingginya masukan,(intake) dan keluaran (output) siswa,lingkungan sekolah yang nyaman dan kondusif,hingga jalinan komunikasi yang efektif antara sekolah dengan orangtua siswa serta masyarakat.

Selain itu, keunggulan sekolah bisa ditilik dari implementasi kurikulum yang didasarkan pada kebutuhan sekolah,siswa dan masyarakat.Masih banyak criteria yang bisa mengategorikan sebuah sekolah menjadi unggul.Namun tak semua sekolah bisa memenuhi syarat tersebut.

Lalu apa yang harus dilakukan seandainya sekolah lebih banyak punya keterbatasan disbanding keunggulan ? alternatifnya adalah memaksimalkan potensi yang ada sembari berbenah mengatasi keterbatasan.

Salah satu yang mungkin tak membutuhkan dana besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas sekolah perbaikan serta strukturisasi muatan kurikulum sekolah.Lazim diketahui,seiring perubahan zaman,kemajuan lmu,dan teknologi serta tuntutan dunia global,perubahan kurikulum mutlak diperlukan.

Muatan kurikulum yang disediakan sekolah harus diselaraskan dengan kultur,kondisi kebutuhan siswa,sekolah serta masyarakat di sekitar sekolah.Kurikulum itu harus juga mampu menjawab tntutan dunia global dan dunia kerja.Selain itu kurikulum yang disusun sekolah harus mampu memberikan keunggulan yang memadai bagi siswa,sehingga mereka mampu bersaing dalam menghadapi tantangan dunia global.

Kurikulum yang disusun sekolah harus mampu menjadi center of excellence atau pusat keunggulan yang menjadi pembeda antara sekolah satu dengan sekolah yang lain.Semua itu sejatinya sudah disyaratkan dalam tujuan yang disusun oleh kurikulum tingkat satuan pendidikan.

Lalu apa muatan kurikulum alternative yang mampu meningkatkan kualitas pengetahuan siswa dan kualitas sekolah ? Penulis mengajukan kurikulum dengan muatan sustained silent reading (SSR )

SSR merupakan sebuah periode waktu membaca yang tidak terganggu dengan tanpa bersuara.SSR didasarkan pada sebuah konsep bahwa membaca adalah sebuah ketrampilan.Prinsipnya semakin banyak dijalani,semakin baik tingkat ketrampilan yang diraih.SSR berasumsi bahwa siswa belajar banyak dengan membaca banyak.

Bagaimana sebenarnya implementasi kurikulum tambahan menggunakan teknik SSR di sekolah ?
SSR dilakukan secara serentak di setiap kelas di sekolah tersebut.Kegiatan ini dimaksudkan sebagai penambahan muatan kurikulum sebanyak satu jampelajaran atau setara 40 menit dalam seminggu.Sekolah bisa enentukan sendiri hari yang terbaik sesuai untuk menerapkan kegiatan tersebut.

Jika memungkinkan SSR bisa dilakukan seluruh civitas sekolah termasuk kepala sekolah dan tenga kependidikan.Saat SSR berlangsung,semua aktivitas sekolah dihentikan dan seluruh civitas sekolah ikut membaca.Jka tidak memungkinkan,hal tersebut difokuskan pada kegiatan yang dilakukan guru dan siswa dalam kelas.Guru merupakan model yang bisa ditiru siswa dalam kegiatan itu.Guru diharapkan tidak melakukan kegiatan selain membaca seperti halnya yang dilakukan siswa.

Siswa dan guru mendapatkan kesempatan untuk membaca bacaan tertentu yang dipilih guru sesuai rasa ketertarikan siswa.Bacaan yang dibaca siswa juga harus disesuaikan tingkat kecerdasan siswa di kelas tersebut. Kesulitan terhadap bacaan sangat memungkinkan siswa menjadi tidak berminat membaca dan membiarkan bacaan tidak tersentuh.

SSR berlangsung 15-20 menit.Siswa bisa melakukannya secara individu .Atau jika bacaan yang disdiakan sangat terbatas,siswa bisa melakukannya secara berkelompok.

Sangat dianjurkan memilih bacaan yang berbeda dari materi ajar yang didapatkan siswa di sekolah.sehingga mereka akan mendapatkan pengetahuan baru.Itu ditujukan untuk megurangi tingkat kejenuhan siswa. Bacaan bisa bersumber dari surat kabar,jurnal.majalah,bulletin,buku-buku sastra,ensiklopedi atau atau buku buku yang memuat berbagai kemajuan ilmu pengetahuan yang signifikan.

Pada 20-25 menit berikutnya,kegiatan diatur oleh guru sebagai tindak lanjut SSR. Sebagai langkah tindak lanjut yang pertama,guru bisa mendiskusikan isi bacaan bersama siswa.Memberikan penjelasan yang memadai dan mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan bacaan akan sangat membantu siswa untuk semakin memahami isi bacaan serta mempercepat proses masuknya ilmu baru ke dalam benak dan pikiran siswa.

Sebagai follow-up berikutnya,guru bisa meminta siswa membuat sebuah laporan tertulis tentang apa yang sudah dibaca dalam kegiatan tersebut.Laporan itu bisa berupa sinaopsis,resensi,rangkuman,atau resume.Pembuatan laporan itu juga akan mengarahkan siswa pada ketrampilan yang lain,yaitu menulis.Format laporan tertulis harus disiapkan oleh guru.

Tindak lanjut yang terakhir,guru bisa meminta siswa untuk secara bergantian memasukkan hasil synopsis,rangkuman,atau resume ke dalam bulletin,jurnal,atau majalah dinding sekolah secara bergantian setiap minggu.Hal tersebut akan membuat siswa merasa diberi apresiasi (penghargaan) yang tinggi karena hasil tulisannya bisa dibaca seluruh civitas seklah.

Kegiatan tersebut dirasa penulis sangat penting.Sebab,bagaimanapun,membaca merupakan jalan masukknya berbagai jenis ilmu pengetahuan yang lain. Siswa akan mampu menyerap ilmu pengetahuan lain dalam masa pembelajaran melalui membaca,sehingga akan muncul generasi terdidik masa depan yang cerdas dan berwawasan luas.

SSR sebagai muatan tambahan pada kurikulum ,sekolah diharapkan mampu menciptakan sekolah yang memiliki :banyak keterbatasan menjadi sekolah sebagai center of excellence.Yaitu,sekolah dengan pusat keunggulan yang tingkat diferensiasi atau nilai beda yang tinggi,dari sekolah yang lain dengan program wajib baca. Dengan SSR,sekolah yang semula memiliki banyak keterbatasan berubah menjadi sekolah yang memiliki keunggulan.Yaitu,banyak siswa yang kaya informasi,sehingga siswa-siswa tersebut tanggap terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknilogi,berwawasan luas dan mampu menjawab tantangan dunia global serta dunia kerja.

Pembelajaran Kimia Berwawasan Imtak ( inovasi Pembelajaran )

Oleh: M.IMAM ASMUNI
Guru Kimia SMKN I Sidoarjo
Sumber : Jawa Pos Kamis 14 Februari 2008.

Di dadalam jagat raya ini,tidak ada satu materi pun, yang keberadaannya diam.Mulai dari electron bergerak mengelilingi inti atom,alir mengalir,udara berhembus,jantung berdetak mengalirkan darah,persoalan hidup,bulan,planet dalam tata surya,gugusan bintang dalam galaksi,bahkan ratusan miliar galaksi,bergerak mematuhi sunnatullah-ketetapan Allah-masing-masing,

Kalaulah semua maklhuk alam benda menyembah Allah dan bertasbih memuji-Nya dengan gerakan-gerakan yang sangat teratur,maka sangat masuk akal bila manusia dalam melakukan pengabdian kepada Tuhan seluruh alam semesta ini juga dengan cara bergerak sesuai dengan aturan dan kehendak-Nya.Kesadaran ini dapat disemaikan kepada para siswa melalui pembelajaran kimia,khususnya pada bab inti atom.Dengan mempelajari kimia bewawasan imtak (iman dan taqwa ),diharapkan siswa menemukan keajaiban,keindahan dan kebesaran Allah melalui alam semesta ciptaan-Nya.Dengan demikian insya Allah,meningkatkan iman dan taqwa siswa terhadap Allah SWT.

Sebagai tenaga professional,setiap guru Indonesia – terutama yang sudah lulus sertifikasi-harus sadar bahwa pembinaan imtak merupakan inti tujuan pendidikan Nasional,Sesuai dengan pengalaman penulis,strategi pembelajaran kimia berwawasan imtak (dalam contoh berikut ini adalah agama islam ) adalah sebagai berikut :

1. Pendahuluan 10 menit,setelah mengucapkan assalamu”alaikum dan doa bersama,guru mengecek kesiapan siswa dan menyiapkan media pembelajaran yang akan dipakai.Pemulis menggunakan proyektor LCD dan computer atau laptop dengan program animasi power point dipadukan macromedia flash..Pada tampilan slide 1,siswa memperhatikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.Dintaranya tujuan pembelajaran yang berwawasan imtak,yaitu siswa mau belajar menegakkan salat dari dari electron atau alam semesta.
2. Kegiatan inti ( 75 menit ).Dalam enam slide berturut-turut,siswa memperhatikan sekaligus membandingkan teori dan model atom John Dalton,JJ.Thomson,Percobaan E.Rutherford,kelemahan model atom E.Rutherford,dan model atom Neil Bohr.Kemudian diikuti tanya jawab untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa.

Dalam tiga slide berikutnya,ditampilkan animasi fakta alamiah yang ilmiah tentang gerakan universal.Mulai dgerakan electron mengelilingi inti atom-menurut teori inti atom E. Rutherford-sampai gerakan planet dan bintang-bntang di alam semesta. Juga gerakan jamaah haji tawaf mengelilingi kakbah tujuh kali. Kemudian,siswa diminta tanggapannya mengenai persamaan gerak meliputi bentuk lintasan –bulat atau elips- dan arah gerakan ya ng berlawanan (dengan arah putaran jarum jam ).


Dalam situasi yang kondusip,stelah substansi materi dan keilmuan tentang struktur atom disampaikan dengan baik,guru mengintegrasikan nilai imtak yang dimaksud.Kepada siswa diinformasikan bahwa pada dasarnya,seluruh materi di alam semesta ini baik dalam skala mikrokosmis,maupun makrokosmos,semuanya bertasbih,salat,dan tunduk kepada Allah SWT.

Kepada siswa diterangkan pula adanya fakta yang tidak terbantah,yaitu benda yang dikitari selalu lebih besar atau mulia daripada benda yang mengitarinya..Tidak terkecuali milliaran manusia sepanjang zaman,yang bertawaf mengitari Kakbah yang mulia.Demikian arah putarannya.semuanya berlawanan dengan arah jarum jam.Subhanallah,inilah fitrah yang berlaku untuk semua makhluk di seluruh jagat raya.Ini membuktikan adanya kesatuan system alam yang sekaligus membuktikan keesaan sang pencipta.

Analogi Salat dan Gerakan Universal

Berputarnya alam,selain bentuk tasbih juga merupakan bentuk “salatnya”.Sebagaimana sabda Nabi SAW.”Tawaf adalah salat.Hanya saja,Allah membolehkan bicara dalam tawaf.Barangsiapa berbicara hendaklah,dia berbicara yang baik”. Hal yang menarik dan patut dijadikan alternative bahan pembelajaran adalah adanya fakta jumlah besar sudut yang ditempuh dalam satu kali putaran ternyata sama besar dengan proyeksi sudut dalam gerakan satu rakaat dalam salat,yaitu 360 derajat.

Dengan mengambil posisi kepala dan badan yang tegak sebesar 0 derajat pada saat salat..Para siswa diajak menghitung besar pencapaian sudut gerakan salat setiap rakaatnya.Yakni dari Takbiratul Ikhram sampai salam.Dengan menghadfap kiblat,salat dimulai dengan Takbiratul Ikhram (o) derajat,rukuk (90)derajat,iktidal (0) derajat,,sujud pertama (135 ) derajat = 90 derajat +45 derajat ),duduk diantara dua sujud (0 ) derajat,dan sujud yang kedua 135 derajat,yang semuanya harus dilakukan dalam keadaan thumakminah (tenang),baru dikatakan satu rakaat.

Ternyata kalau semua sudut itu dijumlahkan =0+90+0+135+0+135 = 360 derajat atau sama dengan satu kali putaran segala materi mengelilingi pusatnya.Pararel dengan alam semesta,manusia yang salat juga bergerak “mengelilingi” sambil memuji dan mensucikan Tuhannya Yang Maha Besar dengan Kakbah sebagai lambing pusat gerakan.

Bila bumi sebagai wadah kehidupan nakhluk rela tunduk bersujud kepada Allah SWT,maka untuk menjaga keseimbangan dengan bumi,maklhuk pun harus bersujud.Dengan demikian akan tercapai keseimbangan bumi sebagai wadah dengan makhluk yang mendiaminya.Inilah konsep yang benar tentang “menyatu dengan alam “,sebagaimana bila kita naik kereta api yang melaju ke depan,maka posisi duduk yang seharusnya adalah searah dengan laju kereta api tersebut.Bukan kebalikannya atau menyamping.

Akhirnya kepada siswa ditekankan bahwa orang yang mau bertasbih dan salat tunduk kepada Allah SWT berarti menyatu dengan gerak universal yang harmonis.Ketika seorang mukmin bertasbih dalam salatnya ,sejatinya dia telah bersujud dua dimensi sekaligus.Sujud fitrah yang alami dan siujud ikhtiari sebagai manifestasi kepatuhan kepada-Nya.Sebaliknya,orang (apabila beragama islam ) yang tidak mau salat sesungguhnya telah menyalahi hakikat wujud dan system setiap sel tubuhnya.

Dia menjadi “ suara sumbang” ditengah alunan music merdu dan irama yang harmonis dari seisi langit dan bumi. Jiwanya selalu berlawanan dengan raganya.Betapa tidak,raganya yang terdiri atas organ,sel,molekul,atom,dan electron-elektron seluruhnya secara fitrah salat dan bertasbih menurut caranya sendiri.Sedangkan dia,atas kehendak dan ikhtiarnya sendiri,tidak mau sujud kepada_Nya.Terjadilah split of personality,terbelahnya kepribadian.Karena itu, hatinya tidak merasa aman dan tenteram.

Pada tahap ini,guru meminta respons siswa terhadap pembelajaran kimia yang diintegrasikan dengan nilai-nilai imtak.Kemudian guru memberikan tugas kepada siswa tentang aspek keilmuan dan nilai pada bab struktur atom.Untuk aspek nilai siswa-bagi yang beragama islam-diberikan tugas mencari dan menulis ayat-ayat Alquran yang sesuai berikut artinya.Misalnya QS Yassin (36);40,QS al-Nur (24).

Pernik-Pernik Pembelajaran Biologi ( pembelajaran Inovatif )

Oleh : WAHYU ARIATI
Guru Biologi SMA Negeri I Galis,Pamekasan
Sumber :Jawa Pos Sabtu,19 Januari 2008

Belajar Biologi ?,Aduh,boring deh ! banyak hafalan dengan ahasa latin yang rumit ! Terlalu absurd ! Gurunya membosankan karena menulis melulu!
Kalimat tersebut merupakanungkapan yang sering kita dengar saat siswa diminta pendapat tentang pembelajaran biologi di sekolah.Memang sebuah jawaban yang wajar.Sebab,belajar biologi dengan guru yang tidakj kreatif akan memberikan cap bahwa biologi identik dengan pelajaran hafal-menghafal.

Padahal,biologi merupakan ilmu eksakta,mempelajari maklhuk hidup,termasuk manusia.Sangat aneh bila kita sebagai makhluk hidup tidak mampu menyebutkanorgan-organ yang berperan dalam proses sirkulasi darah,misalnya.

Untuk mengatasi kebosanan siswa dalam belajar biologi,penulis berusaha menerapkan berbagai model pembelajaran.Diharapkan dengan penerapan berbagai metode itu,siswa menjadi lebih berminat dan bersemangat belajar.Bahkan mampu menarik konsep melalui sumber-sumber belajar yang digunakan.

Berikut contoh beberapa metode pembelajaran yang dilakukan penulis,penulis mencoba mengevaluasinya dengan melihat kelebihan serta kekurangan selama selama pelaksanaan.Rekan-rekan guru yang lain bisa mengantisipasi kelemahan dan menyesuaikan dengan kondisi sekolah.

1. Metode Matching Math
Pada metode ini,siswa dibagi dalam 10 kelompok (beranggotakan 4 orang).Setiap kelompok diskusi (KD) memperoleh tiga bendel kartu.Misalnya ,pada KD system sirkulasi darah,bendel 1,berisi nama-nama organ sirkulasi darah berikut gambarnya.bendel 2, berisi fungsi organ penyusun system sirkulasi darah,bendel 3, berisi soal-soal pengembangan tentang system sirkulasi darah.

Kemudian siswa diminta menjodohkan kartu nama yang bisa digolongkan dalam satu kelompok,sambil menjawab soal-soal yang diperoleh.Hasil pengelompokan ditempelkan pada papan Styrofoam (supaya lebih menarik ), lalu diperiksa guru.

Keunggulan metode itu :
a. Terjalin kerja sama dalam kelompok
b. Masing-masing anggota kelompok tidak ingin dicap sebagai “parasit”,sehingga siswaselalu berusaha aktif menyelesaikan tugas kelompoknya,
c. Mendorong siswa membaca buku pegangan secara cermat dan teliti,sehingga mampu mengambil intisari bacaan dan akhirnya bisa digunakan menjawab soal-soal.
d. Tercipta persaingan sehat antar k.Hal ini tampak,misalnya,saat ada kelompokA menyelesaikan tugas dan setelah diteliti guru ternyata betul.Maka kelompok lain tidak ingin menyontek hasil karya. kelo,mpok A tersebut.
e. Siswa merasa dihargai saat diberikan penilaian atas keberhasilan mereka menyelesaikan tugas.Bahkan,ada kelompok yang ekspresif meluapkan kegembiraannya dengan toas tangan.

Kelemahan metode tersebut

a. Butuh waktu lebih banyak agar siswa bisa mencatat semua semua hasil tugas tadi.Solusinya,salah seorang siswa mencatat,yang lain melakukannya diluar jam pelajaran.
b. Menuntut guru kreatif dalam membuat kartu dan isinya,disesuaikan dengan kemampuan siswa.

2. Metode Bertukar Pasangan

Pada KD system sirkulasi darah hewan,misalnya,siswa dibagi dalam kelompok mempelajari system sirkulasi pada ikan,amfibi,reptile,aves,mamalia,molusca,cacing tanah.Kemudian masing-masing anggota kelompok membentuk baru,sehingga kelompok baru itu siswa dari grup ikan,ampibi dan seterusnya.
Dalam kelompok baru tersebut setiap siswa menerangkan tentang apa yang telah dipelajari.Ada penilaian antar siswa dalam kelompok baru tersebut.Meliputi,keaktifan dalam diskusi serta kemampuan menerangkan dan kemampuan menjawab pertanyaan.

Keunggulan
a. Setiap siswa termotivasi untuk menguasai materi.
b. Menghilangkan kesenjangan antara yang pintar dengan yang tidak,anatara guru dengan siswa,karena siswa lebih berani bertanya bila ada materi yang tidak dimengerti.
c. Mendorong siswa tampil prima karena membawa nama baik nama kelompok lamanya.

Kelemahan

a. Ada siswa yang takutdiintimidasi bila member nilai jelek kepada anggotanya ( bila kenyataannya siswa lain kurang mampu menguasai materi ). Solusinya,lembar penilaian tidak diberi nama si penilai.


3. Metode Bermain Ular Tangga

Guru mengajak siswa membentuk lingkaran.Siswa diajak menyanyi sambil berjalan pelan-pelan.Bersamaan dengan itu,guru membangikan kartu.Ada yangberisi soal,ada yang berisi jawaban.setelah bernyanyi sejenak,guru memberikan aba-aba agar siswa menjodohkan antara soal dengan jawaban.Pasangan siswa yang benar mendapat poin.

Keunggulan

Tercipta suasana gembira dalam belajar.Dengan demikian,saat metode tersebut diterapkan pada jam pelajaran terakhir pun,siswa tetap antusias belajar.

Kelemahan

Ada siswa yang mengambil jalan pintas dengan meminta tolong kepada temannya untuk mencarikan jawaban.Solusinya,mengurangi poin bagi siswa yang membantu dan yang dibantu.

4. Metode Mencari Jejak
Siswa dibagi secara berpasangan.Cara bermain seperti dalam kegiatan pramuka.Perbedaannya,siswa diminta memecahkan soal biologi.Misalnya,saat membahas system gerak pada manusia dan hewan,siswa mendapat tugas menyebutkan nama-nama tulang,macam sendi, serta semacam tulang rusuk memakai model rangka.
Kelebihan

a. Siswa termotivasi belajar biologi,sekaligus menerapkannya lewat pemecahan soal yang didapatkan.
b. Terjalin kerja sama serta tercipta tenggang rasa dengan pasangannya
(belajar sambil erolahraga,lelah tapi senang).

Kekurangan
a. Memerlukan ruang lebih luas agar kegiatan belajar lancer.
b. Memerlukan konsentrasi penuh dari guru untuk memantau siswa supaya tidak ada siswa yang terlalaikan.
,penulis yakin penulis yakin setiap anak pasti cerdas untuk itu.
Contoh tersebut merupakan beberapa temuan yang didapatkan penulis saat menerapkan metode-metode pembelajaran di sekolah.Sekedar informasi tambahan,Sekolah penulis adalah ada di SMAN Galis.Pamekasan,Madura dengan sarana laboratorium yang sangat terbatas.Mayoritas siswa berasal dari keluarga petani yang pas-pasan.Kesadaran orangtua dalam memperhatikan pendidikan anaknya juga masih rendah.Dengan keterbatasan yang ada penulis yakin setiap anak pasti cerdas untuk itu..

Pasar Sebagai Sumber Belajar ( pembelajaran inovatif )

Oleh KARYATUN,S.Pd.
Guru SDN Kedungprahu,Padas,Ngawi
Sumber: Jawa Pos Kamis,7 Februari 2008

Lokasi pasar yang berdekatan dengan sekolah adalah sumber beberapa permasalahan.Namun,dibalik itu,pasti juga bisa menjadi sumber belajar yang nyata.Bahkan melalui pasar,guru bisa memupuk rasa kepedulian social siswa kepada sesame.

Lokasi sekolah yang berdekatan dengan pasar memang banyak menimbulkan masalah.Mulai keamanan,kenyamanan,belajar-mengajar,hingga masalah kebersihan,lebih-lebih jika hal itu terjadi di pedesaan,yang notabene sebagian besar masyarakat kurang peduli pada tiga hal tersebut.Kondisi itu menuntut perhatian lebih dari pengelola sekolah,terutama saat pasar ramai.(pasar di desa biasanya buka hanya lima hari dalam seminggu ).

Ada beberapa keadaan yang mau tidak mau harus dilakukan guru dalam menghadapi kondisi sekolah yang berdekatan dengan pasar.Misalnya,guru ikut mengawasi para siswa ketika berangkat atau pulang sekolah.Bersama satpam/penjaga sekolah,secara bergiliran,guru mesti berangkat lebih pagi untuk membantu menyeberangkan anak-anak.Sebab,saat pasar mulai mulai ramai,lalu lintas padat.Apalagi pengalaman anak tentang tata cara menyeberang di jalan sangat kurang.

Aktivitas pasar yang ramai membuat aktivitas pembelajaran terganngu.Apalagi ,tak jarang ada pedagang yang menawarkan dagangannya dengan pengeras suara.Akibatnya konsentrasi siswa dan guru terpecah.Belum lagi bau busuk sampah dan air selokan di sekitar pasar yang sering terbawa angin.

Pada musim panen,biasanya terjadi peningkatan aktivitas di pasar.Orang tumplek blek menyerbu pasar.Hal ini mengakibatkan pasar meluber hingga ke badan jalan,tak peduli di dekatnya ada sekolah.Kondisi tersebut di perparah dengan parker kendaraan pedagang dan pembeli,yang tak jarang sampai di depan sekolah.Masalah bertambah runyam bila musim penghujan tiba.Tanah becek dibawa anak-anak masuk ke kelas.Sempurnalah penderitaan sekolah ini.

Bagaimana sebaiknya sekolah menyikapi kondisi itu ? Meminta relokasi sekolah atau pasar tampaknya imposible.Sebab ongkos social-ekonominya besar.Belum lagi waktu yang dibutuhkan tidak bisa sekejap mata.
Yang mungkin adalah bersikap saling pengertian dan bijak.Bahkan,sebagai pendidik,kita bisa memanfaatkan pasar sebagai sumber belajar.Tidak terbatas pada aspek kognitif bidang akademi.Kita bisa memanfaatkan sisi positif pasar sebagai sarana untuk mengasah aspek afektif (sikap,nilai-nilai,kepribadian positif ) sekaligus aspek-aspek psikomotornya.

Bagaimana caranya ?. Pada kondisi tertentu,,yang sifatnya darurat,pasar adalah tambang uang (dana) untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat social.Misalnya,ketika terjadi bencana alam yang melanda saudara-saudara kita di tempat lain.
Mengarahkan siswa untuk mengemis ? tidak ! sebab persepsi mengemis akan hilang jika guru pandai membekali anak dengan motivasi. Dengan metode problem solving,siswa diajak mencari solusi pemecahan masalah untuk membantu beban para korban bencana.Barulah secara perlahan,kita giring mereka menuju pembentukan pasukan pramuka sukarelawan.
Dengan perencanaan dan persiapan yang matang,sebar pasukan pramuka sukarelawan tersebut ke pasar dengan fasilitas/alat bertuliskan” dana social korban banjir” guru cukup mengawasi dari kejauhan.

Langkah selanjutnya,masinhg-masing regu (@ 2 anak ) menghitung dana yang bisa dikumpulkan.Pada kegiatan itu,guru bisa menggali kesan mereka selama bertugas.Misalnya,perasaan menjadi sukarelawan,suka duka meminta kerelaan para pedagang dan pembeli untuk membantu korban bencana, dan sebagainya.
Para siswa pasti banyak mendapat pengalaman baru yang berkesan.Ada yang lucu,ada pula yang membuat nyali mereka ciut.Apalagi bila yang mereka minta pedagang yang marah-marah.Dari situ kita bisa melihat ekspresi puas di wajah anak-anak.
Untuk itu,beri mereka penghargaan, dengan mengajaknya menyalurkan dana tertsebut secara langsung ke lokasi bencana.Dalam kegiatan itu guru bisa menjelaskan bahwa apa yang telah mereka lakukan sangat berarti bagi para korban bencana tersebut.Pengorbanan berupa tenaga,waktu,pikiran,harta,serta rasa malu dari para siswa tidak seberapa jika dibandingkan dengan penderitaan korban bencana.Jangan lupa para guru pantas mengucapkan terimakasih kepada anak-anak karena mereka telah menjadi pahlawan kemanusiaan.

Banyak manfaat serta hikmah dari kegiatan di atas.Secara tidak langsung,guru telah menanamkan sikap rela berkorban,tolong-menolong,jujur,dan kerja keras. Kita juga telah member siswa pengalaman yang sangat berkesan,yang tidak akan terlupakan hingga tua kelak. Yang tak kalah penting,kita telah memupuk rasa kepedulian social anak-anak terhadap penderitaan sesame makhluk Tuhan.Bukankah menanamkan sifat terpuji yang diawali sejak dini itu lebih baik.