Blog ini berisi tentang kiat menuju sukses Anda

Minggu, 28 Februari 2010

RPP Lengkap SD PKn kelas 1,2 dan 3

RPP lengkap semester ganjil dan genap PKn kelas 1,2,3 lengkap silahkan download di bawah

download gr

Jumat, 26 Februari 2010

Pedoman Penilaian Pembuatan Alat Peraga Pendidikan

PEDOMAN PENILAIAN
PENEMUAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA
DAN PEMBUATAN ALAT PELAJARAN/ALAT PERAGA
DI BIDANG PENDIDIKAN DALAM RANGKA
PENGEMBANGAN PROFESI GURU

A. Dasar
Kegiatan pengembangan profesi bagi guru didasarkan atas beberapa peraturan, sebagai berikut :
1. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
2. Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Nomor : 0433/P/1993, Nomor : 25 Tahun 1993 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 025/O/1995 tentang Petunjuk Teknis Ketentuan Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
B. Teknologi Tepat Guna
1. Kriteria
a. Berupa teknologi tepat guna dalam proses belajar mengajar atau bimbingan dan konseling.
b. Teknologi tersebut bersifat lebih memudahkan pelaksanaan proses belajar mengajar atau bimbingan dan konseling dengan hasil yang lebih baik atau lebih optimal.


2. Bukti Fisik
Uraian tertulis tentang cara pembuatan dan penggunaan yang dilengkapi dengan gambar dan lain-lain yang dianggap perlu.
3. Pemberian Angka Kredit
Angka kredit diberikan setiap penemuan teknologi tersebut (dengan nilai 5).
Dalam hal penemuan teknologi tepat guna dimaksud pengesahan dilakukan oleh kepala sekolah.
Definisi baku yang ada pada lampiran Kepmendikbud No. 25/O/1995 menyatakan bahwa :
“Teknologi tepat guna adalah teknologi yang menggunakan sumber daya yang ada untuk memecahkan masalah yang dihadapi/ada secara berdayaguna dan berhasilguna atau untuk pelaksanaan tugas sehari-hari menjadi lebih mudah, murah, dan sederhana.”
Contoh teknologi tepat guna:
Perangkat keras :
 kincir air
 mesin perontok padi
 mesin penetas telur dengan kotak kayu
 pembuatan pupuk kompos dengan menggunakan drum
 rangkaian elektronik penghemat daya listrik, dan sebagainya.
Perangkat lunak :
 metode baca tulis Al Quran secara cepat
 program komputer dan sebagainya.
Bidang teknologi tepat guna:
 Teknik (Bangunan, Elektronika, Listrik, Mesin, Otomotif)
 IPA (Kimia, Fisika, Biologi)
 Pendidikan
 Pertanian
 Peternakan, dll.
Contoh teknologi tepat guna :
Perangkat keras :
 kincir air yang dimanfaatkan untuk menumbuk padi atau untuk menghasilkan listrik
 mesin perontok padi
 mesin penetas telur dengan kotak kayu
 pembuatan pupuk kompos dengan menggunakan drum
 rangkaian elektronik penghemat daya listrik
Perangkat lunak :
 metode baca tulis Al Quran secara cepat?
 program komputer???
B. Lingkup Teknologi Tepat Guna di Bidang Pendidikan
Teknologi tepat guna pada instrumental input pembelajaran :
1. Bahan ajar/sumber belajar
2. Media pembelajaran
3. Sarana praktek/praktikum
4. Sistem penilaian
5. Sistem pembelajaran
Teknologi tepat guna dalam BK :
 Sistem penanganan kasus
 Sistem informasi
 Sistem diagnosa kasus
 Tes psikologi, dsb.
Teknologi tepat guna berupa perangkat keras yang sesuai kriteria:
 Merupakan penemuan baru, belum ada sebelumnya.
 Pernah ada tetapi memiliki tingkat modifikasi yang tinggi (70%)
 Pernah ada tetapi memiliki sistem yang berbeda, lebih baik, lebih efektif atau lebih efisien
 Memiliki konstruksi yang sistematis, memiliki rangkaian struktur tertentu (jadi tidak terlalu sederhana, misalnya : hanya terdiri dari satu batang atau satu bahan).
 Menggunakan bahan yang ada di sekitarnya, tetapi tidak mesti dari tumbuhan atau barang bekas. Jadi yang penting bahannya yang mudah ditemukan di sekitarnya.
 Dapat digunakan di kelas dalam proses pembelajaran
Teknologi tepat guna berupa perangkat lunak yang sesuai kriteria:
 Merupakan penemuan baru, belum ada sebelumnya.
 Pernah ada tetapi memiliki tingkat modifikasi yang tinggi (70%)
 Pernah ada tetapi memiliki sistem yang berbeda, lebih baik, lebih efektif atau lebih efisien
 Memiliki alur kerja yang sistematis, memiliki rangkaian struktur tertentu (jadi tidak terlalu sederhana, misalnya : hanya terdiri dari satu atau dua langkah).
 Menggunakan software yang ada di sekitarnya.
 Dapat digunakan di kelas dalam proses pembelajaran
Contoh teknologi tepat guna yang sesuai dengan kriteria
(alat praktikum) :
 Mikroskop dan teleskop sederhana
 Alat uji/pelatih kelincahan dalam olah raga
 Alat pengukur derajat keasaman (pH)
 Alat pengukur kekuatan magnit
Contoh teknologi tepat guna yang sesuai dengan kriteria (alat bantu mengajar) :
 Papan tulis mekanis (lipat, gulung dsb)
 OHP dengan kotak sederhana
Contoh teknologi tepat guna yang sesuai dengan kriteria (alat berlatih bentuk permainan) :
 Alat permainan untuk melatih kecerdasan
 Alat permainan untuk melatih keterampilan
Contoh teknologi tepat guna yang sesuai dengan kriteria (instrumen uji/alat bimbingan) :
 Instrumen uji kecerdasan intelektual yang baru
 Instrumen uji kecerdasan emosional
 Instrumen uji kecerdasan spiritual
Contoh teknologi tepat guna yang sesuai dengan kriteria (alat lainnya)
 Bangku lipat untuk siswa
 Software komputer????
 Dll.
C. Alat Pelajaran/Alat Peraga dan Alat Bimbingan
Kriteria :
 Berupa alat pelajaran/alat peraga/alat bimbingan dalam proses belajar mengajar atau bimbingan dan konseling.
 Pelaksanaan proses belajar mengajar atau bimbingan dan konseling menjadi lebih mudah dan hasilnya lebih baik atau lebih efektif.
 Alat pelajaran/alat peraga atau alat bimbingan tersebut mempunyai ciri-ciri :
- ada unsur modifikasi
- belum ada atau belum ditemukan di daerah yang bersangkutan
- tidak menyalin
Bukti Fisik :
 Uraian tertulis yang dilengkapi dengan gambar dan lain-lain yang diperlukan.
 Keterangan dari kepala sekolah bahwa alat pelajaran/alat peraga atau alat bimbingan kelengkapan tersebut dipergunakan di sekolah
Pemberian Angka Kredit :
 Angka kredit diberikan setiap kali dihasilkan dan dapat dilakukan perorangan atau tim (dengan nilai 0,5).
Alat pelajaran/alat peraga:
 alat untuk memperagakan atau membantu pembelajaran sehingga lebih memperjelas fakta, konsep, prinsip atau prosedur tertentu agar tampak lebih nyata.
Alat bimbingan:
 Alat yang digunakan untuk membantu pembimbingan sehingga proses bimbingan lebih mudah, efektif, dan efisien
Contoh Alat Peraga yang sesuai kriteria
 Poster/gambar benda atau mahluk, karena sudah banyak maka yang penting sudah dimodifikasi dan belum ada di daerah guru bertugas.
 Kartu permainan, juga sudah banyak maka yang penting sudah dimodifikasi dan belum ada di daerah guru bertugas.
 Model benda/barang atau alat tertentu, kalau di tempat lain sudah ada maka yang penting sudah dimodifikasi dan belum ada di daerah guru bertugas.
 Benda potongan (cutaway), masih jarang ada, kalau sudah ada sebelumnya, yang penting sudah dimodifikasi dan belum ada di daerah guru bertugas.
 Slide/Film, yang penting sudah dimodifikasi dan belum ada di daerah guru bertugas.


D. Format Laporan Penemuan Teknologi Tepat Guna
1. Halaman judul, memuat judul, nama penemu, NIP dan Nama Sekolah/Lokasi (bila memungkinkan diberi ilustrasi gambar/foto produk).
2. Halaman pengesahan, memuat identitas penemu dan pejabat yang mengesahkan (nama lengkap, NIP, tempat/tanggal lahir, pangkat/golongan, jabatan struktural/fungsional, unit kerja dan alamat unit kerja serta alamat rumah).
3. Halaman pernyataan dari penemu bahwa produk teknologi ini benar-benar asli hasil karyanya.
4. Kata pengantar penemu.
5. Daftar isi laporan
6. Daftar gambar
7. Daftar tabel (bila ada)
8. Bab I : Pendahuluan, memuat rasional, dasar, tujuan, manfaat dan ruang lingkup penemuan tenologi tepat guna.
9. Bab II : Rancangan/desain produk teknologi tepat guna (dilengkapi dengan gambar rancangan atau diagram alir).
10. Bab III : Prosedur pembuatan produk teknologi tepat guna (dilengkapi dengan gambar atau foto pembuatan.
11. Bab IV : Penggunaan produk teknologi tepat guna dan bukti bahwa pembelajaran menjadi menarik (dilengkapi dengan foto penggunaan).
12. Bab V : Kesimpulan dan Saran
13. Lampiran (berisi gambar rancangan, foto saat pembuatan, foto saat penggunaan, pengakuan masyarakat/pejabat, biodata penemu dan hal lain yang mendukung).


sumber Sulipan Pedoman Penilaian Pembuatan Alat Peraga Pendidikan

Alat Peraga Pendidikan (presentasi power point)

Untuk mengetahui serta membuat alat peraga pendidikan lebih jelas dan lengkap silahkan download di bawah

download gratis di sini

Contoh diktat Pengembangan Profesi Guru

bagi bapak.ibu guru yang mengalami kesulitan mencari contoh diktat,untuk pengembangan profesi guru/angka kredit,maupun sertifikasi,silahkan dowhload di bawah

download gratis di sini

PENGEMBANGAN PROFESI GURU PENULISAN BUKU, DIKTAT, DAN MODUL

1. Buku Pelajaran

a. Pengertian buku pelajaran
Buku pelajaran adalah bahan/materi pelajaran yang dituangkan secara tertulis dalam bentuk buku yang digunakan sebagai pegangan pokok maupun pelengkap.
Menulis buku pelajaran merupakan salah satu bentuk kegiatan pengembangan profesi guru. Hasil karya tulisnya dapat berupa buku pelajaran, modul, diktat. Sebagai karya ilmiah, buku harus mempunyai kebenaran ilmiah, dan disusun dengan landasan teori tertentu agar buku tersebut dapat mencapai tujuannya dengan baik. Dengan tujuan agar siswa dapat lebih memahami isi pelajaran, maka buku harus disusun dengan kerangka isi tertentu, yang menurut berbagai teori akan mampu meningkatkan pemahaman siswa.
Dalam keadaaan sehari-hari, buku pelajaran merupakan salah satu sumber utama dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Dengan kata lain, banyak yang menganggap bahwa buku pelajaran merupakan kurikulum yang diterapkan di sekolah, karena buku pelajaran dijadikan sumber untuk memberikan tugas kepada siswa serta sumber untuk menyusun alat penilaian atau tes.
Dengan demikian, kedudukan buku pelajaran begitu penting untuk mengarahkan dan menentukan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan serta sikap yang seharusnya dimiliki oleh peserta didik. Oleh karena itu, buku pelajaran seharusnya dirancang dan disusun sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Dan bilamana buku pelajaran disusun tidak sesuai dengan kurikulum yang berlaku, kiranya jelas bahwa dengan buku pelajaran yang demikian, pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang diperoleh siswa tidak sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam kurikulum, dan pada gilirannya akan gagallah upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
b. Prinsip-prinsip pengembangan buku
Buku yang disusun dalam kaitan dengan kurikulum, hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini:
1) Dalam mengembangkan buku, harus memperhatikan tujuan tertentu yang hendak dicapai melalui pendidikan yang dilakukan dengan menggunakan buku pelajaran yang bersangkutan. Oleh karena itu, sebelum buku pelajaran itu dikembangkan, penyusun atau penulisnya harus terlebih dahulu memahami tujuan satuan pendidikan, tujuan pendidikan dan cakupan materi cawu/semester, kelas atau satuan pendidikan tertentu.
2) Buku pelajaran disusun selaras dengan
a) program pendidikan dewasa ini serta proyeksinya pada masa mendatang,
b) arah pembaharuan pendidikan yang sedang dan akan dilakukan,
c) tingkat perkembangan pihak pengguna buku pelajaran itu, terutama siswa yang akan menggunakannya,
d) perkembangan ilmu dan teknologi,
e) kebutuhan dan kemampuan siswa,
f) keadaan masyarakat di mana sekolah yang bersangkutan berada, dan
g) keadaan lingkungan belajar siswa.
3) Buku pelajaran hendaknya mudah digunakan oleh pihak yang bersangkutan. Untuk ini buku sebaiknya diterbitkan bersama petunjuk pelaksanaan dan penggunaannya, misalnya buku guru, sehingga orang yang menggunakannya tahu benar bagaimana memanfaatkannya secara efisien.
4) Sesuai dengan prinsip relevansi dengan keadaan lingkungan sekolah dan siswa yang bersangkutan, maka buku pelajaran yang telah disusun itu perlu mempunyai keluwesan, dalam arti bahwa semua materi yang disajikan di dalamnya tidaklah merupakan sesuatu yang kaku. Materi itu harus dapat disesuaikan dengan kemampuan sekolah serta perangkatnya. Ini tidak berarti bahwa keseluruhannya tidak digunakan dan diganti oleh bahan yang benar-benar lain dari apa yang dikemukakan dalam buku tersebut.
5) Bahan yang disajikan dalam kurikulum dan buku itu tidak terbatas pada penyelesaian pendidikan di lembaga yang bersangkutan saja, melainkan harus merupakan bahan yang dapat digunakan dalam keseluruhan hidup yang bersangkutan, dengan anggapan, bahwa pendidikan itu berlangsung tidak hanya selama siswa belajar di sekolah yang bersangkutan. Ini berarti bahwa bahan yang disajikan itu mencakup hal-hal yang bersangkutan dengan tujuan-tujuan manusia yang lebih tinggi.

c. Cara menulis buku
Dalam menulis buku pelajaran, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah meneliti dan melihat kurikulum yang berlaku, materi, pokok bahasan atau sub pokok bahasan apa yang tercantum dalam kuriukulum. Dengan kegiatan tersebut Anda tidak akan sia-sia menulis buku pelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku.
Buku pelajaran ada yang bertaraf nasional dan ada yang bertaraf propinsi. Apabila buku tersebut bertaraf nasional, maka harus disahkan oleh Direktur Jenderal Dikdasmen atau oleh instansi lain yang ditunjuk. Nilai angka kredit buku bertaraf nasional adalah 5 setiap buku.
Apabila buku tersebut bertaraf propinsi, maka harus disahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan di propinsi setempat, dan buku tersebut digunakan di seluruh sekolah pada propinsi yang bersangkutan. Nilai angka kredit buku bertaraf propinsi adalah 3 setiap buku.
Dalam menulis buku pelajaran, semua guru boleh menulis buku mata pelajaran apa saja yang disukai dan tidak harus sesuai dengan tugas mengajar guru yang bersangkutan di sekolah. Tidak setiap guru mampu menulis semua mata pelajaran. Oleh karena itu, pilihlah materi pelajaran yang anda kuasai. Apabila Anda menulis sesuai dengan kemampuan anda, akan mudah dalam penulisannya, disamping isinya juga akan lebih baik.

d. Syarat buku yang baik
Ada beberapa syarat buku yang baik, yaitu:
1) Kesesuaian dengan kurikulum/GBPP yang berlaku
o Setiap topik/sub topik dalam GBPP harus ada, artinya isi (materi) buku pelajaran telah mencakup materi minimal yang tercantum dalam bahan pengajaran dalam GBPP; jika ada materi pengayaan maka materi itu harus terkait dengan materi minimal
o Pokok-pokok materi yang penting dari PB/SPB dalam GBPP cukup tergambar secara proporsional
o Pengubahan urutan harus sesuai, tidak mengganggu alur yang digunakan
o Keluasan dan kedalamannya tidak menenggelamkan inti GBPP
2) Kebenaran materi
o Kedalaman dan keluasan isi buku cukup sesuai dengan keluasan dan kedalaman materi yang diuraikan dalam PB/SPB GBPP
o Memiliki kebenaran materi ditinjau dari ilmu atau disiplin ilmu mata pelajaran yang bersangkutan, misalnya dalam matematika:
• Tidak ada fakta/simbol yang salah
• Tidak ada konsep/definisi, prinsip, teorema, sifat yang salah
• Tidak ada relasi atau operasi yang salah
• Bukti teorema harus benar
• Simbol, relasi, operasi tidak umum harus ada keterangan
3) Penyajian materi
o Pendekatan siswa aktif, pertanyaan atau tugas yang diberikan memungkinkan siswa belajar secara aktif
o Perlu materi prasyarat waktu memulai topik baru
o Informasi yang diberikan memadai /tidak berlebihan, artinya siswa tidak ‘disuapi’ informasi terlalu banyak.
o Informasi yang diberikan hanyalah yang penting-penting saja, siswa didorong untuk mencari dan menemukan informasi sendiri
o Dalam menjawab pertanyaan atau tugas yang diberikan, siswa menggunakan sumber-sumber belajar yang tersedia dan terjangkau dalam lingkungan
o Kegiatan belajar yang dilakukan siswa merupakan kegiatan belajar yang menarik, menantang dan kreatif
o Ada kejelasan antara kegiatan belajar yang dilakukan siswa, apakah secara perseorangan, berpasangan, kelompok, atau klasikal, atau merupakan gabungan
o Penyajian materi dari sederhana ke kompleks dan dari konkret ke abstrak
4) Pemberian contoh
o Bervariasi sesuai topik
o Definisi perlu contoh dan non-contoh
o Bukti teorema perlu contoh penerapan
o Contoh soal divergen atau berupa masalah
5) Penyajian ilustrasi( foto, gambar, peta, tabel, grafik, diagram, bagan, matriks,…)
o Gambar jelas ( tidak kabur) dan bermakna dari definisi, teorema, …
o Gambar diberi keterangan
o Letak gambar tidak jauh dari uraian yang digambarkan; ilustrasi dan teks saling terkait, tidak berdiri sendiri-sendiri
o Gambar obyek yang sama (misal wajah orang) yang digunakan lebih dari satu kali dalam buku tetap konsisten
o Obyek yang digambar sesuai dengan kebutuhan dan keadaan anak sekarang (tidak didominasi gambar-gambar klise sejak tempo dulu)
o Ilustrasi dalam buku cukup memperlihatkan penerapan pandangan ‘Bhineka Tunggal Ika’ tidak melanggar SARA
o Ukuran gambar cukup besar dan jelas dan cukup proporsional
6) Pemberian latihan
o Bervariasi
o Soal sulit diberi petunjuk (hint)
o Ada soal bersifat masalah
o Urutan soal dari sederhana ke sulit
7) Kreativitas
o Terdapat pada: penyajian bahan ajar, pemberian contoh atau latihan
8) Bahasa
o Bahasannya mudah dipahami siswa, jelas, dan tidak menimbulkan salah tafsir serta siswa memahami dengan jelas apa yang harus dikerjakannya
o Bahasannya sesuai dengan ketentuan bahasa yang baik dan benar, sesuai dengan ketentuan EYD
o Bahasannya serta panjang kalimatnya sesuai dengan usia dan tingkat perkembangan intelektual siswa pada sekolah/kelas yang bersangkutan
o Istilah atau kata yang digunakan dapat dipahami siswa di berbagai daerah di Indonesia
o Penataan alinea cukup baik
9) Tatakarama dan Hak Cipta
o Isi, bahasa, dan ilustrasi :
o tidak membahayakan keamanan negara, persatuan dan kesatuan bangsa
o terhindar dari kesan pornografis
o tidak bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Ketetapan MPR
o kutipan ciptaan pihak lain yang terdapat memenuhi ketentuan yang berlaku dalam Undang-Undang Hak Cipta
o tidak menimbulkan masalah SARA

e. Kerangka Isi Buku Pelajaran
Sebagaimana karya tulis yang lain, buku pelajaran juga terdiri dari tiga bagian utama: pendahuluan, sajian isi, dan penunjang. Kerangka isi dari masing-masing bagian tersebut yang lengkap adalah sebagai berikut.
Bagian Pendahuluan:
• Kata Pengantar
• Daftar Isi
• Penjelasan Tujuan Buku Pelajaran
• Petunjuk Penggunaan Buku
• Petunjuk Pengerjaan Soal Latihan
Bagian Isi:
• Judul Bab atau Topik Isi Bahasan
• Uraian Singkat Isi Pokok Bahasan
• Penjelasan Tujuan Bab
• Uraian Isi Pelajaran
• Penjelasan Teori
• Sajian Contoh
• Ringkasan Isi Bab
• Soal Latihan
• Kunci Jawaban Soal Latihan
Bagian Penunjang:
• Daftar Pustaka
• Lampiran-lampiran

e) Saran penyusunan buku
Salah satu tujuan penulisan buku adalah agar buku tersebut menarik pembacanya dan mudah dipahami. Kemenarikan suatu buku tidak saja dari isi materi yang disajikan tetapi juga sosok tampilan buku.
Buku yang terlalu tebal, penuh dengan tulisan mungkin kurang menarik bagi kelompok pembaca tertentu. Sebab itu sangat penting untuk mengetahui kepada siapa buku tersebut akan ditujukan. Buku bagi kelompok anak-anak, tentunya disajikan dengan sosok yang meriah, warna-warni, ceria sesuai dengan kehendak mereka.
Namun, secara umum beberapa pakar mengatakan, agar mudah dan menarik untuik dibaca, upayakanlah memakai aturan berikut. 1) Kalimat-kalimatnya pendek, tetapi jelas. 2) Kalimat aktif. 3) Gambar/ilustrasi yang sesuai untuk memperjelas dan menarik perhatian. 4) Contoh-contoh. 5) Berbagai variasi dalam format sajian, bentuk, dan besaran huruf guna menarik perhatian dan penekanan hal-hal yang penting. 6) Perwajahan yang menarik.

Senin, 22 Februari 2010

Bahan Belajar Mandiri BBM Bahasa Indonesia Program Bermutu

Dapatkan informasi lengkap tentang pembelajaran PTK bahasa Indonesia,lengkap dan sistematis melalui bahan belajar mandiri Bahasa Indonesia dengan cara download di bawah

download gratis di sini

KTI Karya Tulis Pengembangan Profesi Guru dan Permasalahannya

Dapatkan informasi tentang permasalahan penulisan karya tulis pengembangan profesi guru
dengan cara mendownload di bawah

download gratis di sini